Jakarta, INDONEWS.ID--Timnas Argentina mengakhiri laga matchday 18 atau laga penutup kualifikasi Piala Dunia Zona CONMEBOL dengan hasil negatif.
Melawan Ekuador di laga terakhir, La Albiceleste kalah 1-0. Kekalahan ini memang tidak mempengaruhi posisi Argentina di klasemen akhir.
Pasukan Lionel Scaloni itu tetap kokoh di puncak dengan mengoleksi 38 poin.
Mereka juga sudah dinyatakan lolos ke Piala Dunia 2026 lebih dulu beberapa pekan sebelumnya.
Yang menarik dari laga penutup ini adalah kekalahan dikaitkan dengan absennya mega bintang Lionel Messi.
Absennya Messi menjadi teka-teki yang dikaitkan dengan suasana baru biru dan tetesan air mata Messi saat laga sebelumnya.
Kala itu, La Albiceleste melakoni laga matchday 17 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONMEBOL melawan Venezuela, Jumat (5/9/2025).
Saat pemanasan sebelum duel tersebut, mata Lionel Messi tampak berkaca-kaca.
Dia tak kuasa menahan air mata saat menatap puluhan ribu penonton yang menyorakinya di tribun Stadion Monumental.
Laga itu serasa persembahan spesial dari Messi untuk penggemar dan sebaliknya. Pelatih Scaloni menyambut gol bukan dengan sorak tapi menahan air mata.
Ekspresi wajahnya terharu menyaksikan Messi bermain sempurna. Gemuruh nama Messi tak henti saat mencetak 2 gol indah ke gawang tim tamu.
Tak heran sepanjang laga, para pendukung Timnas Argentina menyanjung dan menyoraki nama La Pulga (Si Kutu).
Sanjungan berlanjut saat laga usai. Messi mendapat penghormatan atas dedikasinya selama ini.
Maka laga itu serasa momen perpisahan dan penutup Messi bersama Timnas Argentina.
Lalu dikuatkan oleh pernyataan yang pernah dia lontarkan sebelumnya. Bahwa dirinya ragu bisa tampil di Piala Dunia 2026 karena faktor usia.
"Seperti yang saya katakan sebelumnya tentang Piala Dunia, saya rasa saya tidak akan bermain lagi," kata Messi, dikutip dari cuitan @AlbicelesteTalk.
"Itu karena usia saya, hal yang paling logis adalah saya tidak akan tampil. Tapi ya, kita hampir sampai, jadi saya bersemangat dan termotivasi untuk bermain,” lanjutnya.
Maka jadilah momen dan pernyataan disebut-sebut sebagai perpisahan Messi dengan Timnas Argentina.
Terkait ini, Angel Di Maria menyampaikan penjelasan menurut versinya sebagai teman satu timnas yang sudah lama mengenal Messi. L
Menurut Angel Di Maria, laga itu bukan perpisahan Lionel Messi dari Timnas Argentina. Di Maria tidak yakin La Pulga memutuskan pensiun dari tim nasional.
Di Maria menjelaskan jika momen di Stadion Monumental terjadi karena Messi menjalani laga terakhirnya di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONMEBOL di hadapan pendukungnya sendiri.
“Leo belum pensiun. Itu adalah kualifikasi terakhirnya di kandang, tetapi dia masih memiliki Piala Dunia di depannya dan pasti akan bermain lebih banyak lagi,” ucap Di Maria dilansir dari beIN Sports.
Dia menegaskan bahwa momen itu bukanlah momen perpisahan. Ia pun sudah berbicara dengan Messi dan sahabatnya itu justru senang karena Argentina masih memiliki turnamen.
“Bagi saya, itu bukan perpisahan. Itulah mengapa saya tidak pergi. Saya sudah bicara dengannya dan saya senang dia masih punya turnamen lain untuk dimainkan,” tambahnya.
Di Maria menilai Messi masih memiliki banyak tenaga tersisa yang bisa diberikan untuk La Albiceleste di Piala Dunia 2026.