Nasional

Kepala LAN Dorong Tiga Kampus Politeknik STIA LAN Perkuat Kurikulum dan Pendidikan Karakter

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 01/09/2026 16:17 WIB


Kepala LAN Dorong Tiga Kampus Politeknik STIA LAN Perkuat Kurikulum dan Pendidikan Karakter

Jakarta, INDONEWS.ID - Dalam rangka memperkuat sinergi kelembagaan dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi terapan, Politeknik STIA LAN menyelenggarakan Rapat Koordinasi Tiga Kampus Politeknik STIA LAN bersama Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) secara daring pada Selasa (1/9) di Jakarta. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan arah kebijakan, program prioritas, serta pengembangan tiga kampus Politeknik STIA LAN dalam mendukung transformasi administrasi negara dan pembangunan sumber daya manusia aparatur yang unggul.

Rapat koordinasi (Rakor) tersebut dilaksanakan secara blended dan dihadiri oleh Kepala LAN, Ketua Senat dan jajarannya, Kaprodi/Kajur dan jajarannya, serta jajaran Manajemen Politeknik STIA LAN dari Jakarta, Bandung, dan Makassar   Rakor menjadi forum strategis untuk membahas berbagai agenda pengembangan Politeknik, khususnya terkait peningkatan mutu pendidikan, penguatan kurikulum akademik, pengembangan kompetensi lulusan, pendidikan karakter, penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola kelembagaan, serta penguatan sinergi dan kolaborasi antarkampus.

Dalam arahannya, Kepala LAN, Dr. Muhammad Taufiq, DEA mendorong tiga kampus Politeknik STIA LAN untuk terus memperkuat kualitas kurikulum akademik dan pendidikan karakter sebagai bagian penting dalam menyiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, inovatif, berintegritas, dan mampu menjawab kebutuhan pemerintahan serta masyarakat.

“Kurikulum akademik perlu terus dikembangkan agar responsif terhadap perubahan lingkungan strategis, perkembangan teknologi, kebutuhan organisasi pemerintahan, serta kompleksitas persoalan publik. Pada saat yang sama pengembangan karakter seperti kedisiplinan, nilai-nilai integritas, profesionalisme, pelayanan publik, kolaborasi, kepemimpinan, dan penguasaan teknologi perlu menjadi bagian yang melekat dalam proses pendidikan,” tegas Kepala LAN.

Penguatan pendidikan karakter tersebut sejalan dengan semangat Politeknik STIA LAN sebagai perguruan tinggi terapan yang tidak hanya menyiapkan lulusan untuk memiliki knowledge dan skills, tetapi juga membangun attitude dan character yang kuat. Dengan perpaduan antara kompetensi akademik, keterampilan praktis, penguasaan teknologi, dan karakter yang baik, lulusan diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang profesional, adaptif, inovatif, dan berintegritas dalam menghadapi berbagai tantangan administrasi pemerintahan dan pembangunan.

Sebagai perguruan tinggi terapan, pembelajaran perlu semakin dekat dengan persoalan nyata yang dihadapi pemerintah dan masyarakat. Studi kasus, pembelajaran berbasis proyek, praktik lapangan, penelitian terapan, serta pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi sarana untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi masalah, menganalisis persoalan, dan merumuskan solusi.

Kurikulum juga perlu memberikan ruang yang lebih besar bagi pengembangan kompetensi masa depan, seperti kepemimpinan, komunikasi, berpikir kritis, pemecahan masalah, literasi digital, penguasaan teknologi, kemampuan mengelola data, inovasi, dan kolaborasi.

Penguasaan teknologi menjadi perhatian penting seiring dengan berkembangnya transformasi digital di sektor publik. Mahasiswa diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk menghasilkan inovasi, meningkatkan efektivitas kerja, serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.

Sebelumnya Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta, Prof. Dr. R. Luki Karunia, MA. yang mendampingi Kepala LAN membuka Rakor 3 Kampus Politeknik STIA LAN Jakarta, Bandung dan Makassar. Dalam sambutannya Prof. Luki menyampaikan bahwa Rapat khusus pada hari ini memiliki makna strategis yang jauh melampaui forum koordinasi rutin.

Pertemuan ini kami posisikan sebagai milestone penting dalam konsolidasi arah pengembangan tiga Politeknik STIA LAN, agar ketiganya dapat bergerak dalam satu visi kelembagaan yang utuh, tanpa menghilangkan kekhasan dan keunggulan lokal masing-masing kampus. Sinkronisasi arah ini menjadi krusial mengingat ketiga Politeknik STIA LAN, meskipun berdiri di wilayah geografis dan konteks sosial yang berbeda, mengemban mandat yang sama sebagai perguruan tinggi vokasi kedinasan di bawah naungan LAN RI.

Dalam kerangka strategis tersebut, terdapat sejumlah agenda penting yang perlu menjadi fokus pembahasan bersama yaitu : Pertama, penguatan positioning dan kekhasan Politeknik STIA LAN sebagai pendidikan tinggi terapan yang berorientasi pada penyiapan sumber daya aparatur sipil negara yang kompeten, adaptif, dan berorientasi pada tata kelola pemerintahan yang baik.

Kedua, harmonisasi standar akademik dan mutu pendidikan di antara ketiga kampus, sehingga terbangun kesetaraan kualitas lulusan tanpa mengabaikan keragaman kompetensi unggulan yang dikembangkan di masing-masing wilayah. Ketiga, penguatan sinergi tridarma perguruan tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—sebagai basis kontribusi keilmuan Politeknik STIA LAN terhadap reformasi birokrasi dan peningkatan kapasitas ASN secara nasional.

Keempat, penyelarasan arah pengembangan kelembagaan dengan kebijakan strategis LAN RI, termasuk dalam hal tata kelola organisasi, penjaminan mutu, akreditasi, serta pengembangan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan, agar ketiga Politeknik STIA LAN mampu tumbuh sebagai institusi pendidikan tinggi vokasi yang unggul, kredibel, dan relevan dengan dinamika pemerintahan kontemporer.

”Kami meyakini bahwa penyatuan arah pengembangan ini bukan semata soal keseragaman administratif, melainkan upaya membangun ekosistem pendidikan tinggi kedinasan yang saling menguatkan—di mana setiap kampus dapat berkontribusi sesuai keunggulan wilayahnya, namun tetap berpijak pada satu kerangka besar visi LAN RI dalam mencetak aparatur negara yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik yang unggul,” ujar Prof. Luki.

Dalam forum tersebut, pimpinan masing-masing kampus menyampaikan perkembangan, capaian, tantangan, serta berbagai program prioritas yang sedang dan akan dilaksanakan. Pertukaran informasi ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas sekaligus mendorong terjadinya knowledge sharing dan praktik baik antarkampus seperti proses PKKMB ketiga kampus dalam pendidikan karakter bela negara walaupun dengan cara berbeda, menguatkan kedisiplinan, kolaborasi, dan lainnya.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbentuk kesamaan persepsi dan komitmen antara tiga kampus Politeknik STIA LAN untuk bergerak secara lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan. Setiap program pengembangan diharapkan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat kontribusi Politeknik terhadap pembangunan administrasi publik.

Ke depan, koordinasi lintas kampus akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun Politeknik STIA LAN yang unggul, adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Dengan dukungan LAN serta kolaborasi seluruh sivitas akademika, tiga kampus Politeknik STIA LAN diharapkan mampu semakin optimal dalam mencetak lulusan yang mempunyai karakter disiplin, kompeten, berintegritas, inovatif, kreatif, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Rapat koordinasi ini pada akhirnya bukan sekadar forum konsolidasi, tetapi menjadi langkah strategis untuk menyatukan arah, memperkuat kolaborasi, dan memastikan transformasi Politeknik STIA LAN berjalan sejalan dengan kebutuhan pembangunan administrasi negara di masa depan.

 


Artikel Lainnya