Nasional

Momentum Emas 50 Tahun: Museum Tekstil Jakarta Terima Hibah 114 Helai Ulos Antik dan Langka dari Kolektor Muda Torang Sitorus

Oleh : luska - Rabu, 06/05/2026 18:15 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Menandai usia ke-50 tahun atau “Tahun Emas”, Museum Tekstil Jakarta menerima hibah istimewa berupa 114 helai kain ulos antik dan langka dari kolektor muda Torang Sitorus. Prosesi serah terima berlangsung secara simbolis di Kantor Himpunan Wastraprema (HWP), Jakarta, disaksikan oleh jajaran pengurus HWP dan Museum Tekstil Jakarta.Rabu ( 6/5-2026)

Hibah bersejarah ini difasilitasi oleh Himpunan Wastraprema yang kemudian menyerahkan keseluruhan koleksi kepada Museum Tekstil Jakarta sebagai bagian dari upaya bersama melestarikan wastra Nusantara.

Profil Torang Sitorus: 
Kolektor Muda Penjaga Ulos  
Torang Sitorus bukan kolektor biasa. Di usia yang relatif muda, ia telah mengoleksi lebih dari 3000 helai ulos dari berbagai sub-etnis Batak selama 12 tahun terakhir. Perjalanannya berburu ulos dimulai dari rasa penasaran akan motif Ragi Hotang milik neneknya yang nyaris punah. Sejak itu, Torang rutin menyusuri pelosok Toba, Simalungun, hingga Pakpak untuk menyelamatkan ulos-ulos tua dari penjualan ke luar negeri.

“Koleksi ini bukan punya saya, tapi titipan leluhur. Kalau hanya disimpan di lemari, ulos akan mati. Di museum, dia bisa ‘bercerita’ ke ribuan anak sekolah,” ungkap Torang. “Saya bermimpi 10 tahun lagi anak SD di Indonesia bisa bedain Ulos Ragi Hidup sama Ragi Hotang.”

Dari 114 helai yang dihibahkan, terdapat 3 helai Ulos Sibolang Rasta Pamontari berusia lebih dari 80 tahun dan 1 helai Ulos Pinunsaan dengan benang emas asli yang hanya dimiliki bangsawan Batak Toba kuno. Torang rela melepas koleksi langka tersebut karena berkeinginan kuat untuk mengenalkan ulos kepada masyarakat luas.

Kepala Unit Pengelola (UP) Museum Seni DKI Jakarta Sri Kusumawati   menyampaikan apresiasi mendalam atas hibah tersebut. “Sumbangan 114 helai ulos antik ini 

sangat signifikan. Koleksi Museum Tekstil bertambah, variasi motif dan periode makin lengkap. Kami berkomitmen menjadikan koleksi baru ini sebagai materi edukasi yang maksimal bagi setiap siswa, mahasiswa, dan pengunjung yang datang. Di usia emas 50 tahun, museum harus semakin relevan sebagai ruang belajar wastra,” tegas Atik.

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Wastraprema, Sri Sintasari (Neneng) Iskandar, menegaskan visi kolaboratif kedua lembaga.

“Sejak awal, pengisian pertama Museum Tekstil merupakan sumbangan dari para pengurus HWP sebanyak 500 helai, termasuk masterpiece umbul-umbul milik Sultan Agung saat kedatangan VOC ke Batavia. Pada ulang tahun HWP ke-25, kami kembali menghibahkan 250 helai kain kepada museum. Hari ini, melalui Torang Sitorus, semangat itu berlanjut. HWP yang bervisi mengedukasi akan terus bersinergi dengan Museum Tekstil untuk melestarikan wastra kepada generasi penerus,” jelas Neneng.

Tanggal 28 Juni menjadi momentum ganda: HWP dan Museum Tekstil Jakarta sama-sama genap berusia 50 tahun dan memasuki “Momen Emas”. Hibah 114 ulos antik ini menjadi kado istimewa yang memperkuat posisi Museum Tekstil Jakarta sebagai rumah konservasi, riset, dan edukasi wastra Nusantara.

Koleksi ulos hibah Torang Sitorus akan melalui proses konservasi dan dokumentasi sebelum dipamerkan untuk publik dalam program pameran “Emas 50 Tahun Wastra Nusantara” pada semester II 2026.
 

Artikel Lainnya