Nasional

Serangan Terbesar sejak Perang Dimulai, Ribuan Drone Ukraina Hantam Moskwa: Jantung Minyak Rusia Lumpuh Total

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 22/09/2026 19:28 WIB


 Serangan Terbesar sejak Perang Dimulai, Ribuan Drone Ukraina Hantam Moskwa: Jantung Minyak Rusia Lumpuh Total

Jakarta, INDONEWS.ID – Moskwa diguncang gelombang serangan drone terbesar sejak perang Rusia-Ukraina dimulai. Otoritas Rusia menyebut lebih dari 1.600 drone berhasil dicegat di berbagai wilayah Rusia, termasuk sekitar 450 drone yang diarahkan ke Moskwa.

Serangan besar-besaran tersebut berlangsung pada Minggu (20/9/2026), bertepatan dengan hari terakhir pemilihan parlemen Rusia. Serangan menyebabkan korban jiwa, kerusakan pada kilang minyak, fasilitas logistik, serta memicu kebakaran di kawasan permukiman.

Wali Kota Moskwa Sergei Sobyanin mengatakan pertahanan udara Rusia berhasil menggagalkan serangan dalam jumlah besar tersebut. Ia menilai serangan itu dirancang untuk mengganggu proses pemungutan suara.

Laporan Reuters menyebut sedikitnya tiga orang tewas dalam serangan di wilayah Moskwa, sementara sekitar 20 orang lainnya terluka. Salah satu fasilitas yang terdampak adalah kilang minyak Moskwa yang dioperasikan Gazprom Neft.

Serangan drone juga menghantam Moscow Oil Refinery di kawasan Kapotnya. Fasilitas tersebut merupakan salah satu kilang minyak utama Rusia dan memasok kebutuhan bahan bakar Moskwa serta wilayah sekitarnya.

Reuters melaporkan operasi pengolahan minyak mentah di kilang tersebut dihentikan setelah serangan. Dua unit utama kilang mengalami kerusakan akibat kebakaran dan proses perbaikan diperkirakan membutuhkan waktu beberapa pekan.

Institut Studi Perang (ISW) menyebut serangan 19-20 September sebagai paket serangan rudal dan drone terbesar Ukraina terhadap sasaran strategis di wilayah Moskwa sejak invasi penuh Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.

Selain kilang minyak, fasilitas pergudangan logistik di kawasan Sofyino juga dilaporkan terkena serangan. Gubernur Wilayah Moskwa Andrei Vorobyov mengatakan sistem pertahanan udara dan peperangan elektronik Rusia mencegat atau mengganggu ratusan drone di sejumlah distrik.

Gedung 21 Lantai Terbakar, Warga Dievakuasi

Dampak serangan juga dirasakan warga sipil. Sebuah gedung apartemen bertingkat di kawasan Ramenskoye dilaporkan mengalami kebakaran setelah terkena serangan. Ratusan warga harus dievakuasi dari bangunan tersebut. Sejumlah bandara di sekitar Moskwa juga sempat mengalami gangguan operasional akibat serangan drone. Penutupan sementara bandara menyebabkan sejumlah penerbangan dibatalkan atau ditunda.

Pemerintah Rusia menyatakan serangan tersebut menyasar wilayah sipil dan infrastruktur penting. Ukraina sendiri tidak mengonfirmasi seluruh rincian kerusakan yang disampaikan otoritas Rusia. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan serangan jarak jauh tersebut berhasil menghantam fasilitas industri minyak dan logistik Rusia.

“Respons jarak jauh kami memiliki dampak yang sangat signifikan di wilayah Moskwa,” kata Zelensky, seperti dikutip AFP.

Menurut Zelensky, serangan terhadap fasilitas minyak Rusia ditujukan untuk menekan sumber daya yang menopang operasi militer Moskwa. Namun, klaim mengenai penggunaan rudal balistik produksi dalam negeri dalam serangan tersebut masih menjadi perdebatan. ISW menyatakan belum dapat memverifikasi secara independen apakah rudal balistik FP-7 benar-benar digunakan dalam paket serangan 19-20 September.

Serangan tersebut terjadi ketika Rusia memasuki hari terakhir pemilihan anggota State Duma dan sejumlah pemilihan regional serta lokal. Sobyanin menuduh serangan itu dimaksudkan untuk mengganggu proses pemilu. Namun, proses pemungutan suara di Moskwa tetap berlangsung. Serangan ini sekaligus menunjukkan eskalasi perang jarak jauh yang dilakukan Ukraina terhadap infrastruktur strategis Rusia, khususnya fasilitas energi.

Di sisi lain, Rusia terus melancarkan serangan drone dan rudal terhadap wilayah Ukraina. Zelensky menyebut Rusia telah meluncurkan lebih dari 2.000 serangan drone jarak jauh, 1.700 bom luncur, dan 19 rudal dalam sepekan terakhir.

Rusia Janji Balas Serangan

Kementerian Pertahanan Rusia menuduh Ukraina berupaya mengganggu proses demokrasi melalui serangan pada hari terakhir pemilu. Moskva menyatakan akan merespons dengan meningkatkan serangan terhadap sasaran militer Ukraina.

Sementara itu, serangan terbaru terjadi di tengah upaya diplomatik untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi kedua negara. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mendorong penghentian serangan terhadap fasilitas energi Rusia dan Ukraina.

Zelensky dijadwalkan bertemu Trump di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York. Zelensky menyebut pertemuan tersebut dapat menjadi momentum penting bagi upaya diplomatik untuk meredakan konflik.

Namun, serangan terhadap infrastruktur energi tetap berlanjut. Serangan ke kilang Moskwa bahkan membuat operasi pengolahan minyak di fasilitas tersebut terhenti, menambah tekanan terhadap sistem energi Rusia di tengah perang yang belum menunjukkan tanda berakhir.

Artikel Lainnya