Nasional

Tolak Proposal Baru Iran, Trump: Saya Tidak Puas

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 02/05/2026 11:02 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menolak proposal terbaru dari Iran dalam upaya negosiasi untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari. Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap isi proposal tersebut dan meragukan kemampuan Iran mencapai kesepakatan yang solid.

Dalam pernyataannya yang dikutip oleh CNN pada Jumat (1/5), Trump menegaskan bahwa meskipun Iran menunjukkan keinginan untuk berdamai, tawaran yang diajukan belum memenuhi ekspektasi Washington. “Mereka ingin membuat kesepakatan. Saya tidak puas dengan itu,” ujar Trump tanpa merinci poin-poin yang menjadi keberatannya.

Trump juga menyoroti kondisi internal pemerintahan Iran yang dinilainya tidak solid. Ia menyebut adanya beberapa kelompok kekuasaan yang tidak terkoordinasi dengan baik, sehingga menyulitkan proses negosiasi. “Ada dua hingga tiga kelompok, mungkin empat, dan kepemimpinannya sangat tidak terkoordinasi,” katanya. Ia menambahkan bahwa situasi tersebut membuat upaya mencapai kesepakatan menjadi semakin rumit. “Mereka semua ingin membuat kesepakatan, tapi mereka semua kacau,” lanjutnya.

Meski demikian, Trump mengakui bahwa Iran telah menunjukkan kemajuan dalam proses diplomasi. Namun, ia tetap meragukan kemampuan negara tersebut untuk mencapai kesepakatan yang disetujui secara menyeluruh oleh seluruh elemen kepemimpinan.

Sebelumnya, Iran mengajukan proposal yang berfokus pada penyelesaian isu Selat Hormuz serta langkah-langkah untuk mengakhiri konflik tanpa membahas program nuklir. Namun, proposal tersebut ditolak oleh pihak AS. Sebagai gantinya, Trump memilih memperpanjang blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai bentuk tekanan ekonomi dan politik.

Dalam proposal tandingan yang diajukan Washington, AS menuntut Iran untuk menghentikan seluruh program nuklirnya serta menyerahkan uranium yang telah diperkaya. Sikap tegas ini sejalan dengan ambisi lama Trump yang ingin mengakhiri program nuklir Iran secara total.

Hingga kini, negosiasi antara kedua negara masih berlangsung dengan ketegangan yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran global terhadap stabilitas kawasan dan potensi eskalasi konflik yang lebih luas.

Artikel Lainnya