Nasional

Menko Airlangga Dorong Kolaborasi Stakeholder Jadikan Indonesia Produsen Global untuk Semikonduktor dan Inovasi di Bidang AI

Oleh : Rikard Djegadut - Rabu, 15/01/2025 16:20 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong kolaborasi dan sinergitas seluruh stakeholder terkait untuk menjadikan indonesia sebagai produsen yang berperan aktif dalam rantai pasokan semikonduktor global, serta mengembangkan kapasitas riset dan inovasi dalam bidang Artificial Intelligence (AI). Sinergi seluruh pihak agar dapat mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih cerdas, produktif, dan sejahtera ini sejalan dengan visi Pemerintah.

“Pemerintah melihat bahwa sektor digital dan AI menjadi kunci, dan kalau kita mau menjadi global supply chain, kita harus jumpstart. Indonesia harus menggunakan SDA atau resources kita sebagai leverage ke depan, kedua juga harus menggunakan leverage ekonomi digital dalam negeri, dan harus memperlihatkan kualitas sumber daya manusia kita terutama untuk back-office,” tutur Menko Airlangga dalam acara Seminar Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) bertema “Semikonduktor dan AI sebagai Penggerak Revolusi Teknologi Masa Depan” di Jakarta, Rabu (15/01).

Hal ini sejalan dengan visi Pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai produsen yang berperan aktif dalam rantai pasokan semikonduktor global, serta mengembangkan kapasitas riset dan inovasi dalam bidang AI. Dalam hal ini diperlukan sinergi seluruh pihak agar dapat mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih cerdas, produktif, dan sejahtera.

Dalam konteks global, Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Pada 2030, AI diperkirakan akan berkontribusi hingga USD15,7 triliun melalui peningkatan produktivitas dan konsumsi. Selain itu, AI juga dapat meningkatkan PDB Asia Tenggara sebesar USD1 triliun pada 2030, dengan kontribusi Indonesia hingga 40% atau setara USD366 miliar.

“Semikonduktor dan AI memiliki peran penting untuk perkembangan teknologi dan masa depan dunia. Saya senang karena ini ada dua hal yang dikombinasikan, yaitu antara hardware dan software. Memang tidak ada AI tanpa semikonduktor dan tidak ada semikonduktor yang sekarang tanpa AI, dan ini bergerak beriringan,” ujar Menko Airlangga.

Lebih lanjut, kemajuan AI juga tergantung pada kapasitas komputasi data center yang bergantung pada semikonduktor. Berdasarkan laporan McKinsey, permintaan global terhadap semikonduktor pada 2030 diproyeksikan mencapai USD1 triliun, didominasi oleh sektor data center (33%), komunikasi nirkabel (26%), dan otomotif (14%).

Seiring dengan hal tersebut, permintaan semikonduktor di dalam negeri juga meningkat. Untuk memanfaatkan potensi tersebut, Pemerintah telah menargetkan produksi EV roda empat sebanyak 600 ribu unit pada 2030, sementara produksi ponsel genggam serta tablet juga telah mencapai 40,2 juta unit pada 2022. Di sisi lain, Indonesia masih sangat bergantung pada impor semikonduktor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Nilai impor diproyeksikan terus meningkat secara signifikan dan mencapai sekitar USD22,31 miliar pada 2045.

Saat ini, Pemerintah tengah menyusun roadmap ekosistem semikonduktor yang komprehensif dengan melibatkan berbagai stakeholders terkait. Roadmap ini diharapkan dapat menjadi acuan dan dasar penciptaan ekosistem industri semikonduktor ke depannya. Perkembangan semikonduktor dan AI juga membutuhkan sumber daya manusia (SDM) atau talenta digital yang terampil, namun jumlahnya saat ini masih sangat terbatas.

Respons terhadap fenomena tersebut diupayakan melalui penciptaan talenta terampil, yakni antara lain Pemerintah telah mengukuhkan kerja sama strategis dengan perusahaan-perusahaan digital, melalui kolaborasi melalui penyediaan beasiswa Career Certificates AI Essentials. Selanjutnya, akan dilaksanakan kemitraan lainnya dalam hal data analyticcloud computing, serta network and cyber security.

Pemerintah juga sedang melakukan penjajakan kerja sama beasiswa dengan perguruan tinggi luar negeri seperti Arizona States University dan Purdue University di Amerika Serikat, serta melakukan program magang di bidang IC design dengan industri, pendanaan untuk riset pengembangan produk semikonduktor, serta penyusunan standar kompetensi kerja nasional SDM semikonduktor.

Turut hadir dalam acara ini di antaranya yakni Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Satryo Brodjonegoro, Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Daniel Murdiyarso, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo, Tim Asistensi Menko Perekonomian Hammam Riza, Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian Setia Diarta, Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Widyasanti, dan Kepala Perpustakaan Nasional E. Aminudin Aziz.

Artikel Lainnya