Internasional

Yahya Sinwar Diduga Tewas dalam Operasi Gabungan Israel di Gaza

Oleh : donatus nador - Kamis, 17/10/2024 23:36 WIB


Operasi gabungan yang digelar militer Israel bersama dinas rahasia Shin Bet di Jalur Gaza menewaskan tiga warga Palestina. Foto dok/CNN

Yerusalem, INDONEWS.ID-Operasi gabungan yang digelar militer Israel bersama dinas rahasia Shin Bet di Jalur Gaza menewaskan tiga warga Palestina.

Oprasi gabungan ini dilakukan untuk mengejar pemimpin Hamas, Yahwa Sinwar yang selama ini musih nomor satu militer Israel.

Diduga Yahwa Sinwar tewas dalam operasi ini. Militer Israel sedang memastikan kemungkinan tewasnya pemimpin gerakan Hamas Palestina, itu.

Pejabat Militer Israel, dalam pernyataannya, Kamis (17/10), mengatakan bahwa tiga warga Palestina tewas selama operasi gabungan.

"Kami sedang memeriksa kemungkinan bahwa salah satu korban adalah Yahya Sinwar," kata militer Israel, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Diketahui, Agustus lalu Yahya Sinwar dipilih oleh anggota Hamas sebagai kepala biro politik kelompok tersebut.

Dia dipilih sebagai penggantiganti Ismail Haniyeh yang tewas terbunuh dalam serangan di Teheran, Iran, pada 31 Juli 2024.

Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, melihat terpilihnya Sinwar sebagai bukti kekuatan gerakan tersebut.

Sebelum dipilih untuk memimpin biro politik Hamas, Sinwar terpilih sebagai kepala gerakan di Jalur Gaza pada 2017 dan terpilih kembali pada 2021.

Menurut militer Israel, Sinwar salah satu arsitek dari operasi serangan lintas batas “Banjir Al-Aqsa” pada 7 Oktober tahun lalu.

Serangan ini menyebabkan korban nyawa dan militer yang signifikan bagi Tel Aviv dan merusak reputasi layanan intelijen dan keamanan Israel di seluruh dunia.

Menurut Israel, "melenyapkan" Sinwar merupakan salah satu tujuan utama dari perangnya di Gaza saat ini.

 

 

Artikel Lainnya