Daerah

Swadaya Umat Belum Cukup, Pembangunan Kapela Stasi Racang Butuh Dukungan

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 16/04/2026 20:13 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Umat Katolik di Stasi Racang, Paroki Santa Maria Tak Bercela dan Santu Stanislaus Orong, Keuskupan Labuan Bajo, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, tengah mengupayakan pembangunan kapela baru dengan mengajukan permohonan bantuan kepada para donatur.

Kapela yang telah digunakan selama kurang lebih lima dekade itu kini berada dalam kondisi rusak di sejumlah bagian, sehingga dinilai tidak lagi memadai sebagai tempat ibadah.

Ketua Panitia Pelaksana Pembangunan Kapela Stasi Racang, Severinus Patmawan, mengungkapkan bahwa kondisi fisik bangunan saat ini cukup mengkhawatirkan dan berpotensi membahayakan umat.

“Banyak bagian bangunan yang sudah lapuk dan rusak, sehingga tidak aman lagi dipakai untuk kegiatan ibadah,” kata Severinus, Kamis (16/4/26). 

Ia menjelaskan, selama ini kapela tersebut menjadi pusat aktivitas keagamaan umat, mulai dari perayaan Ekaristi hingga berbagai kegiatan pembinaan iman.

Selain kerusakan bangunan, keterbatasan daya tampung juga menjadi persoalan serius. Pertumbuhan jumlah umat tidak lagi sebanding dengan kapasitas kapela yang tersedia.

“Tidak sedikit umat yang harus mengikuti ibadah dari luar karena ruang di dalam kapela sudah tidak mencukupi,” ujarnya.

Severinus menambahkan, umat setempat sebenarnya telah memulai pembangunan kapela baru secara gotong royong. Pekerjaan awal berupa pembuatan fondasi pun sudah dilakukan.

Namun, keterbatasan dana membuat proses pembangunan tidak dapat dilanjutkan. “Pembangunan sudah berjalan, tetapi saat ini terhenti karena kekurangan biaya,” tuturnya.

Ia berharap adanya dukungan dari berbagai pihak agar pembangunan kapela dapat kembali dilanjutkan hingga selesai. “Kami mengharapkan partisipasi para donatur. Bantuan sekecil apa pun akan sangat membantu umat di Stasi Racang,” kata Severinus.

Panitia membuka donasi melalui rekening Bank BCA nomor 7535-1395-21 atas nama Severinus Patmawan dan Yohanes Palo.

Diharapkan, kapela yang baru nantinya dapat menjadi tempat ibadah yang lebih layak, aman, serta mampu menampung seluruh umat di wilayah tersebut.

Artikel Lainnya