Nasional

Berhentikan Eltinus Omaleng, Mendagri Tunjuk Johannes Rettob Jadi Bupati Mimika

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 25/05/2024 11:55 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dikabarkan memberhentikan tidak dengan hormat Eltinus Omaleng dari jabatana sebagai Bupati Mimika, Provinsi Papua Tengah masa jabatan 2019-2024.

Keputusan tersebut diambil usai Eltinus Omaleng terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sesuai putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 523 K/Pid.Sus/2024 tanggal 24 April 2024.

Dalam Diktum Kedua Keputusan Mendagri tersebut yang diperoleh media menyatakan menunjuk Johannes Rettob selaku Wakil Bupati Mimika masa Jabatan 2019-2024 untuk melaksanakan tugas dan kewenangan sebagai Bupati Mimika.

Keputusan Mendagri yang ditetapkan pada tanggal 20 Mei 2024 ini mulai berlaku terhitung sejak tanggal 24 April 2024.

Adapun Salinan Surat Keputusan ini telah beredar luas di grup-grup WhatsApp di Kabupaten Mimika.

Profil Johannes Rettob

Sebelumnya, Johannes Rettob berpasangan dengan Eltinus Omeleng pada pilkada serentak 2018, keduanya kemudian terpilih dan dilantik pada 6 September 2019 untuk masa jabatan hingga 2024 ini.

Pascapenetapan Bupati Mimika, Eltinus Omeleng, sebagai tersangka kasus pengadaan barang dan jasa pembangunan gereja Kingmi Mile 32 oleh KPK, Johannes Rettob mengemban tugas baru sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Mimika terhitung 15 September 2022 sesuai surat keputusan Mendagri, Tito Karnavian.

Setelah Eltinus Omeleng resmi menjadi terpidana pascakeputusan MA, Johannes Rettop pun mengemban tugas baru sebagai Bupati Mimika hingga digelar Pilkada Serentak November 2024 ini.

Lahir di Kokonan, Mimika Barat, pada 19 Oktober 1962, Rettob menghabiskan sebagian besar karirnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (ASN) Tekinisi Penerbangan. Itu dilakoni antara lain di Bandara Kemayoran Jakarta dan Bandara Hasan Syarif Pekanbaru.

Di kalangan masyarakat Mimika, Johannes Rettob dikenal sebagai "Bapak Toleransi" karena sikapnya yang terbuka dan mau merangkul semua golongan.

"Pak Rettob sangat dekat dengan rakyatnya. Sebagai Plt Bupati, Beliau sering blusukan untuk menyapa rakyat," ungkap Ekky, dosen sebuah perguruan tinggi di Papua.

Itu sebabnya, tambah Ekky, sejumlah kalangan di Mimika dari akademisi, dunia usaha, hinngu tokoh adat dan tokoh agama, mendorong Jihannes Rettob untuk maju dalam kontestasi Pilkada 2024 nanti.

"Visinya yang kuat tentang keadilan peduli rakyat kecil serta pengalaman birokrasi yang begitu kaya, akan menjadi asset berharga dalam membentuk kebijakan pro-rakyat berbasis keadilan dan kesejahteraan," jelas Ekky.

Artikel Lainnya