Jakarta, INDONEWS.ID - Semangat bela negara menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang memiliki karakter, integritas, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap kemajuan bangsa. Bela negara itu adalah mengembangkan kompetensi melalui belajar. Belajar adalah proses alami dan kebutuhan dasar manusia agar dapat bertumbuh dan memberikan kontribusi terbaik dan menjadi pribadi yang terbaik. Bela negara itu, Long life learning. Long life learning, atau belajar sepanjang hayat adalah konsep pembelajaran yang berlangsung seumur hidup, dalam pendidikan formal maupun di luar pendidikan formal, dan didorong oleh motivasi pribadi untuk pengembangan diri dan karir. Pembelajaran sepanjang hayat mencakup berbagai bentuk pembelajaran, baik dalam bentuk pembelajaran formal maupun informal, dan menekankan pentingnya terus-menerus memperbarui pengetahuan dan keterampilan serta sikap perilaku (kompetensi).
Hal tersebut menjadi salah satu pesan utama dari Sekretaris Utama LAN, Dr. Andi Taufik, M.Si dalam kegiatan pembekalan bela negara bagi mahasiswa Politeknik STIA LAN Jakarta sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026 pada Rabu (12/8) di ASN Corporate University LAN Jakarta.
Mengusung topik “Mahasiswa Politeknik STIA LAN Bela Negara dalam Membangun Masa Depan Indonesia yang Lebih Baik”, kegiatan ini menjadi momentum untuk menanamkan pemahaman bahwa bela negara tidak semata-mata diwujudkan melalui perjuangan fisik, tetapi juga melalui sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, lingkungan akademik, dunia kerja, serta pengabdian kepada masyarakat.
“Bela negara harus dimulai dari hal-hal sederhana yang dapat kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi mahasiswa, salah satu bentuk bela negara adalah belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga integritas, mengembangkan kompetensi, dan mempersiapkan diri agar mampu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan negara,” ujar Andi Taufik.
Bela negara juga berarti memiliki semangat untuk terus belajar dan berinovasi. Mahasiswa ditantang untuk tidak menjadi generasi yang hanya menjadi pengguna perubahan, tetapi mampu menjadi bagian dari pencipta perubahan. Kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada pemecahan masalah menjadi modal penting untuk menghadapi masa depan Indonesia.
Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan Indonesia. Dengan latar belakang sebagai mahasiswa perguruan tinggi terapan di bawah Lembaga Administrasi Negara (LAN), mahasiswa Politeknik STIA LAN Jakarta diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga mempunyai karakter kebangsaan, etika, integritas, dan komitmen untuk memberikan kontribusi bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang lebih baik.
Dalam pembekalan tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa bela negara dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti disiplin, bertanggung jawab, menghargai keberagaman, menaati aturan, menjaga persatuan, meningkatkan kompetensi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Sikap tersebut menjadi fondasi penting bagi terbentuknya sumber daya manusia yang mampu menghadapi berbagai tantangan bangsa di tengah perubahan global dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Kegiatan pembekalan bela negara akhirnya bukan sekadar agenda dalam rangkaian PKKMB, tetapi menjadi titik awal perjalanan mahasiswa untuk meneguhkan komitmen kebangsaan. Semangat bela negara diharapkan tumbuh dalam setiap aktivitas mahasiswa, baik ketika mengikuti perkuliahan, melakukan penelitian, mengikuti organisasi kemahasiswaan, melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, maupun ketika nantinya menjalankan tugas profesional.
Dengan semangat “belajar, berintegritas, berkontribusi, dan mengabdi”, mahasiswa Politeknik STIA LAN Jakarta diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat. Dari lingkungan kampus, semangat tersebut diharapkan berkembang menjadi kontribusi nyata dalam membangun tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan kehidupan masyarakat yang semakin baik.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga didorong untuk melihat bela negara sebagai bentuk pengabdian dan kontribusi sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Mahasiswa bidang administrasi publik, misalnya, dapat berkontribusi dengan mengembangkan inovasi pelayanan publik, menghasilkan kajian dan penelitian yang bermanfaat, menyusun rekomendasi kebijakan, serta membangun tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Dari kampus perguruan tinggi terapan, lahir generasi yang diharapkan mampu membawa semangat perubahan. Mahasiswa Politeknik STIA LAN Jakarta hari ini adalah bagian dari kekuatan Indonesia di masa depan—generasi yang belajar untuk mengabdi, berinovasi untuk negeri, dan berkarya untuk Indonesia yang lebih baik.