Jakarta, INDONEWS.ID - Pihak berwenang di Afrika Selatan melakukan operasi pencarian besar-besaran setelah seorang pengusaha hotel asal Gauteng bernama Gabriel Batista dilaporkan hilang usai terseret arus sungai di kawasan yang dikenal sebagai habitat buaya.
Dalam proses pencarian, polisi menemukan seekor buaya mencurigakan tidak jauh dari lokasi Batista terakhir terlihat. Kapten Kepolisian Afrika Selatan, Johan Potgieter, mengatakan reptil tersebut terus berada di area yang sama selama operasi berlangsung.
“Selama pencarian, kami melihat buaya ini sekitar 150 meter dari titik dia terseret. Buaya ini tetap di sana sepanjang waktu,” ujar Potgieter, dikutip dari Fox News, Selasa (5/5).
Pihak berwenang kemudian meluncurkan operasi selama sepekan dengan melibatkan drone untuk memantau pergerakan buaya. Setelah pengawasan intensif, petugas akhirnya mengangkat reptil tersebut menggunakan helikopter.
Menurut aparat yang memantau perilaku buaya itu selama beberapa hari, hewan tersebut menunjukkan tanda-tanda baru saja memangsa sesuatu. Buaya terlihat tidak aktif dalam waktu cukup lama.
“Saat helikopter mengangkat buaya, dia tak bergerak,” kata Potgieter.
Petugas kemudian melakukan eutanasia terhadap buaya tersebut guna pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan mengejutkan, karena ditemukan potongan tubuh manusia dan enam pasang sandal di dalam perut reptil itu.
Seluruh temuan kemudian diserahkan kepada pihak berwenang untuk dilakukan tes DNA guna memastikan identitas korban. Hingga kini belum dapat dipastikan apakah potongan tubuh tersebut merupakan bagian dari tubuh Gabriel Batista atau korban lainnya.
Menurut keterangan polisi, Batista dilaporkan hilang pada April lalu setelah mobil yang dikendarainya terjebak di penyeberangan sungai dataran rendah dekat kawasan perairan penuh buaya.
Media lokal menyebut kendaraan milik pengusaha hotel tersebut terseret arus deras saat mencoba melintasi jembatan di area tersebut.
Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh otoritas Afrika Selatan.*