Jakarta, INDONEWS.ID--Demi menjaga persaingan di papan atas Eredivisie, Ajax Amsterdam mengambil langkah jitu.
Salah satunya dengan merekrut Maarten Paes dari FC Dallas, klub yang bermain di Major League Soccer (MLS).
Kembalinya kiper Timnas Indonesia ke kompetisi domestik Belanda dinilai langkah tepat.
Sebelumnya, posisi penjaga gawang tidak menjadi prioritas. Namun manajemen klub mengamankan tanda tangan Paes demi stabilisasi tim di masa depan.
Keputusan Ajax merekrut Paes didasari oleh kebutuhan mendesak untuk mengamankan sektor penjaga gawang untuk jangka panjang.
Saat ini, gawang Ajax dikawal oleh Vitezslav Jaros. Namun kiper tersebut hanya berstatus pinjaman yang akan kembali ke klub asalnya, Liverpool, setelah musim ini berakhir.
Selain faktor Jaros, Ajax juga menghadapi ketidakpastian dengan kiper senior mereka, Remko Pasveer yang telah menginjak 42 tahun.
Pasveer sebelumnya mengindikasikan akan gantung sarung tangan atau pensiun setelah kompetisi musim ini selesai.
Maka kehadiran Paes diproyeksikan untuk mengisi kekosongan yang akan ditinggalkan oleh kedua kiper tersebut.
Ajax membutuhkan sosok kiper yang berpengalaman namun masih memiliki masa karier yang panjang untuk menjadi tumpuan pertahanan terakhir klub dalam beberapa tahun ke depan.
Ajax secara resmi mencapai kesepakatan untuk memboyong Maarten Paes.
Kiper Timnas Indonesia ini dikontrak 3,5 tahun sebagai investasi jangka panjang klub.
Media Belanda melaporkan, kiper berusia 27 tahun tersebut akan segera menandatangani kontrak berdurasi tiga setengah tahun di Johan Cruijff Arena.
Kesepakatan ini akan mengikat Paes di Amsterdam hingga pertengahan tahun 2029.
Disebabkan, Ajax mengeluarkan biaya transfer yang dilaporkan melebihi satu juta euro.
Angka ini sesuai nilai pasar Paes yang ditaksir mencapai 1,5 juta euro menurut data Transfermarkt.
Proses administrasi dan penandatanganan kontrak dikabarkan sudah siap untuk segera dirampungkan.
Ajax sendiri yakin Paes akan sangat membantu dalam kompetisi domestik di mana saat ini Ajax menempati peringkat 3 klasemen.
Paes sejatinya bukanlah wajah baru di sepakbola Belanda.
Kiper timnas Indonesia itu memulai debut profesionalnya sebagai kiper di NEC Nijmegen pada 2016. Pada 2018 ia pindah ke FC Utrecht.
Namun setelah beberapa musim di Eredivisie, ia pindah ke MLS Amerika Serikat pada Januari 2022.
Awalnya sebagai pemain pinjaman sebelum dipermanenkan oleh FC Dallas.
Selama berkarier di Major League Soccer (MLS), performa Paes sangat konsisten. Ia tercatat tampil sebanyak 114 kali untuk FC Dallas.
Dari total penampilan tersebut, ia berhasil menorehkan catatan impresif dengan 23 kali clean sheet atau tanpa kebobolan.
Dengan pengalaman bermain di dua benua berbeda, Paes dinilai memiliki kematangan mental dan teknis.
Itu yang dibutuhkan Ajax untuk kembali bersaing di level tertinggi kompetisi sepakbola Belanda.
Lantas siapakah sosok yang turut melancarkan proses mendatangkan bintang MLS itu?
Dia adalah Jordi Cruyff, Direktur teknik Ajax. Ia disinyalir memegang peran kunci dalam memuluskan kepindahan ini.
Sekadar diingat, Cruyff sempat menjadi penasihat untuk PSSI, yang tentu kerap bertemu dengan Paes selama kualifikasi piala Dunia 2026 zona Asia.
Paes mengukir debutnya untuk skuad Garuda pada September 2024 dan sejak saat itu menjadi andalan di bawah mistar.
Status Paes sebagai pemain naturalisasi timnas Indonesia menjadi nilai tambah tersendiri
Kombinasi antara kebutuhan klub dan pemahaman mendalam Cruyff terhadap potensi Paes—baik sebagai pemain klub maupun aset tim nasional—menjadikan transfer ini sangat strategis.