Jakarta, INDONEWS.ID – Kabar penting datang dari organisasi kemasyarakatan BERSAMA (Badan Kerjasama Sosial Pembina Warga Tama). Jurnalis senior sekaligus aktivis sosial, Asri Hadi, resmi kembali dipercaya menjadi bagian dari Pengurus Pusat BERSAMA untuk periode 2025–2030.
Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Pembina Utama Organisasi BERSAMA Nomor: 001/SK-Pembina/DPP/XII/2025 tentang Pengangkatan Pengurus Organisasi BERSAMA periode 2025–2030.
Momentum penting ini bertepatan dengan agenda resmi organisasi berupa pertemuan, diskusi, serta Halal Bihalal (HBH) yang digelar pada Rabu, 15 April 2026 di Kantor BKKKS, Salemba Tengah, Jakarta Pusat.
Kegiatan tersebut diinisiasi langsung oleh Ketua Umum BERSAMA, Herwin Suparjo, bersama Sekretaris Jenderal Titik Haryati, sebagai ajang silaturahmi sekaligus penguatan konsolidasi organisasi dalam mendukung program-program pemerintah.
Dalam undangan resmi yang disampaikan secara elektronik, seluruh pengurus diharapkan hadir guna memperkuat kebersamaan dan kesinambungan peran organisasi yang telah dirintis selama puluhan tahun.
Jejak Panjang Pengabdian Asri Hadi di BERSAMA
Kembalinya Asri Hadi ke jajaran pengurus pusat bukan tanpa alasan. Ia merupakan salah satu tokoh senior yang telah mengabdikan lebih dari 40 tahun hidupnya dalam kegiatan sosial, khususnya dalam penanganan masalah penyalahgunaan narkoba.
Perjalanan pengabdiannya dimulai pada tahun 1982, saat ia bergabung sebagai tenaga sukarela di layanan Hotline Service BERSAMA, sebuah program yang digagas oleh Hartini Moerdani untuk membantu para pecandu narkoba melalui layanan konseling via telepon.
Dedikasinya terus berkembang. Pada tahun 1986, Asri Hadi dipercaya menjadi penanggung jawab program “After Care”, sebuah program rehabilitasi lanjutan hasil kerja sama antara BERSAMA, UNDP, dan Departemen Sosial.
Program ini bertujuan membantu para mantan pecandu agar kembali sehat dan produktif di masyarakat. Atas kontribusinya tersebut, ia menerima penghargaan dari Menteri Sosial sebagai Pekerja Sosial Masyarakat.
Tidak hanya aktif di dalam negeri, Asri Hadi juga berperan sebagai wakil Indonesia dalam berbagai forum internasional yang membahas persoalan narkoba, sejak akhir 1980-an hingga awal 2000-an. Ia tercatat menghadiri pertemuan di berbagai negara seperti Singapura, Brunei, Malaysia, Australia, hingga Hong Kong.
Di tingkat nasional, kiprahnya mempertemukannya dengan berbagai tokoh penting negara. Dalam salah satu momentum bersejarah, ia turut hadir dalam Munas BERSAMA di Istana Negara dan diterima langsung oleh Presiden RI saat itu, Soeharto.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga bertemu dengan Tien Soeharto, yang dikenal sebagai pelindung organisasi BERSAMA.
Tak hanya itu, Asri Hadi juga pernah mendampingi Pembina BERSAMA, Menteri Sosial Inten Soeweno serta Kepala BAKIN saat itu, Sudibjo, dalam berbagai kegiatan organisasi.
Aktivis Multi-Organisasi
Selain BERSAMA, Asri Hadi juga aktif di berbagai organisasi nasional seperti HKTI, MIPI, IAPI, LCKI Jakarta, AMDI, FOKBI Jakarta, FOKAN, Satupena, hingga FIS UI. Hal ini menunjukkan luasnya jaringan dan komitmennya dalam bidang sosial, intelektual, dan kebangsaan.
Kembalinya Asri Hadi ke struktur kepengurusan pusat BERSAMA pada tahun 2026 menjadi simbol konsistensi, pengalaman, dan dedikasi panjang dalam dunia sosial kemasyarakatan.
Di tengah tantangan sosial yang terus berkembang, kehadirannya diharapkan mampu memperkuat peran BERSAMA sebagai mitra strategis pemerintah dalam menangani berbagai persoalan sosial, khususnya dalam pencegahan dan rehabilitasi penyalahgunaan narkoba.
BERSAMA kembali menegaskan semangatnya: solid, berkelanjutan, dan terus mengabdi untuk bangsa.
Berikut adalah tulisan lengkap tentang Organisasi BERSAMA serta kisah panjang pengabdian Asri Hadi di organisasi yang diresmikan pada 1978 ini.
MENGENAL ORGANISASI “BERSAMA”
Organiasasi Badan Kerjasama Sosial Pembina Warga Tama atau disingkat BERSAMA diresmikan tanggal 26 Juni 1978, jadi usianya kini di tahun 2018 sudah 40 tahun. Saya, baru masuk menjadi relawan di Organisasi BERSAMA pada tahun 1982, 36 tahun yang lampau. Organisasi BERSAMA Ketua Umum Pertama adalah Bapak Brigjen Pol. (P) Drs. Sukardjo Soebadi, SH (almarhum), Ketua Umum Ke-2 Bapak Letjen TNI (P) Drs. Soekaha: (almarhum). Berikutnya Ketua Umun BERSAMA dijabat oleh Mayjen Pol. (P). Drs. Putera Astaman, Bapak Irjen Pol. (P) Dr. dr. H. Hadiman, SH, MSc, Pelakssna Tugas Ketua Umum Ibu Tati Stmiati Darswoyo dan Letjen TNI (P). Suaidi Marasabessy dan Ketua Umum yang sekarag) 1 kembali dijabat oleh Mayjen Pol. (P). Drs. Putera Astaman. Waktu itu saya bergabung menjadi relawan HSB (Hotline Service Bersama) yaitu unit pelayanan melalui telepon yang ada di Organisasi BERSAMA untuk program pencegahan penyalahgunaan NARKOBA melalui konsultasi lewat telepon secara gratis. Saya ikut menjadi Pengurus Organisasi BERSAMA Nnuulai Periode 1994 — 1998 sebagai Koordinator Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan. Sedang pada Periode 1998 - 2002 saya menjabat sebagai Koordinator Departemen Pembinaan Daerah, Pada periode sekarang 2016 — 2020 saya sebagai Wakil Sekretaris Jenderal.
HSB didirikan berdasarkan SK Organisasi BERSAMA No. 042/BERSAMA/V/1981 yang ditanda tangani oleh Ketua Umum BERSAMA saat itu Bapak Brigjen Pol. (P) Drs. Sukardjo Soebadi, SH (almarhum) kepada kepada Ibu Anne Maria Alwi Mambu dan Ibu Benny Moerdani selaku pendiri HSB di Indonesia. Pada tahun 1986 saya diangkat sebagai Wakil Ketua HSB dan meniadi Ketua HSB tahun 1987 s/d 1939.
Pada tahun 1988, oleh Pengurus Organisasi BERSAMA saya diangkat sebagai Ketua Yayasan “Bhakti Tama Bersama” yang maksud dan tujuan dari yayasan ini adalah membina dan meningkatkan kerjasama dengan organisasi non-pemerintah lainnya dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan NARKOBA. Sedangkan Ketua Umum BERSAMA Bapak Sukardjo Soebadi, SH (almarhum) sebagai pelindung di yayasan tersebut (akte Notaris Arikanti Natakusuma, SH Nomor : 125 tanggal 13 Januari 1988).
Sejak saya bergabung di Organisasi BERSAMA banyak sekali kegiatan baik itu di dalam negeri maupun diluar negeri yang saya ditugaskan oleh Organisasi BERSAMA untuk mengikuti kegiatan tersebut baik itu menghadiri seminar, konferensi ataupun menjadi panitia mewakili Organisasi BERSAMA dalam kegaiatan penangsulangan bahaya NARKOBA.
Dari tahun 19836 s/d tahun 2005, saya ditugaskan oleh Organisasi BERSAMA untuk manjadi peserta delegasi indonesia di IFNGO Confereace maupun ASEAN NGOs Workshop seperti misalnya, tahun 1986 di Australia, 1987 di Hong Kong, 1990 di Singapore, 1905 di Brunei Darussaiim, 1996 di Malaysia, 1997 di Brunei Darussalam, 2000 di Singapore, 2001 di Brunei Darussalam, 2002 di Philipina dan 2005 di Singapore. Saya pun menjadi Anggota Delegasi Organisasi BERSAMA di IFNGO Ke-16 tahuri 1996 yang diselenggarakan di Jakarta dan di buka di Istana Negara oleh Presiden Repu5Iik Indonesia Bapak Soeharto. Seperti kita ketahui Presiden IFNGO pernah dijabat oleh Ketua Umum BERSAMA baik itu Bapak Soekarjo Subadi, SH (almarhum) maupun Bapak Mayjen Pol. (P) Drs. Putera Astaman.
Pada tahun 1985 saya diangkat oleh Pengurus BERSAMA menjadi penanggung jawab Program After Care bagi mantan pengguna NARKOBA, dalam program ini Organisasi BERSAMA bekerjasama dengan Kementerian Sosial RI dan UNDP. Agar program after care ini bisa berjalan dengan baik Organisasi FERSAMA mengirim pengurusnya untuk sutdy banding dan kursus singkat program anti NARKOBA di berbagai negara seperti Singapura, Hong Kong dan Australia. Selain itu di Organisasi BERSAMA juga dibentuk Kelompok Relawan Psikolog yang tugasnya memberikan konsultasi gratis bagi mantan pengguna NARKOBA, keluarganya agar dapat kembali kemasyarakat.
Adapun berbagai kegiatan didalam negeri dilakukan Organisasi BERSAMA bekerjasama dengan berbagai instnasi pemerintah seperti, Mabes Polri, Kementerian Dalanm Nageri, Kementerian Penerangan, Kementerian SoSit I, Kementerian Kesehatan, BAKOLAK INPRES 6/1971 (BAKIN), BNN.
Berbagai kegiatan yang pernah saya ikuti untuk mewakili Organisasi BERSAMA adalah : Peserta Lokakarya dan pelatihan pengembangan manajemen LSM UNNGO Forum di Jakarta tahun 1988; Panitia Sarasehan Nasional Peningkatan Peran Serta NGO-LSM dalam P4GN kerjasama Organisasi BERSAMA dengan BNN tahun 2003; Peserta penyuluhan penanggulangan bahaya NARKOBA, kerjasama Departemen Dalam Negeri dan Mabes Polri; Panitia Penyelenggara ASEAN Training Course in Drug Prevention for Media Personal tahun 1995 kerjasama dengan Departemen Penerangan.
Pada tahun 2008 tanggal 11 Maret berdasarkah Akte Notari Nomor : 4 saya ditunjuk oleh Pengurus Organisasi BERSAMA menjadi Sekretaris Yayasan Puri Bersama yang mana Ketuanya adalah Ketua Umum BERSAMA Bapak Mayjen Pol. (P) Drs. Putera Astaman.
Organisasi BERSAMA melakukan kegiatan Safari Remaja Berprestasi yang bertujuan melakukan kegiatan pencegahan NARKOBA yang dilakukan oleh remaja berprestasi untuk remaja di seluruh Indonesia yang programnya dilaksanakan mulai tahun 1991 s/d 2002 dengan mengunjungi kota-kota besar di sel.iruh pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sumater dan Aceh. Program ini mendapat apresiasi dari Presiden Republik Indonesia Bapak Soeharto, Bapak BJ Habibie, dan Ibu Megawati Soekarno Puteri serta Wakil Presiden Bapak Jenderal TNI (P) Try Soetrisno dan. Bapak Hamzah Haz.
Sebagai punutup dari tulisan saya ini yang m2ngenal Organisasi BEPSAMA sejak 36 tahun yang lalu, saya bersaksi bahwa OrganisasiBERSAMA telah banyak berbuat untuk kepentingan bangsa dan negara serta mMiSyarakat Indonesia da:am ikut serta dan bekerjasaraa dengan . pemerintah dalam Upaya penanggulangan kahayz penyai-ingudan NARKOa-. Harapan saya. dius.anya yang ke 4. : Srganisasi BERSAMA semakin berkibar dan kedepan terus eksis dalam pananggualangan masalah NARKOBA di Indonesia.
Jakarta, 27 Juli 2018
Drs. Asri Hadi, MA
Wakil Sekretaris Jenderal BERSAMA