Jakarta, INDONEWS.ID - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Kabanjahe memberikan relaksasi pembiayaan kepada 103.499 nasabah Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang terdampak bencana. Kebijakan ini menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap keberlangsungan usaha ultra mikro, khususnya perempuan prasejahtera.
Kepala Cabang PNM Kabanjahe, Daniel Silitonga, menyatakan relaksasi telah diberikan sejak awal terjadinya bencana.
“Relaksasi bagi nasabah yang terdampak bencana sudah kami berikan sejak awal terjadinya bencana. Totalnya mencapai 103.499 nasabah dengan outstanding (OS) pembiayaan sebesar Rp367,7 miliar,” ujar Daniel kepada ANTARA, Kamis malam (26/2/2026).
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan komitmen perusahaan dalam menjaga stabilitas usaha nasabah di tengah situasi sulit. Mayoritas penerima manfaat merupakan perempuan prasejahtera yang tergabung dalam program Mekaar dan menjalankan usaha ultra mikro di berbagai sektor.
Daniel menjelaskan, relaksasi diharapkan dapat memberikan ruang bernapas bagi para nasabah agar tetap mampu menjalankan usaha serta memulihkan kondisi ekonomi keluarga pascabencana.
Selain memberikan keringanan, PNM Cabang Kabanjahe juga mencatat penyaluran pembiayaan yang signifikan sepanjang 2025. Sepanjang periode Januari hingga Desember 2025, total dana yang disalurkan melalui Program Mekaar mencapai Rp990.827.500.000 atau sekitar Rp990,8 miliar.
“Sepanjang 2025, jumlah dana yang kami salurkan kepada nasabah melalui Program Mekaar sebesar Rp990,8 miliar. Ini menunjukkan komitmen kami dalam mendorong pertumbuhan UMKM, khususnya sektor ultra mikro di wilayah kerja Kabanjahe dan sekitarnya,” katanya.
Ia menambahkan, pembiayaan yang diberikan tidak hanya berupa modal usaha, tetapi juga disertai pendampingan dan pembinaan. Langkah tersebut bertujuan agar usaha nasabah dapat berkembang secara berkelanjutan dan lebih tangguh menghadapi berbagai tantangan, termasuk risiko bencana.
PNM berharap dukungan pembiayaan dan kebijakan relaksasi yang telah diberikan mampu memperkuat daya tahan pelaku usaha ultra mikro serta meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka di masa mendatang.*