Jakarta, INDONEWS.ID - Film nasional terus memperbaiki diri, tak lagi sekedar tayangan tapi mulai digarap serius sabagai industri. Film lanjutan kita kerap gagal, atau tak sebaik film pertamanya tapi itu tidak untuk " Agak Laen: Menyala Pantiku". Mungkin juga bukan lanjutan pertama karena cerita tak berhubungan dengan film pertama tapi pemainnya masih sama, bisa jadi memakai judul yang sama ingin mengekor kesuksesan film pertama dan berhasil.
Film produksi Imajinari dengan sutradara Muhadkly Acho mengajak media dan komunitas film menyakskkan tayangan perdana di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta. Hadir sejumlah pemain antara lain Boris Bokir, Bene Dion, Indra Jegel, Oki Rengga, Aryo Wahab, Priska Baru Segu, sutradara, dan produser Ernes Prakarsa.
Kekuatan film Agak Laen Menyala Pantiku ada pada penulisan skenario dan mampu diwujudkan dalam gambar, kebetulan penulis dan pengarah pemain adalah orang yang sama, Muhadkly Acho. Film bergaya komedi situasi, mengalir santai namun dari scene per scene mengundang tawa penonton.
Selain penulisan skenario yang apik, film ini juga didukung para stand up komedi yang sudah punya banyak jam terbang di film nasional. Tak heran bila "Menyala Pantiku" adegannya penuh tawa meski ada beberapa scene berbalut kesedihan, dimana penonton ikut meneteskan air mata.
Film ini mengkisahkan 4 anggota Polisi yang ditugaskan mencari pembunuh anak Walikota, tapi mereka terus gagal menemukan pelakunya. Di adegan pembuka mereka berhasil meringkus orang yang diketahui sebagai gembong narkoba, ibarat film laga perkelahian dengan benda keras jadi awal film yang menggiring penonton ke 4 tokoh film tersebut.
Kegagalan mereka membuat sang Komandan geram, tak hanya gagal mereka juga bikin ponakan Kapolres babak belur digebukin 4 sekawan itu. Ternyata ponakan Kapolres juga Polisi tengah menyamar sebagai anggota sindikat narkoba, akibatnya mereka diskor dan tak boleh lagi ikut kasus pengungkapan pembunuh anak Walikota.
Selama diskor ke-4 nya sibuk dengan urusan masing-masing, Boris (Boris Bokir) ngurusi perceraianya, kala sidang ia ditemani Oki (Oki Rangga) ia menjadi pengasuh puteri Boris kala kedua orangtuanya di ruang sidang. Sementara Jegel dan Bene kembali ke keluarga masing-masing.
Cerita berlanjut, ada info bahwa si pelaku bersembunyi di panti jompo, mereka diminta meyelidiki ke sana mengganti rekan seprofesi mereka yang gagal menjadi pegawai di panti jompo itu. Penyamaran mereka ke sana sempat ditolak Kapolres karena catatan buruk yang selalu gagal dalam tugas.
Mereka boleh menyusup asal berani dengan resikonya, gagal mereka dipecat dan Komandan mereka dimutasi,meski mereka harapan satu-satunya menyusup ke panti jompo.
Pemilik panti bernama Linda berdarah Batak, satu suku dengan Bene. Dengan koneksi Batak-nya akhirnya keduanya diterima sebagai pegawai di panti itu. Sedangkan Boris dan Oky juga berhasil menyusup sebagai pasangan suami isteri asal Sumatera Utara.
Di Panti itulah, tawa penonton tak henti-hentinya bikin suasana studio makin gaduh, apalagi saat scene Boris dan Oki harus berciuman mesra dihadapan penghuni panti, atas permintaan Linda Boru Rajaguguk pemilik panti yang ingin mengenang orangtuanya saat merayakan anniversary pernikahan mereka, seperti alasan kepergian 4 sekawan saat tengah malam.
Agak Laen Menyala Pantiku layak dinanti, penonton bakal dipuaskan dengan film ini. Bukan sekedar komedi tapi ada balutan kisah tragis kehilangan anak akibat perceraian, dan laga yang bukan kaleng-kaleng. 27 November 2025, Agak Laen Menyala Pantiku tayang di cinema, jadilah yang pertama, karena film ini full hiburan.