Jakarta, INDONEWS.ID--Duel babak 16 besar Copa del Rey 2025-202 yang mempertemukan Albacete dan Real Madrid berakhir dengan hasil mengejutkan.
Pasalnya, duel yang digelar di Estadio Carlos Belmonte, Kamis (15/1) kick off pukul 03.00 WIB itu di luar prediksi.
Real Madrid dari tim papan atas, peringkat 2 La Liga dikalahkan oleh Albacete dari Segunda División (kasta kedua) yang saat ini menempati peringkat 17.
Gol kemenangan Albacete dicetak oleh Villar pada menit 42 dan Betancor dua gol dicetak pada menit 82 dan 90+4.
Sementara gol Madrid dicetak oleh Franco Mastantuono pada menit 45+3 dan Gonzalo Garcia pada 90+1.
Dengan kekalahan ini Madrid tersingkir dari perebutan trofi Copa del Rey lebih awal.
Kegagalan ini menyusul kekalahan Madrid dari Barcelona di final Piala Super Spanyol.
Dengan kekalahan ini, masih kah Madrid bersaing di La Liga dan Liga Champions?
Kekalahan ini menunjukkan Madrid sedang dalam masalah internal serius.
Madrid memang jalani laga Copa del Rey dengan kondisi fisik yang belum ideal usai tampil di Piala Super Spanyol.
Mereka menang 2-1 atas Atletico Madrid pada semifinal. Kemudian kalah 2-3 dari Barcelona di partai final.
Kekalahan tersebut berbuntut perubahan besar di kursi pelatih.
Xabi Alonso resmi meninggalkan jabatan pelatih kepala pada awal pekan ini.
Sebagai pengganti sementara ditunjuk Alvaro Arbeloa. Pelatih baru ini harus menelan pil pahit akibat kondisi internal.
Kalah 3-2 dari tim peringkat 17 kasta kedua Liga Spanyol merupakan pukulan telak bagi Los Blancos.
Sebab dalam laga ini, meski skuad tidak ditopang Kylian Mbappe, lini depan masih ditopang penyerang andal.
Ada Vinicius, Franco Mastantuono dan Gonzalo Garcia di lini depan. Dua nama terakhir mencetak gol, hanya Vinicius tidak mencetak gol.
Padahal sebelumnya Madrid diprediksi akan menang mudah karena punya modal sejarah yang kuat.
Los Blancos belum pernah kalah dari Albacete dalam 14 pertemuan sebelumnya.
Pertemuan terakhir pada April 2005 juga berakhir dengan kemenangan Madrid 2-1.
Albacete berada di posisi yang kontras. Klub divisi 2 itu sedang berjuang menjauh dari zona degradasi, dengan 24 poin dari 21 laga.
Mereka menempati peringkat ke-17, hanya unggul satu poin dari batas bawah.
Namun yang tidak diantisipasi Madrid bahwa performa Albacete di Copa del Rey menunjukkan tren bagus.
Tercatat, mereka menyingkirkan San Fernando, Leganes, dan Celta Vigo untuk mencapai fase ini.
Kemenangan adu penalti atas Celta menunjukkan mental yang cukup teruji. Modal itu yang mereka bawa saat menghadapi raksasa La Liga.
Dan ternyata, modal itu cukup bagus dan bertepatan di saat Madrid sedang mengalami guncangan internal.
Langkah Albacete kini berlanjut ke perempatfinal. Ini mengulangi lolos perempat final Copa del Rey pada musim 1994-1995.