Jakarta, INDONEWS.ID - Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Kalimantan Tengah dinilai menjadi penegasan keseriusan pemerintah pusat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan kunjungan Presiden tidak sekadar untuk melihat kondisi di lapangan, tetapi juga memastikan dukungan pemerintah pusat terhadap upaya pencegahan dan penanganan karhutla berjalan optimal.
"Tentunya beliau (Presiden) sudah banyak membantu, baik dalam pemenuhan ekskavator, sumur bor maupun sarpras lainnya yang kita perlukan dalam penanganan," kata Agustiar di Palangka Raya, Sabtu malam.
Menurut Agustiar, Presiden Prabowo telah memberikan arahan agar pemerintah daerah terus memperkuat langkah pencegahan dan penanganan karhutla melalui sinergi lintas sektor. Keterlibatan masyarakat juga dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas.
Presiden Prabowo sebelumnya melakukan kunjungan ke sejumlah wilayah di Kalimantan, termasuk Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi penanganan karhutla sekaligus memastikan upaya pencegahan berjalan di lapangan.
Agustiar mengatakan dukungan pemerintah pusat menjadi bagian penting dalam memperkuat penanganan karhutla, terutama untuk mengatasi keterbatasan sumber air di sejumlah daerah.
Salah satu dukungan yang diberikan pemerintah pusat adalah pembangunan sumur bor yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air dalam proses pemadaman dan penanganan kebakaran.
"Awal seribu. Berapapun dibutuhkan Kalteng, beliau siap, selama untuk kepentingan Kalimantan Tengah," ujar Agustiar.
Pada tahap awal, pemerintah merencanakan pembangunan sekitar 1.000 sumur bor. Jumlah tersebut dapat ditambah apabila kebutuhan di lapangan meningkat. Selain sumur bor, dukungan pemerintah pusat juga mencakup penyediaan ekskavator dan sejumlah sarana serta prasarana lain untuk memperkuat kemampuan daerah menghadapi karhutla.
Agustiar menegaskan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah terus dilakukan untuk memastikan berbagai dukungan tersebut dapat dimanfaatkan secara efektif.
Sementara itu, pemerintah juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai salah satu upaya untuk membantu penanganan karhutla. Namun, Agustiar mengatakan pelaksanaan OMC masih menghadapi kendala karena kondisi di lapangan belum memungkinkan.
Pemerintah daerah, kata dia, tetap akan memperkuat langkah pencegahan sembari menunggu kondisi yang memungkinkan untuk pelaksanaan OMC. Sinergi pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci untuk menekan risiko meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.