Olah Raga

Tumbang Disapu PSIM 0-1, Persebaya Langsung ke Dasar Klasemen Super League

Oleh : donatus nador - Sabtu, 09/08/2025 09:20 WIB


Persebaya Surabaya memulai turnamen Super League 2025-2026 dengan hasil minor saat melawan PSIM Yogyakarta di pekan pertama.

Jakarta, INDONEWS.ID - Persebaya Surabaya memulai turnamen Super League 2025-2026 dengan hasil minor saat melawan PSIM Yogyakarta di pekan pertama.

Celakanya, kekalahan 0-1 terjadi di kandang sendiri di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, duel pada Jumat keramat (8/8/2025).

Lawan tandingnya juga tim tamu yang baru pertama kali mencicipi laga di kasta tertinggi Super League.

Jadi PSIM Yogyakarta merupakan tim promosi yang baru mengalami gegap gempita sepak bola kasta teratas setelah 19 tahun hanya bermain di kasta rendah.

Di laga perdananya, mereka menghadapi Persebaya yang musim 2024-2025 finis di peringkat ke-4 klasemen Liga 1.

Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, di hadapan suporter fanatik Bonek (bondo nekat), PSIM Yogyakarta bermain apik dan tenang.

Laga dibuka dengan seremoni kick off simbolis oleh Menpora Dito Ariotedjo. Usai seremonial, kedua tim langsung berjibaku.

Ambisi kedua pelatih, yang semuanya pelatih anyar, tampak dari taktik yang mereka mainkan.

Eduardo Perez, pelatih Persebaya memainkan formasi 4-3-3. Untuk mewujudkan ambisinya di laga debut, dia memainkan Mihailo Perović, pemain asal Montenegro sebagai penyerang tengah.

Untuk sayap kanan dan kiri, pelatih asal Spanyol itu memilih Risaldi dan Bruno. Namun sepanjang babak pertama, trio andalan Perez tidak bertaji.

Pertahanan skuad PSIM Yogyakarta cukup solid. Pelatih anyar asal Belanda, Jean Paul van Gastel juga menerapkan 4-3-3 untuk mewujudkan ambisinya.

Namun trio Corve, Haljeta dan Vidal tidak bisa berbuat banyak pada 45 menit pertama. Bajul Ijo, julukan Persebaya-  hampir mencetak gol ketika Dejan Tumbas tak terjaga di kotak terlarang.

Menyambut sebuah umpan silang, dia melepaskan sepakan keras. Namun, kiper PSIM Cahya Supriadi melakukan penyelamatan gemilang.

Pada menit ke-28, giliran penyerang PSIM Nermin Haljeta mengancam gawang tuan rumah. Namun tendangan keras dari jarak dekat digagalkan kiper Ernando Ari.

Tidak ada gol di babak pertama atau berakhir  berakhir 0-0. Kembali dari ruang ganti, kedua tim l berupaya membongkar pertahanan masing-masing.

Gali Freitas yang baru turun dari bangku cadangan lalu membongkar pertahanan PSIM.

Dia member umpan terobosan datar rendah ke arah sesama pemain pengganti Rizky Dwi pada menit ke-77.

Namun penyelesaian gagal. Masuk menit akhir, PSIM memberi kejutan dengan mencetak gol kemenangan pada menit 90+2.

Norberto Ezequiel Vidal, pemain 30 tahun asal Argentina menjadi pahlawan bagi tim. Kemenangan ini membawa mereka ke peringkat 2 klasemen Super League dengan 3 poin.

Sementara tuan rumah Persebaya, kekalahan ini membuatnya terbuang ke dasar klasemen di peringkat 18.

Artikel Lainnya