Jakarta, INDONEWS.ID - Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 telah memasuki hari kesembilan pada Senin, 21 September 2026. Basarnas memperkuat pencarian dengan mengerahkan KN SAR Kamajaya yang membawa 89 personel menuju perairan Masalembo, Laut Jawa.
KN SAR Kamajaya bertolak dari Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Sabtu malam. Kapal tersebut membawa personel sekaligus berbagai peralatan SAR untuk mendukung proses pencarian korban yang hingga kini masih belum ditemukan. Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengatakan pengerahan KN SAR Kamajaya menjadi bagian dari upaya memaksimalkan operasi di lapangan.
“Pada malam hari ini kita menggeser kekuatan personel dari KN SAR Kamajaya. Yang KN SAR Kamajaya itu 89 personel ya,” kata Yudhi. Menurut Yudhi, seluruh kekuatan tersebut akan digunakan sesuai arahan SAR Mission Coordinator (SMC). Metode pencarian yang telah dilakukan sebelumnya juga akan terus dimaksimalkan, termasuk patroli menggunakan unsur laut.
“Kami akan memanfaatkan waktu tersebut dengan tetap melaksanakan operasi yang nanti disampaikan oleh SMC, seperti biasanya patroli unsur laut tetap kita maksimalkan agar optimal,” ujar Yudhi. Operasi Diperpanjang 7 Hari Pengerahan tambahan personel ini dilakukan setelah Basarnas mengevaluasi pelaksanaan operasi hingga hari ketujuh.
Dari hasil evaluasi tersebut, operasi SAR diputuskan untuk diperpanjang selama tujuh hari ke depan. Hingga Sabtu malam pukul 21.00 WITA, Basarnas mencatat sebanyak 117 korban telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan sembilan lainnya meninggal dunia. Namun, masih terdapat 126 orang yang belum ditemukan.
Jumlah tersebut mengacu pada manifes KM Virgo Transport 8 yang tercatat membawa 243 orang dalam pelayaran dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kapal Ditemukan dalam Kondisi Terbalik KM Virgo Transport 8 dilaporkan mengalami masalah setelah menghadapi cuaca buruk dalam perjalanan menuju Banjarmasin.
Kapal tersebut berangkat dari Surabaya pada 12 September 2026. Sehari kemudian, 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita, kapal dilaporkan mengalami hilang kontak. Pada hari yang sama, kapal akhirnya ditemukan di perairan Masalembo, Laut Jawa, dalam kondisi terbalik.
Pencarian terhadap para korban kemudian dilakukan oleh tim SAR gabungan. Memasuki hari kedelapan, Basarnas kembali mengoptimalkan kekuatan personel dan unsur laut untuk mencari 126 korban yang masih belum ditemukan.