Ulaanbaatar, INDONEWS.ID - Kualifikasi Piala Dunia Catur 2025 Zona 3.3 dibuka resmi sore hari tadi oleh Kepala Staf Presiden Mongolia, Gombojav Shandansatar.
Ketua FIDE Zona 3.3 GM Utut Adianto dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Asosiasi Catur Mongolia yang telah menggelar pertandingan kualifikasi Catur yang akan ikut menggairahkan pertandingan Catur di Zona 3.3 yang mewakili 700 juta jiwa penduduk di kawasan. "Selain mendorong prestasi Catur, panitia juga telah menghadirkan folklor tradisional yang sunggug memukau," ujar GM Utut Adianto dalam sambutannya. Ia tak lupa menyampaikan rasa hormatnya kepada pecatur tua Mongolia yang khusus dihadirkan sebagai tamu kehormatan bersama Grandmaster Asia pertama, Eugene Torre.
Tujuh negara, Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam, Hongkong, Filipina, dan Mongolia bertarung untuk merebut dua tempat di Piala Dunia bagi kelompok pria (Open Category) dan satu tempat bagi kelompok wanita.
Agar memenuhi syarat kualifikasi, mereka akan bertarung dalam 9 babak untuk menentukan siapa yang terbaik. Pemenang pertama dan kedua kelompok pria akan memperoleh hadiah uang USD 2200 untuk juara pertama dan USD 1800 untuk juara kedua dan keduanya berhak mengikuti Piala Dunia Oktober-November mendatang. Di pihak wanita hanya juara pertama yang dikirim ke Piala Dunia setelah mendapat hadiah sebesar USD 1500.
Usai pembukaan, babak pertama pun digelar. Meja satu diwakili seeded pertama dari Singapura Yingjao Tin. Dari Indonesia, IM Yoseph Theofilus Taher bertarung di meja 3, GM Novendra Priasmara di meja 7, FM Satria Duta Cahaya di meja 12, dan IM Nayaka Budi Darma di meja 15. Di kelompok wanita, WIM Laysa Latifah bertarung di meja 7. Sedangkan Shafira Devi Harfesa berada di luar 16 besar.
Setelah babak pertama selesai, 4 pecatur berhasil menang (Yosep, Nayaka, Laysa, dan Shafira), satu imbang (GM Novendra), dan satu kalah (Satria Duta)
Usai pertandingan GM Utut Adianto menyesalkan tak ada pemain yang membawa papan Catur untuk menganalisis permainan mereka. "Sangat berbeda melihat gerakan bidak Catur di small screen dengan memainkannya sendiri di papan Catur," tuturnya. Meskipun demikian dia berharap tim Indonesia terus bergerak maju sebagai ksatria yang pantang menyerah untuk merebut tempat di Piala Dunia seperti pernah dilakukannya, juga oleh GM Susanto Megaranto dan WGM Medina Warda Aulia (MGA)