Pilkada 2020

Wayang Kulit Lakon Lahire Parikesit, Sidarto: Cerminan Kehidupan Kita

Oleh : rio apricianditho - Sabtu, 19/10/2024 23:26 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Wayang kulit menjadi warisan dunia tak benda, kita wajib melestarikan kesenian tersebut, maka gabungan komunitas Wong Jowo Jakarta mengadakan pagelaran wayang kulit "Lahire Parikesit" bersama dalang Ki Sutrisno SE. Menurut anggota Wantimpres, wayang cerminan kehidupan kita, banyak filosi di pagelaran wayang. 

Pagelaran wayang kulit yang mengangkat cerita lahirnya kesatria gagah perkasa dilaksanakan di Warung Solo, Cilandak Timur, Jakarta Selatan, dihadiri calon Gubernur Jakarta Pramono Anung, sekretaris tim pemenangan 03, Aria Bima, ulama Gus Toto, Pemred indonews.id, Asri Hadi, dan ratusan warga Jakarta selatan.

Anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto mengatakan, wayang adalah tontonan dirinya masa kecil, bila menyaksikan pagelaran wayang kulit dirinya selalu di sisi kotak penyimpanan wayang kulit.

dikatakan, lakon yang dibawakan Ki Sutrisno adalah Lahire Parikesit, ini merefleksikan pemilihan Gubernur Jakarta, mungkin saja 'Parikesit' itu kelahiran Kediri yang akan membawa kesejahteraan masyarakat Jakarta.

"Orang yang lahirnya bulan Juni itu sebagai pemimpin, seperti bung Karno lahir Juni, pak Harto, Juni, presiden Jokowi juga Juni, lalu Pramono yang lahir di bulan Juni", ungkapnya.

Menurutnya, bila terpilih jadi Gubernur Jakarta, Pramono bisa seperti Jokowi menjadi RI-1. Jokowi hanya 11 bulan langsung RI-1, 4 tahun kedepan Pramono bisa RI-1. "Dulu saya bawa Jokowi kemana-mana, saat ini saya juga kenalkan Pramono kemana-mana, siapapun saya minta untuk dukung Pramono", tambahnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Sidarto mengingatkan masyarakat agar mengajak orang-orang terdekat mendukung Pramono yang punya rekam jejak yang baik, 25 tahun sebagai pejabat publik tak pernah ada kabar negatif tentang Pramono.

Sementara Pranomo selaku calon Gubernur di Pilkada Jakarta tak sependapat dengan Sidarto, Pramono hanya ingin menjadi Gubernur, karena pencalonan dirinya sebagai calon Gubernur bukan Pramono yang meminta tapi atas kehendak partai.

"Saya kalau bekerja tidak setengah-setengah, harus saya tuntaskan. Jadi keinginan pak Sidarto terus ke RI-1 saya kira tidak, cukup Gubernur", ungkapnya menyambut keinginan Sidarto.

Artikel Lainnya