Jakarta, INDONEWS.ID – Ribuan massa aksi yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bersama elemen masyarakat menggelar unjuk rasa di depan Gedung Polda Metro Jaya, Jumat (29/8/2025). Mereka menuntut transparansi dalam kasus kematian Affan Kurniawan, driver ojek online yang tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.
Pantauan di lapangan sekitar pukul 17.18 WIB, massa membakar barier pembatas dan pagar depan Polda Metro. Mereka juga berusaha merusak CCTV yang mengarah ke Jalan Sudirman. Aksi itu menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Sudirman lumpuh total.
Dalam orasinya, massa menuntut agar nama terang tujuh anggota Brimob yang diduga terlibat dalam insiden tewasnya Affan disebutkan secara jelas, bukan hanya sebatas inisial. “Sebut nama, sebut nama, sebut nama!” teriak massa.
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri sempat mendatangi massa sekitar pukul 16.50 WIB. Namun, kedatangannya disambut sorakan demonstran yang mendesak pengusutan kasus dilakukan secara terbuka.
Tak lama kemudian, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purwono juga menemui pengunjuk rasa. Ia memastikan pihaknya sudah menahan tujuh anggota Brimob terkait kasus tersebut. “Kejadian itu sama-sama tidak kita inginkan. Kami sampaikan, Bapak Kapolda menyampaikan komitmen kasus ini akan diusut tuntas. Hari ini juga ketujuh tersangka sudah disel dan diproses,” tegas Dekananto.
Ia mengajak seluruh pihak untuk turut mengawal jalannya proses hukum agar berjalan transparan. Selain itu, Polda Metro Jaya juga berkoordinasi dengan jajaran untuk membebaskan massa yang sempat diamankan.
“Teman-teman mahasiswa sahabat kami, saya apresiasi. Terima kasih atas nama keluarga besar Polda Metro. Kami menghargai dan menghormati kehadiran teman-teman,” ujarnya.