Sosok

Dr. Hadisudjono Sastrosatomo Raih PERDAMI Lifetime Achievement Award 2026, Dedikasi Panjang untuk Dunia Kesehatan Mata di Indonesia

Oleh : rio apricianditho - Senin, 14/09/2026 00:18 WIB


Dr. Hadisudjono Sastrosatomo Raih PERDAMI Lifetime Achievement Award 2026, Dedikasi Panjang untuk Dunia Kesehatan Mata di Indonesia

Jakarta, INDONEWS.ID - Pengabdian panjang di dunia kesehatan mata mendapat penghargaan istimewa. Dr. Hadisudjono Sastrosatomo, SpM(K), MM, dokter spesialis mata senior dan konsulen, menerima PERDAMI Lifetime Achievement Award 2026 dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Cabang Jakarta.

Lahir di Tasikmalaya pada 2 November 1945, Dr. Hadisudjono telah mendedikasikan sebagian besar perjalanan profesionalnya untuk dunia kedokteran, khususnya bidang kesehatan mata. Ia menyelesaikan pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) pada 1969, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis mata dan menyelesaikannya pada 1977.

Tidak berhenti pada pendidikan spesialis, pengembangan kompetensinya berlanjut melalui pendidikan di luar negeri. Pada 1980–1981, ia mengikuti pendidikan Orbital Centrum, University of Amsterdam, serta pendidikan Oculoplastic di Riverside Hospital, New Jersey, Amerika Serikat pada 1981. Pengalaman akademik dan profesional tersebut turut memperkuat kiprahnya dalam bidang bedah plastik mata dan oftalmologi.

Selain sebagai klinisi, Dr. Hadisudjono juga dikenal memiliki pengalaman panjang dalam pendidikan kedokteran, manajemen rumah sakit, akreditasi, etika, serta tata kelola organisasi kesehatan.

Dari RSCM hingga Jakarta Eye Center

Karier profesionalnya antara lain dimulai sebagai staf pengajar Departemen Kesehatan Mata RSCM/FKUI pada 1977–1990, termasuk sebagai Kepala Subbagian Bedah Plastik Mata.

Ia kemudian dipercaya sebagai Direktur Medik dan Penunjang Medik RS Metropolitan Medical Center (MMC) pada 1990–2002. Pengalamannya dalam manajemen pelayanan kesehatan berlanjut melalui berbagai peran sebagai konsultan dan anggota komite medik di sejumlah rumah sakit.

Dr. Hadisudjono juga turut berperan dalam pengembangan sistem mutu pelayanan rumah sakit nasional. Ia terlibat dalam perancangan dan kemudian menjadi anggota Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) serta Surveyor Akreditasi Rumah Sakit Departemen Kesehatan RI hingga 2004.

Saat ini, ia tetap aktif sebagai dokter spesialis mata di Jakarta Eye Center (JEC) dan pernah dipercaya sebagai Komisaris Utama PT JEC Medika Indonesia. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Komite Etika JEC hingga 2021.

Dedikasi tidak berhenti di ruang praktik

Pengabdian Dr. Hadisudjono tidak hanya berlangsung di ruang operasi maupun ruang pelayanan pasien. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi profesi dan forum yang berkaitan dengan pengembangan kedokteran, kesehatan kerja, pendidikan, etika, dan manajemen.

Ia tercatat sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), American Academy of Ophthalmology, serta European Society of Cataract and Refractive Surgeons.

Ia juga pernah menjadi Ketua Perhimpunan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia (IDKI) periode 1991–1994 dan pernah menjadi anggota Kolegium Oftalmologi Indonesia (KOI) hingga 2016.

Menariknya, kiprah pengabdiannya juga bersinggungan dengan dunia etika bisnis dan organisasi. Sejak 2018 hingga saat ini, Dr. Hadisudjono menjadi Anggota Tim Pengarah Pusat Etika Bisnis dan Organisasi Soedarpo Sastrosatomo (PEBOSS), STM–PPM School of Business.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upayanya untuk terus membawa nilai-nilai profesionalisme, integritas, etika, dan tata kelola yang baik ke dalam kehidupan organisasi.

Warisan ilmu dan keteladanan

Bagi seorang dokter yang telah melewati perjalanan panjang dalam dunia kesehatan, penghargaan PERDAMI Lifetime Achievement Award 2026 bukan sekadar pengakuan atas pencapaian profesional.

Lebih dari itu, penghargaan tersebut merefleksikan sebuah perjalanan pengabdian yang panjang—mulai dari mengajar generasi dokter, memberikan pelayanan kepada pasien, mengembangkan keahlian oftalmologi, membangun mutu rumah sakit, terlibat dalam akreditasi, hingga ikut menjaga nilai-nilai etika dalam organisasi.

Dedikasi seperti inilah yang menjadikan seorang dokter senior bukan hanya sebagai praktisi, tetapi juga sebagai guru, mentor, dan teladan bagi generasi penerus.

Di tengah perkembangan teknologi kesehatan mata yang semakin pesat, pengalaman dan keteladanan para dokter senior menjadi modal penting untuk memastikan bahwa kemajuan ilmu kedokteran tetap berjalan seiring dengan kemanusiaan, integritas, profesionalisme, dan etika.

PERDAMI Lifetime Achievement Award 2026 menjadi simbol penghormatan terhadap pengabdian yang telah ditanamkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi dokter mata berikutnya untuk mengabdi, berkarya, dan membawa dunia kesehatan mata Indonesia semakin maju.

Salam Hormat untuk guruku: “Dedikasi seorang dokter tidak diukur hanya dari berapa banyak pasien yang ditangani, tetapi juga dari seberapa banyak ilmu, nilai, dan keteladanan yang diwariskan kepada generasi berikutnya ( Dr. Jusuf Kristianto, MPH, PhD)

TAGS :

Artikel Lainnya