Nasional

Ketua PP PMKRI Yonas Tola Bagikan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa Flores, Warga Sambut Penuh Sukacita

Oleh : Rikard Djegadut - Rabu, 02/09/2026 19:44 WIB


Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI periode 2026–2028, Yonas Tola bersama Camat Welak Heribertus Manggas dan masyarakat Desa Racang, Kecamatan Welak, Manggarai Barat (Dok. PMKRI)
Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI periode 2026–2028, Yonas Tola bersama Camat Welak Heribertus Manggas dan masyarakat Desa Racang, Kecamatan Welak, Manggarai Barat (Dok. PMKRI)

Jakarta, INDONEWS.ID - Anak-anak berlarian. Ibu-ibu menyambut dengan senyum. Warga berdatangan, sebagian ingin melihat, sebagian lagi ingin sekadar menyapa.

Suasana hangat itu terasa ketika Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI periode 2026–2028, Yonas Tola, tiba di Desa Racang Welak, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Rabu (2/9/2026). Racang Welak menjadi salah satu dari sejumlah titik penyaluran bantuan yang dibawakan PMKRI untuk warga terdampak gempa Flores. 

Ia datang membawa ratusan paket sembako juga membawa buku, alat tulis dan perlengkapan sekolah untuk anak-anak. Yonas disambut langsung Camat Welak, Heribertus Manggas, bersama jajaran Pemerintah Desa Racang Welak.

Bantuan kemudian dibagikan kepada warga. Anak-anak ikut meramaikan suasana. Para ibu menerima paket sembako dengan wajah gembira dan sukacita. Di tengah luka akibat bencana, kehadiran secara langsung Ketua Pengurus Pusat PMKRI memberikan sedikit ruang untuk tersenyum.

Bantuan itu mungkin sederhana. Namun, bagi warga yang sedang berusaha menata kembali kehidupan, perhatian semacam itu terasa berarti.

“Kami berterima kasih karena Ketua PMKRI Pusat datang langsung melihat keadaan kami. Bukan hanya mengirim bantuan, tetapi hadir di tengah kami. Bagi kami, kehadiran seperti ini membuat hati terasa lebih kuat. Kami merasa tidak sendiri menghadapi bencana ini,” ujar salah seorang warga.

Bagi Camat Welak, kehadiran PMKRI menjadi bentuk nyata kepedulian kaum muda terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PMKRI. Di saat masyarakat kami sedang membutuhkan dukungan, mereka datang membawa kepedulian. Ini bukan hanya tentang sembako, tetapi tentang rasa kemanusiaan yang mereka tunjukkan kepada masyarakat kami,” kata Heribertus Manggas.

Menurutnya, gerakan seperti yang dilakukan PMKRI memberi kekuatan moral bagi warga dan pemerintah dalam menghadapi masa pemulihan.

“Kami berharap semangat seperti ini terus dijaga. PMKRI menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berbicara tentang masyarakat, tetapi juga hadir bersama masyarakat ketika mereka sedang mengalami kesulitan. Ini adalah bentuk pengabdian yang sangat berarti.”

Sejumlah wilayah di Flores memang masih menghadapi pekerjaan besar. Rumah-rumah warga yang rusak harus dipulihkan. Fasilitas umum perlu dibenahi. Kehidupan masyarakat harus perlahan dikembalikan seperti sebelum bencana. Karena itu, bagi Yonas, kepedulian tidak boleh berhenti pada pembagian sembako.

“Sembako yang kami bawa hari ini adalah bentuk kepedulian yang bisa kami lakukan sekarang. Tetapi kami tahu, kebutuhan masyarakat jauh lebih besar. Kami berharap pemulihan rumah-rumah warga, sekolah, rumah ibadah, fasilitas kesehatan dan jalan dapat segera dilakukan. Masyarakat harus bisa kembali hidup dengan tenang,” ujar Yonas.

Ia mengatakan, PMKRI ingin memastikan bahwa semangat kemanusiaan tidak berhenti sebagai wacana.

“Kami ingin PMKRI hadir bukan hanya ketika keadaan baik. Justru ketika masyarakat sedang terluka, di situlah kita harus datang. Kami mungkin tidak bisa menyelesaikan semuanya, tetapi kami bisa memilih untuk tidak tinggal diam. Kami bisa datang, mendengar, dan berbagi apa yang kami punya.”

Yonas juga menyampaikan harapannya agar pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan memberi perhatian serius terhadap proses pemulihan pascabencana.

“Kami berharap pemerintah pusat melihat persoalan ini bukan hanya sebagai angka kerusakan, tetapi sebagai kehidupan manusia yang harus segera dipulihkan. Ada keluarga yang ingin kembali ke rumahnya, ada anak-anak yang ingin kembali belajar, ada umat yang ingin kembali beribadah, dan ada warga yang ingin kembali melewati jalan mereka dengan aman. Semua itu adalah bagian dari pemulihan yang harus kita perjuangkan bersama.”

Harapan itu sederhana: agar kehidupan bisa kembali berjalan seperti sediakala. Bagi warga, kedatangan PMKRI memberi arti tersendiri.

“Kami tahu bantuan ini tidak akan langsung menghapus semua kesulitan kami. etapi ketika ada orang datang dari jauh dan mau melihat kami, rasanya seperti mendapat semangat baru. Semoga setelah PMKRI datang, semakin banyak orang dan lembaga yang ikut peduli kepada kami,” ujar warga tersebut.

Kehadiran Yonas menjadi bagian kecil dari proses panjang tersebut. Ia memilih memulai kepemimpinannya bukan dengan banyak bicara, melainkan dengan datang dan berbagi. Baginya di tengah bencana, ada satu hal yang tetap tumbuh: rasa saling peduli.

"PMKRI tidak hanya membawa paket sembako. Sebab sebuah paket sembako mungkin akan habis. Tetapi perasaan bahwa “kami tidak sendiri” bisa tinggal jauh lebih lama di hati mereka," imbuh Yonas.

Artikel Lainnya