Home › Nasional

Korut Kembali Uji Rudal, Kali Ini Sistem Persenjataan Bawah Laut dan Perkuat Sistem Penangkal Perang

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 15/10/2026 08:07 WIB


Korut Kembali Uji Rudal, Kali Ini Sistem Persenjataan Bawah Laut dan Perkuat Sistem Penangkal Perang

Jakarta, INDONEWS.ID – Korea Utara mengumumkan telah menguji dua jenis rudal jelajah strategis yang dirancang untuk diluncurkan dari kapal selam. Uji coba tersebut dilakukan di perairan lepas pantai timur negara itu pada Rabu (14/10/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan militer dan sistem penangkal perang.

Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), media pemerintah Korea Utara, melaporkan pengujian tersebut pada Kamis (15/10/2026). Peluncuran dilakukan untuk mengevaluasi kesiapan sistem tempur bawah air sekaligus meningkatkan kemampuan Angkatan Laut dalam menjalankan misi strategis.

Menurut KCNA, pengujian itu juga bertujuan menunjukkan keandalan sistem penangkal perang Korea Utara. Penyebutan rudal sebagai senjata strategis mengindikasikan kemungkinan peran dalam sistem persenjataan nuklir, meskipun laporan tersebut tidak merinci jenis hulu ledak yang akan digunakan.

Sejumlah pejabat militer senior dilaporkan menyaksikan pengujian tersebut, termasuk Kim Jong-sil, anggota Komisi Militer Pusat Partai Pekerja Korea, dan Jang Chang-ha, Direktur Jenderal Administrasi Rudal Korea Utara.

Namun, KCNA tidak mengungkapkan spesifikasi teknis kedua rudal, jarak tempuh, durasi penerbangan, maupun rincian mengenai platform yang digunakan untuk meluncurkannya. Pengumuman uji coba tersebut kembali menyoroti upaya Korea Utara mengembangkan kemampuan peluncuran rudal dari bawah permukaan laut.

Meski dirancang untuk diluncurkan dari kapal selam, belum ada konfirmasi independen yang memastikan kedua rudal dalam pengujian terbaru benar-benar ditembakkan dari kapal selam operasional. Laporan yang tersedia juga belum menjelaskan apakah pengujian dilakukan menggunakan kapal selam atau platform uji bawah air lainnya.

Pengembangan rudal yang dapat diluncurkan dari kapal selam berpotensi memperluas pilihan operasi militer Korea Utara. Platform bawah laut memungkinkan peluncuran dilakukan dari lokasi yang lebih sulit dipantau dibandingkan peluncuran dari pangkalan darat.

Kemampuan tersebut juga menjadi bagian penting dari strategi penangkal nuklir karena dapat menambah ketidakpastian mengenai lokasi peluncuran dan meningkatkan kompleksitas pertahanan pihak lawan. Meski demikian, tingkat kemajuan teknologi dan kemampuan operasional sistem yang diuji belum dapat dipastikan hanya berdasarkan pengumuman pemerintah Korea Utara.

Uji Coba Berlanjut di Tengah Ketegangan Regional

Pengujian rudal jelajah ini berlangsung setelah Korea Utara melaporkan peluncuran rudal balistik taktis pada Senin (12/10/2026) dari kawasan Pyongyang menuju Laut Timur, yang juga dikenal sebagai Laut Jepang.

Menurut laporan Yonhap, Korea Utara menyatakan peluncuran sebelumnya bertujuan mengonfirmasi keberhasilan penelitian untuk meningkatkan kemampuan teknis suatu komponen penting.

Rangkaian pengujian tersebut menunjukkan bahwa Pyongyang terus mengembangkan berbagai sistem persenjataan, termasuk rudal balistik, rudal jelajah, dan teknologi persenjataan bawah laut. Pengembangan tersebut berlangsung di tengah hubungan diplomatik yang masih membeku antara Korea Utara dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Pemerintah Korea Utara selama ini menempatkan penguatan kemampuan pertahanan dan penangkal perang sebagai salah satu prioritas militernya. Sementara itu, pengembangan senjata strategis Pyongyang tetap menjadi perhatian negara-negara di kawasan Asia Timur.

Hingga Kamis (15/10/2026), belum terdapat rincian teknis yang cukup untuk menilai jangkauan, tingkat akurasi, ataupun kesiapan operasional kedua rudal yang diuji. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada informasi tambahan mengenai jenis rudal, platform peluncuran, serta hasil verifikasi dari sumber independen.



Artikel Lainnya