Olah Raga

Bayern Comeback Spektakuler Lawan Mainz, dari 3-0 Jadi Unggul 3-4 Babak Kedua

Oleh : donatus nador - Minggu, 26/04/2026 10:13 WIB


Duel seru Bayern Munich melawan Mainz pada laga pekan 31 lanjutan Bundesliga, tersaji di Mewa Arena, Sabtu (25/4) malam.

Jakarta, INDONEWS.ID-Duel seru Bayern Munich  melawan Mainz pada laga pekan 31 lanjutan Bundesliga, tersaji di Mewa Arena, Sabtu (25/4) malam.

Dalam laga ini, Die Roten melakukan comeback spektakuler.

Meski sudah tertinggal 3-0 di babak pertama, namun mereka bangkit membalikkan keadaan menjadi 3-4 di babak kedua.

Babak kedua mereka menggelontorkan empat gole lewat aksi Nicolas Jackson di menit 53, Olise (73`), Jamal Musiala (80`) dan Harry Kane (83`).

Menariknya titik picu kembalinya motivasi tinggi untuk menang terjadi di ruang ganti, saat pelatih Vincent Kompany marah besar atas kekalahan 3-0 di babak pertama.

Pemain gelandang, Leon Goretzka mengungkapkan perkataan tegas  Vincent Kompany di ruang ganti menjadi pemicu bagi kebangkitan timnya di Mainz.

"Di babak pertama, kami mendapat teguran keras dan kemudian kembali fokus pada hal-hal yang membuat kami kuat," kata Goretzka kepada DAZN.

Bayern tertinggal 3-0 saat masuk ke ruang ganti untuk rehat minum. Kekalahan telak babak pertama merupakan dampak  rotasi pemain secara signifikan

"Siapa pun bisa mengalami kemunduran, tapi yang terpenting adalah bagaimana kita meresponsnya," lanjut Goretzka yang  dipercaya  untuk pertama kalinya ebagai kapten.

Namun, lanjut dia, babak pertama itu merupakan babak yang ingin dilupakan oleh juara Bundesliga yang sudah dipastikan itu.

Diketahui,  Vincent Kompany melakukan rotasi besar-besaran menjelang leg pertama semifinal Liga Champions melawan Paris Saint-Germain pada Selasa.

Dayot Upamecano dan Joshua Kimmich bahkan tidak ikut dalam perjalanan ke Mainz, sementara enam pemain inti lainnya—Michael Olise, Harry Kane, Jamal Musiala,

Manuel Neuer, Jonathan Tah, dan Josip Stanisic—duduk di bangku cadangan untuk tujuan istirahat.

Dampak rotasi besar-besaran ini adalah debut starter gelandang berbakat Bara Sapoko Ndiaye. Namun pemain berusia 18 tahun itu tidak mengalami hari yang baik.

Vincent Kompany menegaskan, kebangkitan Bayern di Mainz, "Bukan hanya soal taktik, tapi juga banyak soal emosi".

Ketika ditanya mengenai ucapannya di ruang ganti, Kompany awalnya menjawab sambil tersenyum dan tentu saja dengan nada sarkastis:

"Ada banyak pujian di sana." Namun, pemain Belgia berusia 40 tahun itu kemudian menjelaskan dengan serius.

"Selama karier saya, saya juga pernah mengalami momen-momen seperti itu sebagai kapten dan pemain kunci."

"Saya tahu bagaimana rasanya di ruang ganti. Skor 3-0 untuk lawan, Anda berpikir pertandingan sudah berakhir," tuturnya.

"Tapi kemudian Anda harus memiliki kemarahan itu, tidak menerimanya di dalam hati. Dan hanya memberikan segalanya, menekan lawan hingga menit terakhir. Itulah yang dilakukan para pemain," ucapnya.

Reaksi semacam itu, lanjut Kompany, tidak hanya dipicu oleh taktik, tapi juga banyak emosi di dalamnya.

Kompany, yang merespons penampilan lemah di babak pertama dengan memasukkan Kane dan Olise pada babak kedua.

Pada menit ke-53, Nicolas Jackson mencetak gol yang membuat skor menjadi 3-1. Dalam 20 menit terakhir Bayern akhirnya membalikkan keadaan.

Mulai menit ke-57, Musiala dan Stanisic juga turut berkontribusi.

Olise memperkecil ketertinggalan pada menit ke-73 dengan tendangan melengkung yang indah, sebelum Musiala menyamakan kedudukan menjadi 3-3 beberapa menit kemudian.

Tak lama setelah itu, Kane akhirnya memastikan kemenangan Munich dengan golnya yang membuat skor akhir menjadi 4-3.

"Pada akhirnya, ini bahkan terasa sedikit lebih seru daripada jika kami memenangkan pertandingan dengan skor 3-0," kata Goretzka, yang melihat sisi positif dari jalannya pertandingan.

Artikel Lainnya