Nasional

BNPB Salurkan Bantuan Logistik Melalui Jalur Laut untuk Masyarakat Terdampak Gempa di Pulau Palue, Sikka

Oleh : very - Senin, 17/08/2026 21:59 WIB


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama tim gabungan telah menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur pada Senin (17/8). (Foto: Humas BNPB)
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama tim gabungan telah menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur pada Senin (17/8). (Foto: Humas BNPB)

Sikka, INDONEWS.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama tim gabungan telah menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur pada Senin (17/8).

Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB melalui siaran pers mengatakan bahwa bantuan disalurkan melalui jalur laut dan udara sebagai upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan tersebut.

Setelah sebelumnya bantuan tahap pertama juga berhasil dikirim kemarin (16/8) dengan menggunakan speedboat milik Polair. Pada hari ini bantuan yang dikirimkan terdiri atas 150 unit tenda keluarga, 400 lembar matras, enam unit genset beserta enam jerigen BBM masing-masing berkapasitas 20 liter, 10 boks peralatan listrik, 600 paket sembako, 100 dus air minum, 1,6 ton beras untuk kebutuhan selama satu minggu ke depan, 300 lembar selimut, 100 paket hygiene kits, 100 paket kidsware, serta 150 liter minyak goreng.

Ferry KMP Ile Ape yang membawa bantuan tersebut telah tiba di Pulau Palue pada hari ini (17/8) pukul 17.20 WITA. Saat ini, proses pembongkaran bantuan logistik dan peralatan sedang dilakukan untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Selain dukungan logistik, pemulihan infrastruktur kelistrikan juga terus dilakukan. Berdasarkan data PLN UP3 Flores Bagian Timur per (17/8) pukul 17.00 WITA, pada tingkat gardu distribusi, dari 6 unit gardu yang terdampak, sebanyak 4 unit telah menyala, sementara 2 unit masih dalam kondisi padam. Hingga kini, upaya perbaikan terus dilakukan guna mempercepat penanganan darurat.

Selain kebutuhan hunian dan logistik dasar, bantuan juga mencakup obat-obatan serta dukungan delapan tenaga medis dari Pusat Krisis Kementerian Kesehatan (Puskris Kemenkes) untuk membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Sesaat setelah bersandar, bantuan segera dimobilisasi dan diterima langsung oleh Sekretaris Camat Palue Maria Bernadeta Roja, nantinya bantuan segera dikirimkan kepada warga terdampak dengan menempuh jalur darat yang cukup menantang. Kondisi jalan yang masih rusak pascagempa M 7.7 menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan. Namun hal tersebut tak menyurutkan para personel untuk tetap menempuh jalur tersebut guna memastikan bantuan sampai hingga langsung ke masyarakat terdampak.

Penggunaan moda transportasi laut menjadi bagian dari strategi percepatan distribusi logistik ke wilayah kepulauan. Jalur laut dimanfaatkan untuk membawa bantuan dalam jumlah besar, sedangkan dukungan transportasi udara digunakan untuk mempercepat mobilisasi bantuan dan mendukung akses menuju wilayah terdampak.

Dengan telah disalurkannya bantuan tersebut, BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan dan unsur terkait terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak di Pulau Palue dapat terpenuhi. Koordinasi lintas sektor juga dilakukan untuk memantau kondisi masyarakat serta mengidentifikasi kebutuhan lanjutan di lapangan.

Penyaluran bantuan ke Pulau Palue merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan masyarakat terdampak bencana, termasuk yang berada di wilayah kepulauan dan memiliki tantangan akses, tetap mendapatkan dukungan penanganan darurat secara cepat dan tepat sasaran. *

Artikel Lainnya