Nasional

Tingkat Kemampuan Digital Pekerja Indonesia Rendah, Menaker Ajak Mahasiswa Polteknaker Miliki Multikompetensi

Oleh : very - Selasa, 11/02/2025 13:28 WIB


Menaker Ketenegakerjaan Yassierli memberikan kuliah umum pembukaan perkuliahan semester genap 2024 - 2025 Politeknik Ketenagakerjaan (Poltkenaker) bertema `Adaptasi Kecerdasan Artifisial (AI) : Strategi Peningkatan Produktivitas dalam Transformasi Tenaga Kerja` di kampus Polteknaker, Jakarta, Senin (10/2/2025). (Foto: Humas Kemnaker)

Jakarta, INDONEWS.ID - Menaker Ketenegakerjaan Yassierli memberikan kuliah umum pembukaan perkuliahan semester genap 2024 - 2025 Politeknik Ketenagakerjaan (Poltkenaker) bertema `Adaptasi Kecerdasan Artifisial (AI) : Strategi Peningkatan Produktivitas dalam Transformasi Tenaga Kerja` di kampus Polteknaker, Jakarta, Senin (10/2/2025).

Dalam paparannya, Yassierli mengatakan tingkat skill digital pekerja Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan benchmark (tolok ukur) negara-negara maju yang baru mencapai 19 persen. Sementara pekerja Indonesia yang memiliki skill digital spesifik atau advance hanya 6 persen.

"Dibandingkan negara lain, kita kalah sepertiga hingga seperempatnya. Ini menjadi tantangan bahwa teknologi digital itu harus menjadi kompetensi yang kita miliki semua,"  katanya.

Ditegaskan Yassierli, skor world digital competetitivness pekerja Indoneia juga  masih tergolong rendah yakni 61 persen. Indonesia menempati rangking 43 dari 67 negara di dunia dan peringkat 11 dari 14 negara di Asia. "Rendahnya skor world digital yang rendah ini berdampak pada produktivitas tenaga kerja kita yang masih rendah," katanya.

Untuk itu, Yassieli memotivasi ratusan mahasiswa Polteknaker untuk terus berinteraksi dan menyiapkan diri di era digital dengan memiliki kompetensi yang diharapkan industri dan dunia kerja.

Mahasiswa juga harus dapat berpacu, bersaing, untuk memenuhi kompetensi industri di era digital yang serba cepat berubah dan penuh dengan ketidakpastian di era Vuca (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) ini.

Yassierli menekankan teknologi menjadi kemestian yang  dikuasai oleh mahasiswa, termasuk AI. "Adik-adik mahasiswa harus memiliki curiosity (keingintahuan yang besar) dan jangan diblok mindset-nya. Tapi harus diubah dari fixed mindset (kepribadian/karakter bersifat pasif) menjadi growth mindset (kepribadian/karakter bisa dikembangkan), " katanya.

Yassierli juga meminta agar mahasiswa Polteknaker tak cukup hanya memiliki satu kompetensi (Relasi Industri, Manajemen SDM, dan K3), melainkan  harus multikompetensi. Kompetensi kedua adalah terkait teknologi teknologi (AI/Komputer) dan ketiga yakni softskill, kemampuan untuk berinteraksi dan memahami orang lain. "Kalau tiga kompetensi ini dimiliki, saya yakin masa depan adik-adik cerah, " ujarnya.

Usai Orasi Ilmiah, Yassierli menandatangani prasasti sekaligus meresmikan tiga Gedung di kampus seluas 1,8 hektar yang terletak di kawasan Ciracas, Jakarta Timur tersebut. Yakni terdiri dari Gedung Perkuliahan, Perpustakaan dan Kantin bagi mahasiswa Polteknaker.

Sementara Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi meyakini Polteknaker ke depan, akan menjadi institusi pendidikan vokasi yang memiliki jawaban konkret dan siap berkembang untuk menjadi lembaga pendidikan tinggi yang kredibel. *

Artikel Lainnya