Internasional

Di Forum BRICS, India Singgung Situasi Perang Berkecamuk di Gaza

Oleh : donatus nador - Kamis, 24/10/2024 21:41 WIB


Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS (Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selata) ke-16 berlangsung selama tiga hari di kota Kazan, Rusia, dimulai pada Selasa (22/10). Foto ilustrsi
Jakarta, INDONEWS.ID- Situasi perang Israel Gaza mendapat perhatian di forum BRICS yang berlangsung di Kazan, Rusia, Kamis.

India, salah satu negara yang turut hadir dalam  KTT BRICS ikut membahas kekhawatiran meluasnya perang di Gaza.

“Ada kekhawatiran yang meluas bahwa konflik akan menyebar lebih jauh di wilayah tersebut,” kata Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar dalam Sesi Outreach BRICS.

Diketahui, saat KTT BRICS berlangsung, Israel terus membombardir Lebanon dan Gaza Utara mengejar musuh merek, yakni milisi Hamas.

Jaishankar menyampaikan peringatan, ketika Israel terus melakukan pemboman udara di Lebanon sejak 1 Oktober tahun ini yang telah menewaskan lebih dari 2.500 orang.

“Situasi di Timur Tengah, Asia Barat bagi kami, adalah kekhawatiran yang dapat dipahami,” ucapnya merujuk pada perang Israel di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 42.800 warga Palestina.

Menurut dia, konsekuensi kemanusiaan dan material dari eskalasi lebih lanjut sangatlah serius.

Sehingga, pendekatan apa pun harus adil dan tahan lama, serta mengarah pada solusi dua negara.

Menlu India itu mencatat bahwa perdagangan maritim di wilayah itu telah terdampak signifikan di tengah serangan yang dilakukan oleh kelompok Houthi terhadap kapal-kapal yang bergerak menuju Israel,

Tentara Israel telah melanjutkan serangan dahsyat di Jalur Gaza sejak serangan Hamas tahun lalu, meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera.

Diketahui, lebih dari 42.800 orang telah tewas, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan lebih dari 100.500 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.

Upaya mediasi yang dipimpin oleh AS, Mesir, dan Qatar untuk mencapai gencatan senjata di Gaza dan kesepakatan pertukaran tahanan antara Israel dan Hamas telah gagal

Sebab pemimpin Israel Benjamin Netanyahu menolak untuk menghentikan perang.

Serangan Israel di Gaza telah membuat hampir seluruh populasi di wilayah tersebut mengungsi di tengah blokade yang sedang berlangsung.

Ini menyebabkan kekurangan parah terhadap makanan, air bersih, dan obat-obatan.

 

Artikel Lainnya