Home › Nasional

Luncurkan Dua Buku di Atas Kereta Cepat Beijing–Jinan, Tiongkok, Prof. Dr. Taruna Ikrar Ukir Rekor Dunia

Oleh : very - Rabu, 14/10/2026 10:11 WIB


Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., dianugerahi Rekor Dunia LEPRID atas prestasinya sebagai “Insan Indonesia Pertama yang Meluncurkan Dua Buku, ‘Dua Tahun Saujana Bhakti Taruna Ikrar’ dan ‘Neuroleadership’, di Atas Kereta Cepat Beijing–Jinan, Republik Rakyat Tiongkok”. (Foto: Ist)
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., dianugerahi Rekor Dunia LEPRID atas prestasinya sebagai “Insan Indonesia Pertama yang Meluncurkan Dua Buku, ‘Dua Tahun Saujana Bhakti Taruna Ikrar’ dan ‘Neuroleadership’, di Atas Kereta Cepat Beijing–Jinan, Republik Rakyat Tiongkok”. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) kembali memberikan apresiasi terhadap prestasi intelektual anak bangsa di panggung internasional.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., dianugerahi Rekor Dunia LEPRID atas prestasinya sebagai “Insan Indonesia Pertama yang Meluncurkan Dua Buku, ‘Dua Tahun Saujana Bhakti Taruna Ikrar’ dan ‘Neuroleadership’, di Atas Kereta Cepat Beijing–Jinan, Republik Rakyat Tiongkok”.

Melalui pernyataan yang dikutip di Jakarta, Rabu (14/10/2026), LEPRID mengatakan, peluncuran dua buku tersebut dilaksanakan di atas kereta cepat rute Beijing–Jinan, Republik Rakyat Tiongkok, yang menjadi salah satu simbol kemajuan teknologi dan transportasi modern Tiongkok.

”Prestasi tersebut tidak hanya mencerminkan karya intelektual seorang akademisi dan pejabat negara, tetapi juga menjadi bentuk diplomasi intelektual Indonesia di tingkat internasional,” ujar Pendiri dan Ketua Umum LEPRID, Paulus Pangka.

Paulus mengatakan bahwa pencapaian Prof. Taruna Ikrar memiliki nilai simbolik yang kuat.

“LEPRID dengan bangga memberikan penghargaan Rekor Dunia kepada Prof. Dr. Taruna Ikrar. Ini bukan sekadar peluncuran buku, tetapi merupakan bentuk soft power Indonesia melalui karya intelektual,” katanya.

“Peluncuran dua buku mengenai pengabdian dan kepemimpinan berbasis neurosains di atas kereta cepat Beijing–Jinan yang melaju dengan kecepatan tinggi menjadi simbol bahwa pemikiran dan karya anak bangsa Indonesia mampu bergerak cepat, maju, dan melampaui batas,” lanjut Paulus.

Menurutnya, karya tersebut juga menunjukkan bahwa insan Indonesia yang berkarya di bidang pemerintahan, kesehatan, ilmu pengetahuan, dan kepemimpinan mampu tampil di ruang global.

Sementara, Prof. Dr. Taruna Ikrar menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan LEPRID. “Terima kasih kepada LEPRID atas penghargaan ini. Saya memilih kereta cepat Beijing–Jinan karena kereta tersebut melambangkan kecepatan, ketepatan, dan masa depan,” ungkap Taruna.

Dia mengatakan, buku ‘Dua Tahun Saujana Bhakti’ merupakan pertanggungjawaban moral kepada bangsa. ”Sementara ‘Neuroleadership’ merupakan kontribusi saya untuk membangun kepemimpinan Indonesia yang berbasis pada ilmu pengetahuan, otak, dan hati,” katanya.

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bahwa karya intelektual Indonesia mampu hadir dan mendapatkan apresiasi di tingkat dunia.

Atas prestasi tersebut, LEPRID menganugerahkan kepada Prof. Dr. Taruna Ikrar berupa: Piagam Rekor Dunia LEPRID; Piala Kehormatan LEPRID; dan Medali Emas LEPRID.

LEPRID berharap pencapaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berkarya, menulis, melakukan inovasi, dan membawa gagasan Indonesia ke panggung dunia. *

 

 

Artikel Lainnya