Jakarta, INDONEWS.ID- Asian Games Aichi-Nagoya 2026, di Jepang, yang dimulai sejak 19 September 2026, resmi ditutup hari Minggu, 4 Oktober. Pada turnamen ini China finis di peringkat pertama dengan jumlah medali emas 169, perak 89, peringgu 83. Jadi toal medali yang diraih China 341 medali.
Jumlah emas China tak terhampiri Jepang yang meraih emas 83, perak 95, perunggu 91 dan total 269. Bangladesh finis di peringkat 37, Burnei Darusalam finis di peringkat 38, Laos peringkat 39, dan Suriah peringkat terbawah. Keempat negara tersebut sama meraih nol emas, nol perak dan hanya meraih 1 perunggu.
Sementara Indonesia finis di peringkat 16 dengan meraih 5 medali emas, 11 perak, 23 perunggu dan total 39 medali. Pencapaian 5 emas melampaui target yang ditetapkan sebelumnya yaitu 4 emas.
Lima medali emas tersebut didapatkan Indonesia dari cabang olahraga bulu tangkis (beregu putra dan ganda putra), angkat besi, panjat tebing, dan panahan.
Tim beregu putra Indonesia dan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menyumbangkan medali emas dari cabang olahraga bulu tangkis, lalu Rahmat Erwin Abdullah pada nomor 75kg putra angkat besi.
Selanjutnya Desak Made Rita Kusuma Dewi mengamankan emas setelah menjadi yang tercepat nomor speed putri cabang olahraga panjat tebing, sementara Nurisa Dian Ashrifah dari cabang olahraga panahan nomor Compound Women Individual.
Pencapaian lima emas itu sudah melampaui target yang sebelumnya ditetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir yang mengatakan minimal mendapatkan empat medali emas.
Meski melampaui target, dibanding Asian Games 2022, Indonesia mengalami penurunan karena pada gelaran yang berlangsung di Hangzhou itu, Skuad Merah Putih mampu menempati posisi ke-13 klasemen akhir medali berkat tujuh medali emas, 11 perak, dan 18 perunggu dengan total 36 medali.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mencatat lebih dari 350 rekor sepanjang penyelenggaraan yang berlangsung sejak 19 September hingga 4 Oktober di Jepang. Dari jumlah tersebut, lebih dari 50 merupakan rekor dunia. Ini menunjukkan tingginya persaingan dan performa atlet Asia pada pesta olahraga terbesar di benua tersebut.
"Lebih dari 350 rekor telah dipecahkan, termasuk lebih dari 50 rekor dunia. Sebanyak 40 dari 45 NOC berhasil meraih medali. Ini adalah rekor Asian Games kita," kata Presiden Olympic Council of Asia (OCA) Sheikh Joaan Bin Hamad Al Thani dalam upacara penutupan di Mizuho Park Sports Stadium, Nagoya, Jepang, Minggu.
Catatan tersebut menjadi salah satu pencapaian yang disoroti Sheikh Joaan dalam pidato penutupan Asian Games ke-20. Ia mengatakan penyelenggaraan Aichi-Nagoya juga diwarnai kebangkitan luar biasa para atlet, persaingan dramatis hingga detik terakhir, serta kemunculan bintang-bintang muda yang mulai membangun prestasi di tingkat Asia.
Para atlet, menurut dia, telah menunjukkan semangat kompetisi dan sportivitas, termasuk ketika menghadapi cedera dan berbagai tantangan dalam perjalanan menuju podium.
Sejumlah atlet Indonesia turut menorehkan prestasi dan catatan sejarah selama kompetisi. Rahmat Erwin dari angkat besi mencatat total angkatan 366 kilogram dan menempatkan namanya sebagai pemegang rekor dunia kelas 75 kilogram. Dari panjat tebing, Desak Made mengukir rekor Asia nomor speed putri dengan catatan waktu 6,062 detik.
Sementara itu, tim putra Indonesia dari bulu tangkis mengakhiri penantian 28 tahun setelah mengalahkan China di final untuk merebut medali emas Asian Games.
Medali emas juga mencatatkan sejarah dari cabang panahan melalui Nurisa Dian Ashrifa yang menjadi atlet pertama yang mempersembahkan medali emas Asian Games bagi Indonesia dari cabang olahraga tersebut.