Nasional

SMRC: Peluang Gerindra Menjadi Partai Nomor Satu Melemah

Oleh : very - Kamis, 30/07/2026 15:07 WIB


Survei partai politik. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Peluang Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sebagai partai nomor satu melemah jika pemilihan umum (Pemilu) diadakan sekarang.

Padahal Gerindra adalah partai presiden yang bisa dan akan maju kembali sebagai calon presiden. Biasanya presiden yang akan maju kembali sebagai calon, partainya menjadi nomor 1 seperti Partai Demokrat 2009 dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan 2019.

Demikian temuan survei Saiful Mujani Research and Consulting bertajuk “Elektabilitas Partai” yang dilakukan pada 5-19 Juli 2026. Hasil survei ini disampaikan Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, melalui kanal Youtube SMRC TV pada Kamis, 30 Juli 2026.

Video presentasi survei bisa disimak di sini: https://youtu.be/KS3Duovngsk

Dalam format semi terbuka, saat warga ditanya partai atau calon dari partai apa yang akan Ibu atau Bapak pilih dari daftar partai berikut ini

jika Pemilu anggota DPR diadakan sekarang ini, jawabannya adalah Partai Gerindra mendapatkan suara 16,9 persen, disusul Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan 11,7 persen.

Kemudian, Partai Golongan Karya (Golkar) 9,6 persen, Partai Demokrat 8,1 persen, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 5,4 persen, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) 4,4 persen, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 4,4 persen, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 4,1 persen, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) 2,2 persen, Partai Amanat Nasional (PAN) 1,9 persen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 1,3 persen, Partai Garuda 1 persen, dan partai-partai lain di bawah 1 persen. Dalam survei ini, masih ada 25,9 persen yang belum tahu atau tidak menjawab.

Lebih jauh Deni menunjukkan, bahwa dibanding Pemilu 2024, suara Gerindra naik dari 13.2 persen menjadi 23.3 persen di survei November 2005, kemudian naik lagi hingga mencapai 29.3 persen di survei Feb-Mar 2026. Namun kemudian turun cukup tajam menjadi 16.9 persen di survei terakhir pada Juli 2026.

Sementara itu, suara PDIP cenderung melemah dari 16.7 persen di Pemilu 2024 menjadi 11.7 persen di survei terakhir Juli 2026. Golkar juga melemah dari 15.3 persen menjadi 9.6 persen. Sementara Demokrat cenderung stabil dari 7.4 persen menjadi 8.1 persen.

“Elektabilitas PKB, PKS, NasDem, dan PAN berfluktuasi sejak Pemilu 2024, namun secara umum cenderung menurun,” ungkap Deni.

 

Paralel dengan Evaluasi Publik Terhadap Kinerja Presiden Prabowo

Deni menjelaskan bahwa melemahnya elektabilitas Gerindra dalam 9 bulan terakhir konsisten parallel dengan turunnya evaluasi positif publik atas kinerja Presiden Prabowo, serta merosotnya sentimen positif atas kondisi ekonomi, politik, penegakan hukum, dan program-program prioritas presiden: Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Deni menjelaskan populasi survei ini adalah seluruh warga Indonesia yang punya hak pilih. Sebanyak 749 dari mereka dipilih secara random, dan yang punya telepon diwawancarai lewat telpon (83,8 persen), sementara yang tidak punya telepon diwawancarai dengan tatap muka (16,2 persen).

Proporsi ini sesuai dengan populasi pengguna cellphone dan yang tak menggunakannya. Margin of error survei ini +/- 3.7 persen. Untuk melihat perbedaan signifikan, maka perbedaan itu harus minimal 2x margin of error (7,4 persen). Survei terakhir dilakukan pada 5-19 Juli 2026. *

Artikel Lainnya