Opini

INTELEKTUAL PUBLIK BERNAMA GURUH SOEKARNOPUTRA

Oleh : luska - Minggu, 27/09/2026 15:45 WIB


INTELEKTUAL PUBLIK BERNAMA GURUH SOEKARNOPUTRA

Oleh Pande K. Trimayuni 


Banyak orang mengenang Guruh Soekarnoputra sebagai budayawan, maestro seni. 


Buat saya, Pande K. Trimayuni, beliau melampaui itu. Guruh Soekarnoputra adalah seorang intelektual publik dalam arti sesungguhnya. Beliau adalah perwujudan, "the embodiment", seorang pemikir dan praktisi dalam bentuk yang indah sempurna. 


Seseorang yang tidak mencipta seni untuk seni, atau politik untuk akumulasi kekuasaan pribadi atau golongan. Guruh memberikan contoh bahwa seluruh aspek kehidupan (ideologi, sosial, politik, budaya, ekonomi) adalah semata alat dan metode untuk perubahan sosial masyarakat menuju bangsa yang semakin maju dan beradab. Berkarya untuk seluruh lapisan masyarakat melampaui kelas-kelas sosial yang dibuat manusia. 


Guruh adalah seseorang yang berpikir besar, berjiwa besar dan berbuat besar. Jenius secara selaras antara kecerdasan pikiran, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual dan kecerdasan tindakan.


Saat orang Bali masih terlena dengan ledakan pariwisata di tahun 1980an, misalnya, Guruh sudah mengingatkan publik tentang dampak modernisasi dan komersialisasi pariwisata, antara lain melalui karyanya "Kembalikan Baliku". Hanya seseorang dengan pemikiran visioner dan empati luar biasa yang mampu seperti itu. 


Di bidang politik, Guruh adalah salahsatu keluarga Presiden Soekarno yang pertama-tama terjun ke dunia politik, selain Megawati Soekarnoputri. Saya menduga ini karena beliau sadar bahwa untuk membuat perubahan yang mendasar bagi bangsa dan negara kita tidak bisa menjauh dari persoalan politik dan ketatanegaraan. 


Dengan kondisi sosial politik yang sangat sulit, apalagi untuk keluarga Presiden Soekarno pada masa Orde Baru tersebut, keputusan besar (dan terbukti benar) untuk terjun ke dunia politik pastilah hasil dari suatu proses pengolahan pikiran, emosi dan pembuatan keputusan yang tidak mudah. 


Ajaran Tri Sakti yang digagas Bung Karno mengajarkan tentang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Identitas bangsa Indonesia yang mesti dijaga. 


Ajaran Tri Sakti ini telah dilaksanakan sebaiknya2 oleh Guruh. Guruh sudah memberi contoh nyata dan inspirasi untuk masyarakat. Hidupnya berdampak. Dia tidak hanya menginspirasi dan menggerakkan banyak hati namun juga seorang penjaga peradaban. Guruh memilih seni budaya untuk mengingatkan orang karena itulah jalan orang mau mendengar tanpa merasa digurui atau dipojokkan. Cara diplomasi yang bisa diterima semua orang. 


Secara kasat mata, cerminan kepribadiannya dapat kita lihat dari Karya-karyanya. Karya yang lahir dari proses meditatif cipta, rasa dan karsa yang tidak sembarang orang bisa melakukannya.

Karya-karya yang menunjukkan bahwa sang pencipta adalah seseorang yang sudah melihat, mendengar dan mengalami banyak dalam hidupnya. Kemampuan dari seseorang yang sudah tidak memiliki masalah eksistensi. 


Banyak kenangan disertai kebanggaan dari orang-orang yang mengenal Mas Guruh secara dekat. Pertanyaan kemudian, apakah kenangan itu selesai sebagai kenangan saja? 

Ditengah berbagai persoalan bangsa dimana korupsi, keserakahan dan tindakan semau gue semakin terasa normal saat ini, pelajaran penting apa yang bisa diambil dari perjalanan hidup seorang Guruh Soekarnoputra? Pertanyaan yang baiknya tidak berhenti di "saya kenal" tetapi inspirasi dan keteladanan apa yang bisa dipetik dan dilanjutkan dari pribadi seorang Guruh Soekarnoputra. 


Pande K Trimayuni (3388pande@gmail.com)

Artikel Lainnya