Jakarta, INDONEWS.ID - Mayor (purn.) Muhammad Alfan, SH geram dengan peristiwa penusukan terhadap mantan Dosen Seskoad Kolonel (Purn.) Sugeng Waras beberapa waktu lalu. Dia menyebut penusukan tersebut dilakukan oleh pecundang dan pengkianat negeri.
“Saya sangat terpukul atas ulah kalian yang akhir-akhir ini telah melakukan intimidasi dan teror terhadap senior kami yang juga Ketua Umum Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan ABRI (FKPPI). Kejadian penusukan beberapa hari lalu sangat biadab dan kami mengutuknya,” ujarnya melalui pernyataan di YouTube pada Sabtu (31/12).
Dia pun mempertanyakan alasan penusukan tersebut. “Salahkah kalau kita sebagai purnawirawan prajurit menyuarakan kebenaran dan keadilan demi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercinta ini?,” katanya.
Dia mengatakan, negeri ini merdeka dan berdiri atas dasar pengorbanan para pejuang sejati dan bukan oleh para pecundang dan pengkianat negeri.
“Kami warga FKPPI di seluruh Indonesia tidak akan gentar dan mundur satu langkahpun dalam menegakkan keadilan dan kebenaran demi negara yang tercinta,” ujarnya.
Sebelumnya, tokoh pergerakan DR Rizal Ramli mengatakan penusukan terhadap Kolonel (Purn.) Sugeng Waras, merupakan tindakan pengecut dan menciderai demokrasi.
“Penusukan Kolonel (Purn.) Sugeng Waras, mantan Dosen Seskoad yang kritis terhadap penyimpangan-penyimpangan kenegaraan, adalah tindakan pengecut dan mencidrai demokrasi. Tangkap pelakunya!,” ujar Mantan Menko Perekonomian, DR. Rizal Ramli di Jakarta, Sabtu (31/12).
Keterangan tertulis dari siaran pers Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada 29 Desember 2022.
Diketahui, sebelum terjadinya musibah penusukan, Kolonel (Purn) Sugeng Waras melaksanakan pertemuan dengan kerabatnya di Alam Wisata Cimahi (AWC). Pukul 14.15 WIB, Sugeng Waras meninggalkan AWC.
Dalam perjalanan pulang, tepatnya di depan pintu gerbang Perum. Gardenia, mobil Honda Jazz silver yang dikendarai korban tiba-tiba dipecah kaca belakangnya oleh seseorang yang belum diketahui namanya.
Kemudian korban berhenti dan turun dari mobil. Saat Sugeng Waras turun dari kendaraan, pelaku langsung menusukan senjata tajam ke arah kedua kaki korban dan langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Tak lama setelah peristiwa itu, melintas satu warga di TKP dan melihat korban tersungkur berlumuran darah. Warga bernama Aditya Ramdani itu lalu menolong korban dengan membawanya ke RS. Cibabat, Kota Cimahi untuk mendapatkan pertolongan.
Korban mengalami luka tusuk di kaki kanan dan dua luka tusuk di kaki kiri. Poda Jabar masih mengusut motif kejahatan tersebut. ***