Nasional

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air per Tanggal 25 Agustus 2026

Oleh : very - Selasa, 25/08/2026 20:28 WIB


Kebakaran hutan dan lahan. (Foto: BNPB)
Kebakaran hutan dan lahan. (Foto: BNPB)

Jakarta, INDONEWS.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum peristiwa bencana dan penanganan yang dilakukan pemerintah daerah dalam kurun waktu Senin (24/8) sampai Selasa (25/8) pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan laporan yang dihimpun, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di empat wilayah. Selain itu, satu kejadian banjir juga dilaporkan terjadi.

Siaran pers Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menyebutkan bahwa kejadian karhutla pertama dilaporkan terjadi di Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten pada Minggu (23/8). Berdasarkan pendataan, peristiwa tersebut menghanguskan lahan seluas 6 hektare.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Pandeglang mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan. Hingga Senin (24/8), api berhasil dipadamkan dan situasi di lokasi dinyatakan aman.

Peristiwa karhutla juga terjadi pada Senin (24/8), tepatnya di Desa Balanggala, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah. Kebakaran tersebut berdampak pada lahan seluas sekitar 2 hektare.

Untuk penanganan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Tojo Una-Una langsung melakukan asesmen di lokasi. Pemadaman dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas TRC BPBD, pemadam kebakaran (Damkar), Polsek Ampana Tete, Koramil, Camat Ampana Tete, dan Kepala Desa Balanggala. Api berhasil dipadamkan pada Senin (24/8).

Pada hari yang sama, Senin (24/8) pukul 11.32 WIB, kebakaran lahan terjadi di area Jalan Pantai Tambak, Dusun Garumedang, Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kebakaran tersebut berdampak pada lahan seluas lebih dari 5,1 hektare.

TRC Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Belitung Timur segera menuju lokasi dengan mengerahkan empat personel beserta alat pelindung diri, sarana dan prasarana pemadaman karhutla, serta kendaraan Unit Dalmas. BPBD bersama tim gabungan melakukan upaya pemadaman dan pendinginan lahan, serta memantau dan memastikan keamanan wilayah sekitar. Api berhasil dipadamkan dan situasi di lokasi dinyatakan kondusif.

Karhutla juga melanda wilayah Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan pada Senin (24/8). Titik kebakaran berada di Lingkungan 2 Bunga Wellu, Kelurahan Batu Lappa, dan Desa Lainungeng. Kebakaran tersebut berdampak pada lahan seluas 14 hektare, dengan rincian 3 hektare di Kelurahan Batu Lappa dan 11 hektare di Desa Lainungeng.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Sidenreng Rappang melakukan peninjauan lokasi dan asesmen, serta berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Upaya pemadaman dilakukan bersama Tim Damkar. Hingga Senin (24/8), api di Kelurahan Batu Lappa telah berhasil dipadamkan, sementara di Desa Lainungeng masih terdapat beberapa titik api yang terus ditangani.

Tidak hanya kebakaran hutan dan lahan, banjir juga dilaporkan terjadi pada Senin (24/8) pukul 09.00 WITA di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. Banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan sungai meluap dan menggenangi permukiman warga.

Wilayah terdampak meliputi Desa Kasimbar Palapi, Desa Kasimbar Induk, serta Desa Kasimbar Selatan. Sebanyak 115 kepala keluarga terdampak dalam peristiwa ini. Dampak materiil meliputi satu unit fasilitas peribadatan, dua unit fasilitas pendidikan, satu fasilitas umum, serta empat hektare area perkebunan yang terdampak.

Merespons kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Parigi Moutong berkoordinasi dengan instansi terkait dan melakukan asesmen serta kaji cepat di lokasi. Penanganan dilakukan bersama aparat desa dan masyarakat. Kondisi banjir belum surut dan pemantauan masih terus dilakukan oleh petugas gabungan.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi karhutla dan banjir serta segera melaporkan kejadian kepada BPBD, pemadam kebakaran, atau aparat terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti.

BNPB juga meminta pemerintah daerah untuk memastikan kesiapsiagaan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi potensi bencana di wilayah masing-masing. *

Artikel Lainnya