Jakarta, INDONEWS.ID- Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) sedangkan menyiapkan para pemain yang akan ikut bertarung di Asian Games 2026.
Dalam rangka itu, PP Perbasi memanggil seluruh pemain diaspora guna memperkuat tim nasional pada Asian Games 2026.
"Semua pemain diaspora dipanggil untuk Asian Games 2026," ujar Sekretaris Jenderal PP Perbasi Nirmala Dewi di Palembang, Jumat (21/8).
Dari data yang dihimpun, Asian Games 2026 akan berlangsung di Prefektur Aichi dan Kota Nagoya, Jepang.
Turnamen yang digelar selama 16 hari di wilayah Aichi-Nagoya, Jepang itu akan mempertandingkan total 43 cabang olahraga dan 71 disiplin dan diikuti oleh 45 negara dengan estimasi lebih dari 11.000 atlet.
Indonesia sendiri mengirimkan 432 atlet dari 35 cabang olahraga, diidukung oleh 148 pelatih dan ofisial serta 32 personel tim Chef de Mission (CdM).
Untuk kontingen basket, PP Perbasi sebelumnya telah memanggil delapan pemain basket kategori 3x3 putra untuk dipersiapkan menuju Asian Games 2026.
Kedelapan pemain tersebut sebelumnya juga masuk dalam tim yang dipersiapkan menghadapi FIBA 3x3 Challenger di Batam.
Pemanggilan itu tertuang dalam surat PP Perbasi bernomor 545/DPP/VIII/2026 tertanggal 19 Agustus 2026.
Delapan pemain yang dipanggil adalah Erick Ibrahim Junior dari Dewa United, Mohammed Aymane Garudi Arip dan Justin Jaya Wiyanto dari Tangerang Hawks, Halmaheranno Aprianto Lolaru Hady dan Richard Cornellius dari Hangtuah Jakarta, Daffa Dhoifullah dari Pacific Caesar Surabaya, Almando Davin Nepa Bait dari Borneo Hornbills, serta Aven Ryan Pratama dari Kesatria Bengawan Solo.
Sementara untuk kategori 5x5, Perbasi memanggil selain pemain diaspora, lanjut dia, sejumlah pemain naturalisasi juga masuk daftar pemanggilan skuad Garuda.
Salah satu nama yang dipastikan dipanggil adalah Derrick Michael Xzavierro.
Kehadiran pebasket berbakat tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dan tampil optimal saat membela Merah Putih di panggung olahraga terbesar se-Asia tersebut.
Nirmala menjelaskan bahwa Perbasi telah merancang dan melakukan berbagai persiapan secara matang demi memastikan kesiapan fisik maupun taktis para pemain.
Meski begitu, pihak federasi memilih untuk bersikap realistis terkait pencapaian di turnamen mendatang.
Mengenai sasaran prestasi, Perbasi menargetkan hasil terbaik tanpa memberikan beban berlebih kepada jajaran pelatih dan pemain.
"Untuk target, tentunya mengharapkan yang terbaik. Namun untuk Asian Games 2026 ini, kami tidak terlalu memasang target tinggi," pungkasnya.