Nasional

Mengenal Komjen Pol Suyudi Ario Seto: Meniti Karir dari Resmob dan Kini Jadi Kapolri

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 01/10/2026 17:53 WIB


Mengenal Komjen Pol Suyudi Ario Seto: Meniti Karir dari Resmob dan Kini Jadi Kapolri

Jakarta, INDONEWS.ID – Komjen Pol Suyudi Ario Seto selangkah lagi menduduki kursi Kapolri. Komisi III DPR RI menyetujui Suyudi sebagai calon Kapolri untuk menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam rapat pleno hasil uji kelayakan dan kepatutan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Persetujuan tersebut diberikan secara aklamasi setelah seluruh fraksi menyatakan setuju terhadap calon tunggal yang diajukan Presiden Prabowo Subianto. Suyudi sebelumnya menjalani fit and proper test di hadapan Komisi III DPR RI.

Di balik pencalonannya sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara, Suyudi memiliki perjalanan karier yang panjang dan sebagian besar dibangun dari dunia reserse. Dari Resmob Polda Metro Jaya, sejumlah jabatan kapolsek dan kasat reskrim, kapolres di beberapa daerah, posisi strategis di Bareskrim Polri, Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Banten, hingga akhirnya dipercaya memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN).

Suyudi lahir di Jakarta pada 14 Juli 1973 dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Ia kemudian menempuh pendidikan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003 dan Sespimti pada 2018.

Dari Resmob, Kepala BNN hingga Kapolri

Karier awalnya bersentuhan dengan satuan Brigade Mobil. Pada 1995, Suyudi tercatat sebagai Perwira Pertama Pusat Brimob dan setahun kemudian dipercaya sebagai Komandan Peleton. Ia juga pernah bertugas di Sat Brimob Polda Jawa Barat sebelum masuk ke lingkungan Polda Metro Jaya.

Di Polda Metro Jaya, pengalaman reserse Suyudi semakin panjang. Ia pernah menjadi Kanit II Resmob, kemudian Kapolsek Metro Pasar Minggu, Kapolsek Metro Tanah Abang dan Kapolsek Metro Penjaringan.

Ia juga dipercaya memimpin fungsi reserse sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Polres Metro Tangerang Kota dan Polres Metro Jakarta Barat. Pada 2011, Suyudi menjabat Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Karier kewilayahannya kemudian berkembang. Pada periode 2014–2017, ia dipercaya menjadi Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, Kapolresta Bogor Kota hingga Kapolres Metro Jakarta Pusat.

Setelah berpengalaman di lapangan, Suyudi masuk ke sejumlah posisi strategis di Bareskrim Polri. Ia pernah menjabat Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum, Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus serta Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Penugasan tersebut memperluas pengalamannya dari kejahatan konvensional hingga tindak pidana ekonomi dan kejahatan siber. Pada 2023, Suyudi dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya. Setahun kemudian, ia ditunjuk sebagai Kapolda Banten.

Suyudi kemudian dimutasi sebagai Pati Bareskrim Polri dalam rangka penugasan di luar struktur sebelum dipercaya Presiden Prabowo Subianto menjadi Kepala BNN pada Agustus 2025.

Jabatan Kepala BNN menjadi penugasan penting berikutnya. Suyudi menggantikan Marthinus Hukom dan memimpin lembaga yang berfokus pada pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Kini, setelah lebih dari tiga dekade berkarier di kepolisian, Suyudi kembali ke institusi asalnya dengan posisi yang jauh lebih tinggi. Komisi III DPR telah menyetujui dirinya sebagai Kapolri, sementara pelantikan dijadwalkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Membawa Agenda Reformasi Polri

Dalam uji kelayakan di DPR, Suyudi menempatkan reformasi institusi sebagai salah satu agenda penting. Ia menyebut pembentukan Komisi Percepatan Reformasi Polri melalui Keputusan Presiden Nomor 122/P Tahun 2025 sebagai momentum untuk mempercepat pembenahan Polri.

Menurut Suyudi, agenda tersebut bukan untuk melemahkan institusi, melainkan memperkuat profesionalisme, akuntabilitas, kualitas pelayanan serta kedekatan polisi dengan masyarakat.

“Apabila memperoleh amanah, saya ingin melanjutkan pembenahan dengan keberanian melihat kekurangan institusi secara jernih, sekaligus menjaga dan memperluas capaian yang telah dibangun para pendahulu,” kata Suyudi dalam fit and proper test.

Rekam jejak Suyudi menunjukkan perjalanan seorang perwira yang sebagian besar kariernya ditempa dari fungsi reserse dan penugasan kewilayahan, sebelum masuk ke jabatan strategis di tingkat Mabes Polri, memimpin dua institusi kewilayahan dan lembaga nasional.

Ia juga tercatat menerima sejumlah tanda jasa dan penghargaan, di antaranya Satyalancana Pengabdian, Jana Utama, Ksatria Bhayangkara, Karya Bhakti, Bhakti Pendidikan, Bhakti Nusa, Dharma Nusa serta penghargaan terkait Operasi Kepolisian.

Kini, perjalanan panjang tersebut memasuki babak baru. Dari Resmob, kapolsek, kasat reskrim, kapolres, Bareskrim, Wakapolda, Kapolda hingga Kepala BNN, Suyudi Ario Seto berada di ambang puncak kariernya sebagai Kapolri.*

Artikel Lainnya