Nasional

Gempa Bumi Flores, Delapan Warga Meninggal Dunia, Satu Korban Masih Tertimbun di Rumah Eks Menkominfo Jhony G. Plate

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 15/08/2026 12:54 WIB


Gempa Bumi Flores, Delapan Warga Meninggal Dunia, Satu Korban Masih Tertimbun di Rumah Eks Menkominfo Jhony G. Plate

Jakarta, INDONEWS.ID - Sebanyak delapan warga Kecamatan Reok dan Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, dilaporkan meninggal dunia akibat gempa bumi. Data tersebut disampaikan Kapolsek Reo, IPDA Joko Sugiarto, S.A.P., M.H.

Di Kecamatan Reok, lima warga dilaporkan meninggal dunia. Mereka masing-masing Resny (21), perempuan, karyawati Pepen Cell, warga Gumbang, Desa Riung, Kecamatan Cibal; Faisal (42), warga Lingkungan Bari, Kelurahan Reo; Habibi (7), pelajar, warga Lingkungan Bari, Kelurahan Reo; Ruslin Ahmad (61), petani, warga Kampung Batok, Desa Salama; serta Hamide (70), warga Kampung Ojang, Desa Robek.

Sementara itu, tiga korban meninggal dunia lainnya berasal dari Kecamatan Reok Barat, yakni Mustamin (65), nelayan, warga Dusun Langkas, Desa Paralando; Rinto Harahap (45), nelayan, warga Dusun Langkas, Desa Paralando; dan Bunga Sari (40), ibu rumah tangga, warga Dusun Langkas, Desa Paralando.

Selain delapan korban meninggal dunia tersebut, masih terdapat dua orang yang belum berhasil dievakuasi karena tertimbun material bangunan. Masing-masing berada di dalam rumah milik Hubertus Titi dan rumah milik Jhoni G. Plate.

Di tengah situasi pascagempa, pelayanan kesehatan juga dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Tim medis dari RS Pratama Reo dan Puskesmas Reo saat ini memberikan pelayanan kepada masyarakat di Lapangan Barang Kolo, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok.

Pemindahan pelayanan medis dilakukan setelah ditemukan retakan pada tembok bangunan RS Pratama Reo dan Puskesmas Reo. Langkah tersebut juga sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Kapolsek Reo IPDA Joko Sugiarto mengatakan, perkembangan situasi, termasuk jumlah korban meninggal dunia, masih terus dipantau. Informasi terbaru terkait jumlah korban akan dilaporkan pada kesempatan pertama.

Artikel Lainnya