Jakarta, INDONEWS.ID - Laga pekan Ke-7 Liga Jakarta U-17 Diklat ISA berbagi poin dengan PemudaJaya, usai bertanding di lapangan sintesis 2 PSF, Pancoran Jakarta, Sabtu (12/09). Kedua tim sama `ngotot` memenangkan laga penutup putaran pertama, kedua tim harus puas bermain imbang 1-1.
Diklat ISA berada di posisi 2 klasmen sementara Liga Jakarta, mereka berusaha terus membayangi Batavia FC di puncak yang terpaut 2 poin. Namun di penutup putaran pertama ISA bermain imbang sementara Batavia dapat 3 poin lagi.
Maka di laga pekan ke-7 pelatih ISA memotivasi timnya raih 3 poin, sayangnya Pemuda Jaya taknmau mengalah begitu, mereka pun memberi perlawanan bahkan lebih dulu membobol gawang ISA.
Gol Pemuda Jaya terjadi di menit ketiga babak pertama, lewat sontekan pemain noner punggung 10 yang lolos dari hadangan pemain belakang ISA. Kaget dengan gol cepat lawanya, ISA terusenekan, beberapa kali tendangan striker ISA memenuhi target tapi digagalkan kiper Putera Jaya.
Di babak kedua Pemuda Jaya merubah format dari 4-3-3 ke 4-5-1, mereka berusaha mengamankan kemenangan, di 10 menit awal ISA sempat gugup melihat perubahan tersebut. Putera Jaya coba mengunci permainan ISA di tengah dan mengandalakan serangan balik, sekaligus memperkuat pertahanan.
ISA yang ngotot mengejar poin pemuncak klasmen terus menekan pertahanan Putera Jaya, namun belum mampu mendobrak pertahanan lawan. Usai water break, pemain depan ISA dijatuhkan sekitar 3 meter dari luar kotak putih. Kesempatan itu tak disia-siakan penendang ISA, sekali sontek bola melesat ke gawang tanpa bisa dihalau kiper Putera Jaya, 1-1.
Pelatih ISA Ryandi Zulfikar mengatakan, timnya sudah berusaha meraih 3 poin, tapi Putera Jaya bermain bagus, pasukannya terus mencoba membongkar pertahanan lewat kerja sama tim, dan lagi-lagi digagalkan, sepertinya lawan sudah mengenal pola permainan ISA.
"Di babak kedua lawan merubah taktik, kami sempat kaget melihat perubahan itu, mereka coba bertahan tapi anak-anak terus menekan dan dapat tendangan bebas", ungkapnya.
Dirinya mengakui, daya dobrak ISA masih kurang, maka ia ingin timnya punya pemain depan yang mampu membongkar pertahanan lawan. Untuk itu guna menghadapi puteran kedua ia akan fokus pada penyelesaian akhir bagi pemain depan ISA, dan memperkuat lagi kerja sama tim.
Sementara pelatih Pemuda Jaya Bagus menyatakan, di laga penutup, timnya ingin meraih 3 poin sebagai modal di putaran kedua. Saat timnya unggul, dirinya merubah pola permainan untuk mengaman kemenangan.
"Kami coba mengandalkan serangan balik, terbukti beberapa kali berhasil, bahkan ada satu kesempatan menambah gol, sayang pemain kami tergesa-gesa dalam penyelesaiannya", ujarnya.
Menurutnya, di putaran kedua akan mempertahankan gaya permainan Pemuda Jaya, agar masuk 8 besar. "Kami ikut Liga Jakarta bukan sekedar ikut, kami punya target masuk 8 besar, kami juga sudah mengenal gaya permaian tim-tim di Liga Jakarta. Nanti kami berusaha untuk tidak kalah di putaran kedua", katanya menutup pembicaraan.