Jakarta, INDONEWS.ID - Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan, Haerul Saleh, meninggal dunia akibat musibah kebakaran yang terjadi di kediamannya pada Jumat (8/5/2026).
Kabar duka tersebut disampaikan Andi Amran Sulaiman melalui pernyataan resmi di Jakarta. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, kebakaran terjadi saat proses renovasi rumah berlangsung.
Saat kejadian, Haerul disebut tengah mengawasi pekerjaan renovasi ketika api tiba-tiba membesar dan asap hitam memenuhi area rumah.
“Mentan Amran mendengarkan kronologis singkat kejadian kebakaran dari asisten rumah tangga, kejadian begitu cepat tatkala korban sedang mengawasi beberapa orang yang sedang memproses renovasi. Tetiba api membesar dan asap hitam tidak dapat dihindarkan,” demikian isi pernyataan tersebut.
Amran juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Haerul. Menurutnya, Haerul dikenal sebagai sosok sederhana yang memiliki dedikasi tinggi terhadap tugas negara.
“Kami keluarga besar Kementerian Pertanian turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Haerul Saleh. Beliau adalah pribadi yang baik, tenang, sederhana, dan memiliki komitmen besar dalam menjaga integritas serta tata kelola pemerintahan yang baik,” ujar Amran.
Karier Politik dan BPK
Haerul Saleh lahir di Kolaka pada 12 Agustus 1981. Ia dikenal sebagai politikus Partai Gerindra sebelum dipercaya menjabat sebagai Anggota BPK RI sejak 19 April 2022.
Sebelum bergabung dengan lembaga auditor negara tersebut, Haerul berkarier di dunia politik sebagai anggota DPR RI. Ia duduk di Komisi XI DPR yang membidangi keuangan dan perbankan.
Haerul pernah menjadi anggota DPR RI periode 2014–2019 dan kembali masuk parlemen melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) pada 2020 hingga 2022 menggantikan Imran yang meninggal dunia. Selama di DPR, ia mewakili daerah pemilihan Sulawesi Tenggara.
Selain aktif di politik, Haerul juga berkiprah di sejumlah organisasi. Ia pernah menjabat Ketua Bidang Keuangan DPP Partai Gerindra periode 2015–2020 dan kemudian menjadi Ketua Bidang Monitoring dan Evaluasi DPP Partai Gerindra sejak 2020.
Di luar organisasi politik, Haerul tercatat aktif di Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Kolaka, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Sulawesi Tenggara, hingga menjadi Sekretaris Jenderal Pemuda Tani Indonesia.
Dari sisi pendidikan, Haerul mengawali pendidikan di SD Negeri 9 Kolaka sebelum melanjutkan sekolah di Pesantren IMMIM Ujung Pandang dan SMA Hasrati Kendari. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan S1 Hukum di Universitas Satria pada 2008.
Sebelum aktif di parlemen, Haerul juga memiliki pengalaman di dunia usaha. Ia pernah menjabat Direktur Utama PT Kolaka Inti Karya, Direktur Utama Masalle Group, hingga Komisaris Utama PT Kolaka Inti Perkasa.