Jakarta, INDONEWS.ID – Penemuan jasad dua pria di lantai 3 Masjid Miftahul Jannah, Desa Pangaradan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengungkap rangkaian peristiwa tragis yang bermula dari laporan orang hilang hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi membusuk.
Dua korban diketahui bernama Iwantoro (29) dan Bambang Suherman (44), warga setempat. Keduanya sebelumnya dilaporkan menghilang oleh keluarga sejak beberapa hari sebelum penemuan.
Peristiwa ini bermula pada Jumat, 20 Maret 2026. Saat itu, Marhadi (37), sepupu korban, tengah bekerja memasang instalasi listrik di lantai 3 masjid. Ia sempat bertemu dengan Iwantoro yang datang bersama Bambang Suherman.
Dalam pertemuan tersebut, Iwantoro meminta bantuan untuk diantar ke rumah istrinya di Kecamatan Songgom. Namun, permintaan itu ditolak karena Marhadi sedang sibuk bekerja.
“Awalnya pada hari Jumat itu saya ada di atas masjid memasang lampu listrik dan keponakan saya naik kemudian minta tolong. ‘Anterin saya ke rumah isteri yang ada di Kecamatan Songgom’,” ujar Marhadi menirukan ucapan korban.
Setelah itu, Marhadi turun ke lantai dua untuk melanjutkan pekerjaan dan tidak mengetahui bahwa kedua korban kembali naik ke lantai atas.
Sejak pertemuan tersebut, kedua korban tidak lagi terlihat dan hingga malam hari tidak pulang ke rumah. Pada Sabtu, 21 Maret 2026 yang bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri, keluarga mulai panik karena keduanya tak kunjung kembali.
Pencarian pun dilakukan secara mandiri oleh keluarga dan warga sekitar. Bahkan, laporan orang hilang disampaikan ke Polsek Tanjung, disertai penyebaran selebaran dan unggahan di media sosial.
“Saat itu sempat dikabarkan hilang, habis Salat Id kakaknya bilang Iwan kok nggak pulang, akhirnya kita cari-cari sejak hari Sabtu pas Lebaran. Bahkan sempat laporan ke polisi,” kata Marhadi.
Lima hari berselang, pada Rabu malam, 25 Maret 2026, titik terang muncul secara tak terduga. Warga mencurigai adanya belatung yang berjatuhan dari area atas masjid, tepatnya di dekat tempat wudhu perempuan.
Kepala Dusun Pangaradan, Eko Setianto, menjelaskan bahwa temuan itu kemudian dilaporkan kepada marbot masjid. Setelah dicek ke lantai 3, ditemukan dua jasad dalam kondisi membusuk.
“Marbot itu kemudian naik melihat ada mayat di atas, akhirnya yang tadi laporan itu dikasih tahu. Di atas itu mayatnya dua,” ujarnya.
Polisi yang melakukan penyelidikan kemudian memastikan penyebab kematian kedua korban. Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Farid Nur Aziz, menyebut hasil visum menunjukkan adanya luka bakar di sekujur tubuh korban.
“Terkait penemuan dua mayat laki-laki di atas masjid, hasil visum menunjukkan terdapat luka bakar di sekujur tubuh,” jelasnya.
Ia menambahkan, estimasi waktu kematian korban berkisar 4 hingga 5 hari sebelum ditemukan. Penyebab kematian dipastikan bukan akibat kekerasan, melainkan tersengat arus listrik.
“Di lokasi kejadian terdapat kabel listrik yang menjuntai di lantai dak tersebut. Hal ini juga dikuatkan dengan keterangan saksi,” tambahnya.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kedua korban kemudian dimakamkan pada Kamis, 26 Maret 2026.
“Kami menerima, mungkin sudah takdir. Umur manusia tidak ada yang tahu,” ujar Marhadi.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan kerja, terutama terkait instalasi listrik di area bangunan.