SERI MEMAHAMI ESTOM #13
Dari Sensing Menuju Strategic Foresight
Oleh: Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol
PENGANTAR
Seri #12 menghasilkan satu pahatan:
YANG DIPERTAHANKAN
BUKAN SELALU BENTUKNYA.
YANG DIPERTAHANKAN
ADALAH FUNGSINYA.
Tetapi muncul pertanyaan yang lebih sulit:
KAPAN KITA MENGETAHUI
BAHWA SESUATU MULAI KEHILANGAN RELEVANSI?
Jika menunggu sampai krisis terjadi,
kita mungkin sudah terlambat.
Karena itu pemimpin tidak cukup membaca:
APA YANG TERJADI.
Ia juga harus membaca:
APA YANG SEDANG BERUBAH?
APA YANG MUNGKIN TERJADI?
DAN APA YANG HARUS DISIAPKAN
SEBELUM PERUBAHAN ITU DATANG?
Di sinilah Sensing dan Thinking diperdalam melalui:
STRATEGIC FORESIGHT.
1. FORESIGHT BUKAN MERAMAL MASA DEPAN
Strategic Foresight bukan ilmu meramal.
Ia tidak mengatakan:
“INI PASTI TERJADI.”
Ia bertanya:
APA YANG MUNGKIN TERJADI?
APA YANG DAPAT MENGUBAH ARAH?
APA DAMPAKNYA BAGI KITA?
DAN APA YANG HARUS DISIAPKAN?
Forecasting biasanya menggunakan data dan pola untuk memperkirakan perkembangan.
Foresight membuka beberapa kemungkinan masa depan.
Karena:
MASA DEPAN TIDAK SELALU
MERUPAKAN GARIS LURUS
DARI MASA LALU.
2. PERUBAHAN BESAR SERING DIMULAI DARI TANDA KECIL
Smartphone pernah merupakan teknologi baru.
AI generatif pernah berkembang dalam lingkungan yang jauh lebih terbatas.
Kendaraan listrik pernah merupakan pasar kecil.
Energi surya pernah jauh lebih mahal.
Media sosial pernah dianggap sekadar ruang berinteraksi.
Kemudian semuanya berkembang dan mengubah sistem.
Karena itu Sensing tidak cukup bertanya:
APA YANG BESAR HARI INI?
Ia juga harus bertanya:
APA YANG MASIH KECIL HARI INI,
TETAPI DAPAT MENJADI BESAR BESOK?
Inilah pentingnya:
WEAK SIGNAL.
3. MEMISAHKAN SINYAL DARI KEBISINGAN
Tidak semua informasi mempunyai nilai strategis.
NOISE
→ banyak terlihat, tetapi belum tentu bermakna.
SIGNAL
→ menunjukkan sesuatu sedang terjadi.
TREND
→ menunjukkan perubahan yang berlangsung dan membentuk pola.
ANOMALY
→ sesuatu yang menyimpang dari pola normal.
WEAK SIGNAL
→ indikasi awal yang masih kecil, tetapi dapat menunjukkan perubahan yang lebih besar.
Karena itu tugas Sensing bukan:
MENGUMPULKAN INFORMASI
SEBANYAK-BANYAKNYA.
Tugas Sensing adalah:
MENEMUKAN INFORMASI
YANG MENGUBAH PEMAHAMAN KITA.
4. HORIZON SCANNING — MELIHAT LEBIH JAUH
Untuk menangkap perubahan lebih awal diperlukan:
HORIZON SCANNING.
Kita memindai perkembangan:
GEOPOLITIK,
GEOEKONOMI,
ENERGI,
TEKNOLOGI,
INDUSTRI,
DEMOGRAFI,
SOSIAL,
LINGKUNGAN,
DATA,
INFORMASI,
PERSEPSI,
DAN PERTAHANAN.
Tujuannya bukan mengetahui semuanya.
Tujuannya adalah menemukan:
PERUBAHAN APA
YANG DAPAT MENGUBAH MEDAN?
5. SINGAPURA — FORESIGHT MENJADI KAPASITAS INSTITUSI
Singapura memberikan contoh menarik.
Pada 2009 dibentuk Centre for Strategic Futures sebagai futures think tank di lingkungan pemerintahan.
Tugasnya antara lain melakukan penelitian jangka panjang, membaca kemungkinan blind spot, mengembangkan metode foresight, dan memperkuat kemampuan pemerintah menghadapi lingkungan yang kompleks dan cepat berubah.
Artinya:
MEMBACA MASA DEPAN
TIDAK CUKUP BERGANTUNG
PADA KECERDASAN SEORANG PEMIMPIN.
IA DAPAT DIBANGUN MENJADI:
KAPASITAS INSTITUSI.
6. UNI EROPA — FORESIGHT MASUK KE KEBIJAKAN
European Commission menggunakan Strategic Foresight untuk membantu:
POLICY MAKING,
STRATEGIC PLANNING,
DAN PREPAREDNESS.
Mereka menggunakan antara lain:
horizon scanning,
megatrends analysis,
dan scenario development.
Skenario kemudian dapat digunakan untuk menguji apakah suatu kebijakan cukup kuat menghadapi beberapa kemungkinan masa depan.
Pelajarannya:
FORESIGHT BUKAN LAPORAN
TENTANG MASA DEPAN.
FORESIGHT HARUS MEMPERBAIKI
KEPUTUSAN HARI INI.
7. FINLANDIA — MASA DEPAN HARUS MELAMPAUI SATU PEMERINTAHAN
Finlandia memberikan pelajaran lain.
Parlemennya mempunyai:
COMMITTEE FOR THE FUTURE.
Ini penting.
Sebab keputusan mengenai:
pendidikan,
energi,
demografi,
teknologi,
lingkungan,
dan pertahanan
dapat mempunyai konsekuensi jauh melampaui masa jabatan satu pemerintahan.
Maka:
NEGARA TIDAK BOLEH HANYA BERPIKIR
SAMPAI PEMILU BERIKUTNYA.
NEGARA JUGA HARUS BERPIKIR
TENTANG GENERASI BERIKUTNYA.
8. UNI EMIRAT ARAB — MEMBANGUN KESIAPAN MASA DEPAN
Uni Emirat Arab mengambil pendekatan berbeda.
Pemerintahnya membangun Future Foresight Strategy untuk memasukkan kemampuan membaca masa depan ke dalam perencanaan pemerintah.
Pendekatannya mencakup pembangunan model masa depan, skenario, kapasitas nasional, dan kesiapan menghadapi peluang maupun tantangan di berbagai sektor.
Ini penting bagi negara yang sedang mempersiapkan struktur ekonomi dan kapasitas nasional untuk dunia yang terus berubah.
Pelajarannya:
FORESIGHT BUKAN HANYA
MEMBACA ANCAMAN.
FORESIGHT JUGA:
MEMBACA PELUANG.
9. ENVIRONMENT MEMBERIKAN PETA
Foresight tidak boleh dimulai dari imajinasi tanpa dasar.
Pertama:
ENVIRONMENT.
Kita harus memahami keadaan sekarang.
Apa kekuatan kita?
Apa ketergantungan kita?
Apa kerentanan kita?
Teknologi apa yang kita kuasai?
Bagaimana demografi kita?
Bagaimana ekonomi kita?
Bagaimana kondisi masyarakat?
Bagaimana posisi geopolitik kita?
Tanpa peta keadaan sekarang:
MASA DEPAN MUDAH BERUBAH
MENJADI SPEKULASI.
10. SENSING MENANGKAP PERGESERAN
Setelah peta tersedia:
SENSING bekerja.
Apa yang mulai berubah?
Teknologi apa yang muncul?
Perilaku apa yang bergeser?
Industri apa yang tumbuh?
Industri apa yang mulai kehilangan relevansi?
Ketergantungan baru apa yang terbentuk?
Sumber daya apa yang semakin penting?
Narasi apa yang berkembang?
Apa yang berubah dalam masyarakat?
Sensing mencari:
PERGESERAN.
11. THINKING MENGUBAH SINYAL MENJADI MAKNA
Sinyal belum menjadi strategi.
Satu sinyal dapat menyesatkan.
Beberapa sinyal dapat bertentangan.
Thinking harus menguji:
APAKAH SINYAL INI NYATA?
APA PENYEBABNYA?
APAKAH SEMENTARA?
APAKAH MENJADI BAGIAN DARI TREN?
APA YANG DAPAT MEMPERCEPATNYA?
APA YANG DAPAT MENGHENTIKANNYA?
SIAPA YANG DIUNTUNGKAN?
SIAPA YANG DIRUGIKAN?
Maka:
DATA
↓
POLA
↓
MAKNA.
12. FORESIGHT TIDAK MENAMBAH HURUF BARU PADA ESTOM
Ini harus jelas.
ESTOM tetap:
E — ENVIRONMENT
S — SENSING
T — THINKING
O — OPERATION
M — MANEUVER.
Strategic Foresight bukan tahap keenam.
Ia memperdalam hubungan:
SENSING — THINKING
agar keduanya tidak hanya membaca apa yang telah terjadi, tetapi juga kemungkinan perubahan di depan.
Di dalamnya kita dapat menggunakan:
HORIZON SCANNING
↓
WEAK SIGNAL
↓
TREND
↓
ANOMALY
↓
SCENARIO
↓
STRATEGIC FORESIGHT.
Maka:
FORESIGHT BUKAN MENAMBAH
SATU HURUF PADA ESTOM.
FORESIGHT MEMPERDALAM
CARA SENSING DAN THINKING
MEMBACA APA YANG BELUM TERJADI.
13. JANGAN MEMBUAT SATU MASA DEPAN
Kesalahan besar adalah mengatakan:
“MASA DEPAN PASTI SEPERTI INI.”
Ambil contoh AI.
Kita dapat membangun beberapa kemungkinan:
SKENARIO A
AI meningkatkan produktivitas secara besar.
SKENARIO B
AI menggantikan sebagian pekerjaan tetapi menciptakan pekerjaan dan kompetensi baru.
SKENARIO C
Perkembangannya melambat pada bidang tertentu karena biaya, regulasi, energi atau keterbatasan teknologi.
SKENARIO D
AI bergabung dengan robotika, energi, sensor dan sistem otonom sehingga mengubah struktur industri secara lebih mendalam.
Kita tidak mengatakan salah satunya pasti terjadi.
Kita bertanya:
JIKA A TERJADI,
APA YANG KITA LAKUKAN?
JIKA B?
JIKA C?
JIKA D?
14. SKENARIO MEMPERBESAR RUANG PILIHAN
Di sinilah hubungan Foresight dengan Pertahanan Fondasi semakin jelas.
Tujuan Foresight bukan:
MENGETAHUI MASA DEPAN.
Tujuannya:
MEMPERBESAR KESIAPAN
MENGHADAPI BEBERAPA
KEMUNGKINAN MASA DEPAN.
Jika hanya satu kemungkinan yang disiapkan,
sistem menjadi rapuh.
Jika beberapa kemungkinan telah dipikirkan,
pemimpin mempunyai:
RUANG PILIHAN.
15. FORESIGHT HARUS TURUN MENJADI OPERATION
Misalnya Sensing menemukan:
AI berkembang cepat.
Kebutuhan listrik pusat data meningkat.
Semikonduktor semakin strategis.
Robotika berkembang.
Kebutuhan SDM digital berubah.
Thinking kemudian bertanya:
APA ARTINYA BAGI INDONESIA?
Apakah energi kita cukup?
Apakah jaringan listrik siap?
Apakah pusat data aman?
Apakah SDM tersedia?
Apakah perguruan tinggi menghasilkan kompetensi yang dibutuhkan?
Apakah industri nasional mempunyai posisi?
Apakah bahan baku strategis kita hanya diekspor,
atau diubah menjadi kemampuan teknologi?
Di sinilah Foresight berhenti menjadi pemikiran.
Ia mulai masuk ke:
OPERATION.
16. OPERATION HARUS MENJADI MANEUVER
Operation menentukan:
APA YANG HARUS DILAKUKAN.
Maneuver menentukan:
KAPAN?
DI MANA?
DENGAN SIAPA?
DALAM URUTAN APA?
DAN SEBERAPA CEPAT?
Sebab strategi yang benar tetapi terlambat
dapat tetap menghasilkan kegagalan.
Maka:
FORESIGHT
↓
PILIHAN
↓
PRIORITAS
↓
OPERATION
↓
MANEUVER.
17. FORESIGHT BUKAN HANYA UNTUK NEGARA
Kerangka berpikir ini dapat diturunkan.
PROVINSI dapat membaca:
demografi,
pangan,
air,
transportasi,
investasi,
lapangan kerja,
dan perubahan lingkungan.
PERUSAHAAN dapat membaca:
teknologi,
pasar,
kompetitor,
konsumen,
dan rantai pasok.
UNIVERSITAS dapat membaca:
perkembangan ilmu,
kompetensi masa depan,
teknologi,
dan kebutuhan masyarakat serta industri.
Organisasi yang lebih kecil pun dapat bertanya:
APA YANG SEDANG BERUBAH
DI LINGKUNGAN KITA?
Karena skala berbeda,
tetapi disiplin berpikirnya tetap sama.
18. PEMIMPIN MEMBUTUHKAN DUA MATA
Satu mata melihat:
HARI INI.
Mata lainnya melihat:
KEMUNGKINAN BESOK.
Jika hanya melihat masa depan,
pemimpin dapat kehilangan kenyataan.
Jika hanya melihat hari ini,
pemimpin dapat kehilangan arah.
Maka kepemimpinan strategis membutuhkan:
REALITAS
+
ANTISIPASI.
CATATAN PEMAHAMAN
Sekarang hubungan ESTOM semakin matang:
ENVIRONMENT
→ MEMAHAMI MEDAN.
SENSING
→ MENANGKAP PERUBAHAN DAN SINYAL.
THINKING
→ MEMAHAMI MAKNA DAN KEMUNGKINAN.
Di dalam SENSING–THINKING,
Strategic Foresight memperluas pandangan menuju beberapa kemungkinan masa depan.
Kemudian:
OPERATION
→ MENYIAPKAN PILIHAN DAN TINDAKAN.
MANEUVER
→ BERGERAK DAN MENYESUAIKAN.
Lalu lahir:
ENVIRONMENT BARU.
Dan siklus dimulai kembali.
PAHATAN
MASA DEPAN TIDAK SELALU
DATANG SECARA TIBA-TIBA.
SERING KALI IA MENGIRIMKAN
TANDA-TANDANYA LEBIH DAHULU.
MASALAHNYA BUKAN
APAKAH TANDA ITU ADA.
MASALAHNYA:
APAKAH KITA MAMPU MEMBACANYA?
PENUTUP
Negara tidak harus mengetahui dengan pasti
apa yang akan terjadi sepuluh atau dua puluh tahun lagi.
Itu hampir mustahil.
Tetapi negara dapat membangun kemampuan untuk:
MEMBACA PERUBAHAN,
MENGENALI SINYAL,
MENGUJI ASUMSI,
MEMBAYANGKAN BEBERAPA KEMUNGKINAN,
MENYIAPKAN PILIHAN,
DAN BERGERAK SEBELUM TERLAMBAT.
Karena dalam dunia yang berubah cepat:
KEUNGGULAN BUKAN
MENGETAHUI MASA DEPAN.
KEUNGGULAN ADALAH
MEMPUNYAI PILIHAN
KETIKA MASA DEPAN DATANG.
BERSAMBUNG
SERI MEMAHAMI ESTOM #14
DARI SKENARIO MENJADI KEPUTUSAN
Ketika Pemimpin Harus Memilih di Tengah Ketidakpastian
Bagaimana menentukan:
PRIORITAS,
TRADE-OFF,
WAKTU,
SUMBER DAYA,
DAN RISIKO,
ketika tidak ada satu pun pilihan
yang sepenuhnya pasti?
Jakarta, 22 Agustus 2026
Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol