Opini

MEMBACA MASA DEPAN SEBELUM IA DATANG

Oleh : luska - Kamis, 27/08/2026 16:22 WIB


MEMBACA MASA DEPAN SEBELUM IA DATANG

SERI MEMAHAMI ESTOM #13


Dari Sensing Menuju Strategic Foresight


Oleh: Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol



PENGANTAR


Seri #12 menghasilkan satu pahatan:


YANG DIPERTAHANKAN

BUKAN SELALU BENTUKNYA.


YANG DIPERTAHANKAN

ADALAH FUNGSINYA.


Tetapi muncul pertanyaan yang lebih sulit:


KAPAN KITA MENGETAHUI

BAHWA SESUATU MULAI KEHILANGAN RELEVANSI?


Jika menunggu sampai krisis terjadi,

kita mungkin sudah terlambat.


Karena itu pemimpin tidak cukup membaca:


APA YANG TERJADI.


Ia juga harus membaca:


APA YANG SEDANG BERUBAH?


APA YANG MUNGKIN TERJADI?


DAN APA YANG HARUS DISIAPKAN

SEBELUM PERUBAHAN ITU DATANG?


Di sinilah Sensing dan Thinking diperdalam melalui:


STRATEGIC FORESIGHT.



1. FORESIGHT BUKAN MERAMAL MASA DEPAN


Strategic Foresight bukan ilmu meramal.


Ia tidak mengatakan:


“INI PASTI TERJADI.”


Ia bertanya:


APA YANG MUNGKIN TERJADI?


APA YANG DAPAT MENGUBAH ARAH?


APA DAMPAKNYA BAGI KITA?


DAN APA YANG HARUS DISIAPKAN?


Forecasting biasanya menggunakan data dan pola untuk memperkirakan perkembangan.


Foresight membuka beberapa kemungkinan masa depan.


Karena:


MASA DEPAN TIDAK SELALU

MERUPAKAN GARIS LURUS

DARI MASA LALU.



2. PERUBAHAN BESAR SERING DIMULAI DARI TANDA KECIL


Smartphone pernah merupakan teknologi baru.


AI generatif pernah berkembang dalam lingkungan yang jauh lebih terbatas.


Kendaraan listrik pernah merupakan pasar kecil.


Energi surya pernah jauh lebih mahal.


Media sosial pernah dianggap sekadar ruang berinteraksi.


Kemudian semuanya berkembang dan mengubah sistem.


Karena itu Sensing tidak cukup bertanya:


APA YANG BESAR HARI INI?


Ia juga harus bertanya:


APA YANG MASIH KECIL HARI INI,

TETAPI DAPAT MENJADI BESAR BESOK?


Inilah pentingnya:


WEAK SIGNAL.



3. MEMISAHKAN SINYAL DARI KEBISINGAN


Tidak semua informasi mempunyai nilai strategis.


NOISE

→ banyak terlihat, tetapi belum tentu bermakna.


SIGNAL

→ menunjukkan sesuatu sedang terjadi.


TREND

→ menunjukkan perubahan yang berlangsung dan membentuk pola.


ANOMALY

→ sesuatu yang menyimpang dari pola normal.


WEAK SIGNAL

→ indikasi awal yang masih kecil, tetapi dapat menunjukkan perubahan yang lebih besar.


Karena itu tugas Sensing bukan:


MENGUMPULKAN INFORMASI

SEBANYAK-BANYAKNYA.


Tugas Sensing adalah:


MENEMUKAN INFORMASI

YANG MENGUBAH PEMAHAMAN KITA.



4. HORIZON SCANNING — MELIHAT LEBIH JAUH


Untuk menangkap perubahan lebih awal diperlukan:


HORIZON SCANNING.


Kita memindai perkembangan:


GEOPOLITIK,


GEOEKONOMI,


ENERGI,


TEKNOLOGI,


INDUSTRI,


DEMOGRAFI,


SOSIAL,


LINGKUNGAN,


DATA,


INFORMASI,


PERSEPSI,


DAN PERTAHANAN.


Tujuannya bukan mengetahui semuanya.


Tujuannya adalah menemukan:


PERUBAHAN APA

YANG DAPAT MENGUBAH MEDAN?



5. SINGAPURA — FORESIGHT MENJADI KAPASITAS INSTITUSI


Singapura memberikan contoh menarik.


Pada 2009 dibentuk Centre for Strategic Futures sebagai futures think tank di lingkungan pemerintahan.


Tugasnya antara lain melakukan penelitian jangka panjang, membaca kemungkinan blind spot, mengembangkan metode foresight, dan memperkuat kemampuan pemerintah menghadapi lingkungan yang kompleks dan cepat berubah.


Artinya:


MEMBACA MASA DEPAN

TIDAK CUKUP BERGANTUNG

PADA KECERDASAN SEORANG PEMIMPIN.


IA DAPAT DIBANGUN MENJADI:


KAPASITAS INSTITUSI.



6. UNI EROPA — FORESIGHT MASUK KE KEBIJAKAN


European Commission menggunakan Strategic Foresight untuk membantu:


POLICY MAKING,


STRATEGIC PLANNING,


DAN PREPAREDNESS.


Mereka menggunakan antara lain:


horizon scanning,


megatrends analysis,


dan scenario development.


Skenario kemudian dapat digunakan untuk menguji apakah suatu kebijakan cukup kuat menghadapi beberapa kemungkinan masa depan.


Pelajarannya:


FORESIGHT BUKAN LAPORAN

TENTANG MASA DEPAN.


FORESIGHT HARUS MEMPERBAIKI

KEPUTUSAN HARI INI.



7. FINLANDIA — MASA DEPAN HARUS MELAMPAUI SATU PEMERINTAHAN


Finlandia memberikan pelajaran lain.


Parlemennya mempunyai:


COMMITTEE FOR THE FUTURE.


Ini penting.


Sebab keputusan mengenai:


pendidikan,


energi,


demografi,


teknologi,


lingkungan,


dan pertahanan


dapat mempunyai konsekuensi jauh melampaui masa jabatan satu pemerintahan.


Maka:


NEGARA TIDAK BOLEH HANYA BERPIKIR

SAMPAI PEMILU BERIKUTNYA.


NEGARA JUGA HARUS BERPIKIR

TENTANG GENERASI BERIKUTNYA.



8. UNI EMIRAT ARAB — MEMBANGUN KESIAPAN MASA DEPAN


Uni Emirat Arab mengambil pendekatan berbeda.


Pemerintahnya membangun Future Foresight Strategy untuk memasukkan kemampuan membaca masa depan ke dalam perencanaan pemerintah.


Pendekatannya mencakup pembangunan model masa depan, skenario, kapasitas nasional, dan kesiapan menghadapi peluang maupun tantangan di berbagai sektor.


Ini penting bagi negara yang sedang mempersiapkan struktur ekonomi dan kapasitas nasional untuk dunia yang terus berubah.


Pelajarannya:


FORESIGHT BUKAN HANYA

MEMBACA ANCAMAN.


FORESIGHT JUGA:


MEMBACA PELUANG.



9. ENVIRONMENT MEMBERIKAN PETA


Foresight tidak boleh dimulai dari imajinasi tanpa dasar.


Pertama:


ENVIRONMENT.


Kita harus memahami keadaan sekarang.


Apa kekuatan kita?


Apa ketergantungan kita?


Apa kerentanan kita?


Teknologi apa yang kita kuasai?


Bagaimana demografi kita?


Bagaimana ekonomi kita?


Bagaimana kondisi masyarakat?


Bagaimana posisi geopolitik kita?


Tanpa peta keadaan sekarang:


MASA DEPAN MUDAH BERUBAH

MENJADI SPEKULASI.



10. SENSING MENANGKAP PERGESERAN


Setelah peta tersedia:


SENSING bekerja.


Apa yang mulai berubah?


Teknologi apa yang muncul?


Perilaku apa yang bergeser?


Industri apa yang tumbuh?


Industri apa yang mulai kehilangan relevansi?


Ketergantungan baru apa yang terbentuk?


Sumber daya apa yang semakin penting?


Narasi apa yang berkembang?


Apa yang berubah dalam masyarakat?


Sensing mencari:


PERGESERAN.



11. THINKING MENGUBAH SINYAL MENJADI MAKNA


Sinyal belum menjadi strategi.


Satu sinyal dapat menyesatkan.


Beberapa sinyal dapat bertentangan.


Thinking harus menguji:


APAKAH SINYAL INI NYATA?


APA PENYEBABNYA?


APAKAH SEMENTARA?


APAKAH MENJADI BAGIAN DARI TREN?


APA YANG DAPAT MEMPERCEPATNYA?


APA YANG DAPAT MENGHENTIKANNYA?


SIAPA YANG DIUNTUNGKAN?


SIAPA YANG DIRUGIKAN?


Maka:


DATA

POLA

MAKNA.



12. FORESIGHT TIDAK MENAMBAH HURUF BARU PADA ESTOM


Ini harus jelas.


ESTOM tetap:


E — ENVIRONMENT


S — SENSING


T — THINKING


O — OPERATION


M — MANEUVER.


Strategic Foresight bukan tahap keenam.


Ia memperdalam hubungan:


SENSING — THINKING


agar keduanya tidak hanya membaca apa yang telah terjadi, tetapi juga kemungkinan perubahan di depan.


Di dalamnya kita dapat menggunakan:


HORIZON SCANNING

WEAK SIGNAL

TREND

ANOMALY

SCENARIO

STRATEGIC FORESIGHT.


Maka:


FORESIGHT BUKAN MENAMBAH

SATU HURUF PADA ESTOM.


FORESIGHT MEMPERDALAM

CARA SENSING DAN THINKING

MEMBACA APA YANG BELUM TERJADI.



13. JANGAN MEMBUAT SATU MASA DEPAN


Kesalahan besar adalah mengatakan:


“MASA DEPAN PASTI SEPERTI INI.”


Ambil contoh AI.


Kita dapat membangun beberapa kemungkinan:


SKENARIO A


AI meningkatkan produktivitas secara besar.


SKENARIO B


AI menggantikan sebagian pekerjaan tetapi menciptakan pekerjaan dan kompetensi baru.


SKENARIO C


Perkembangannya melambat pada bidang tertentu karena biaya, regulasi, energi atau keterbatasan teknologi.


SKENARIO D


AI bergabung dengan robotika, energi, sensor dan sistem otonom sehingga mengubah struktur industri secara lebih mendalam.


Kita tidak mengatakan salah satunya pasti terjadi.


Kita bertanya:


JIKA A TERJADI,

APA YANG KITA LAKUKAN?


JIKA B?


JIKA C?


JIKA D?



14. SKENARIO MEMPERBESAR RUANG PILIHAN


Di sinilah hubungan Foresight dengan Pertahanan Fondasi semakin jelas.


Tujuan Foresight bukan:


MENGETAHUI MASA DEPAN.


Tujuannya:


MEMPERBESAR KESIAPAN

MENGHADAPI BEBERAPA

KEMUNGKINAN MASA DEPAN.


Jika hanya satu kemungkinan yang disiapkan,

sistem menjadi rapuh.


Jika beberapa kemungkinan telah dipikirkan,

pemimpin mempunyai:


RUANG PILIHAN.



15. FORESIGHT HARUS TURUN MENJADI OPERATION


Misalnya Sensing menemukan:


AI berkembang cepat.


Kebutuhan listrik pusat data meningkat.


Semikonduktor semakin strategis.


Robotika berkembang.


Kebutuhan SDM digital berubah.


Thinking kemudian bertanya:


APA ARTINYA BAGI INDONESIA?


Apakah energi kita cukup?


Apakah jaringan listrik siap?


Apakah pusat data aman?


Apakah SDM tersedia?


Apakah perguruan tinggi menghasilkan kompetensi yang dibutuhkan?


Apakah industri nasional mempunyai posisi?


Apakah bahan baku strategis kita hanya diekspor,

atau diubah menjadi kemampuan teknologi?


Di sinilah Foresight berhenti menjadi pemikiran.


Ia mulai masuk ke:


OPERATION.



16. OPERATION HARUS MENJADI MANEUVER


Operation menentukan:


APA YANG HARUS DILAKUKAN.


Maneuver menentukan:


KAPAN?


DI MANA?


DENGAN SIAPA?


DALAM URUTAN APA?


DAN SEBERAPA CEPAT?


Sebab strategi yang benar tetapi terlambat

dapat tetap menghasilkan kegagalan.


Maka:


FORESIGHT

PILIHAN

PRIORITAS

OPERATION

MANEUVER.



17. FORESIGHT BUKAN HANYA UNTUK NEGARA


Kerangka berpikir ini dapat diturunkan.


PROVINSI dapat membaca:


demografi,

pangan,

air,

transportasi,

investasi,

lapangan kerja,

dan perubahan lingkungan.


PERUSAHAAN dapat membaca:


teknologi,

pasar,

kompetitor,

konsumen,

dan rantai pasok.


UNIVERSITAS dapat membaca:


perkembangan ilmu,

kompetensi masa depan,

teknologi,

dan kebutuhan masyarakat serta industri.


Organisasi yang lebih kecil pun dapat bertanya:


APA YANG SEDANG BERUBAH

DI LINGKUNGAN KITA?


Karena skala berbeda,


tetapi disiplin berpikirnya tetap sama.



18. PEMIMPIN MEMBUTUHKAN DUA MATA


Satu mata melihat:


HARI INI.


Mata lainnya melihat:


KEMUNGKINAN BESOK.


Jika hanya melihat masa depan,

pemimpin dapat kehilangan kenyataan.


Jika hanya melihat hari ini,

pemimpin dapat kehilangan arah.


Maka kepemimpinan strategis membutuhkan:


REALITAS

+

ANTISIPASI.



CATATAN PEMAHAMAN


Sekarang hubungan ESTOM semakin matang:


ENVIRONMENT

→ MEMAHAMI MEDAN.


SENSING

→ MENANGKAP PERUBAHAN DAN SINYAL.


THINKING

→ MEMAHAMI MAKNA DAN KEMUNGKINAN.


Di dalam SENSING–THINKING,

Strategic Foresight memperluas pandangan menuju beberapa kemungkinan masa depan.


Kemudian:


OPERATION

→ MENYIAPKAN PILIHAN DAN TINDAKAN.


MANEUVER

→ BERGERAK DAN MENYESUAIKAN.


Lalu lahir:


ENVIRONMENT BARU.


Dan siklus dimulai kembali.



PAHATAN


MASA DEPAN TIDAK SELALU

DATANG SECARA TIBA-TIBA.


SERING KALI IA MENGIRIMKAN

TANDA-TANDANYA LEBIH DAHULU.


MASALAHNYA BUKAN

APAKAH TANDA ITU ADA.


MASALAHNYA:


APAKAH KITA MAMPU MEMBACANYA?



PENUTUP


Negara tidak harus mengetahui dengan pasti

apa yang akan terjadi sepuluh atau dua puluh tahun lagi.


Itu hampir mustahil.


Tetapi negara dapat membangun kemampuan untuk:


MEMBACA PERUBAHAN,


MENGENALI SINYAL,


MENGUJI ASUMSI,


MEMBAYANGKAN BEBERAPA KEMUNGKINAN,


MENYIAPKAN PILIHAN,


DAN BERGERAK SEBELUM TERLAMBAT.


Karena dalam dunia yang berubah cepat:


KEUNGGULAN BUKAN

MENGETAHUI MASA DEPAN.


KEUNGGULAN ADALAH

MEMPUNYAI PILIHAN

KETIKA MASA DEPAN DATANG.



BERSAMBUNG


SERI MEMAHAMI ESTOM #14


DARI SKENARIO MENJADI KEPUTUSAN


Ketika Pemimpin Harus Memilih di Tengah Ketidakpastian


Bagaimana menentukan:


PRIORITAS,

TRADE-OFF,

WAKTU,

SUMBER DAYA,

DAN RISIKO,


ketika tidak ada satu pun pilihan

yang sepenuhnya pasti?



Jakarta, 22 Agustus 2026


Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol

Artikel Lainnya