Jakarta, INDONEWS.ID - Jakarta mulai mengukuhkan diri sebagai kota cinema, Oktober jadi bulan festival film di kota ini. Festival Film Madani bertema Misykat yang mengkhususkan memutar film bernuansa Islami, dari 1.437 tersaring 15 film yang siap bertarung di ajang tersebut, salah satunya arahan sutradara perempuan asal Palestina.
Festival sendiri akan digelar 8 - 12 Oktiber di 4 cinema yaitu, XXI Epicentrum, Taman Ismail Marzuki, XXI Metropole, dan Universitas Binus Alam Sutera. Sehari menjelang pembukaan panitia FFM menggelar jumpa pers di TIM, dengan pembicara Rony, Inayah Wahid, dan Garin Nugroho melalu rekaman video, Selasa (07/10).
Inayah Wahid mengatakan, ada banyak pilihan yang bisa kami lakukan, lalu kita ambil madani karena ada beberapa hal yang signifikan. Yaitu pentingnya perubahan kebudayaan kita, yang mungkin kita rasakan suram baik konteks lokal maupun dunia, atau bahasa umumnya 'sedang tidak baik-baik saja'.
Menurutnya, kita tidak bisa berdiam diri, atau membiarkan hal itu begitu saja, lalu para tokoh kebudayaan menyarankan kita perlu gerakan kebudayaan yang masif karena apa yang terjadi itu tidak tiba-tiba muncul harus dilakukan sebuah aksi. "Kita tidak bangun di situasi hari ini begitu saja, tapi dibangun dibangun dalam proses panjang", tambahnya.
"Hari ini ada campur tangan kebudayaan yang besar, hari kita tidak temukan lagi di jalan yang pakai tot, tot.., wut, wut.. Karena itu saya rasa madani sebuah platform yang bisa berada di titik itu juga", tandasnya.
Maka kami mengangkat tema Misykat bukan cahaya diatas cahaya tapi celuk kecil dari sebuah cahaya, inilah harapan kami menjadi celuk-celuk kecil yang menjadi cahaya besar. Dan ada beberapa platform yang bisa dijalankan, sebagai sebuah platform dia menjadi ruang aman.
Sementara Garin Nugroho melalui rekaman video mengatakan, bila kita perhatikan sebuah film ada gelap dan terang, namun kita harus fokuskan di satu sisi yaitu gambaran hidup, hiduo dan memghidupi. inilah yang menjadi tema celuk cahaya, seperti yang dikatakan Al Gazali.
Menurutnya, film adalah melukis dengan cahaya dan film adalah gambaran hidup, kita diantara dua ceruk, gelap dan terang dan selayaknya kita memberi terang seperti film-film yang telah terpilih dalam Madani Film Festival.