Home › Nasional

Karhutla Jadi Pemicu Sentimen Negatif Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, X Tertinggi 67 Persen

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 23/10/2026 16:46 WIB


Karhutla Jadi Pemicu Sentimen Negatif Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, X Tertinggi 67 Persen

Jakarta, INDONEWS.ID - Hasil analisis percakapan media sosial Drone Emprit menempatkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai salah satu sumber terbesar sentimen negatif publik terhadap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Warganet menilai pemerintah lamban menangani kebakaran dan belum menyentuh akar persoalan, yakni dugaan keterlibatan korporasi di balik perusakan lingkungan.

Analisis itu mencakup percakapan publik sepanjang 1 Januari hingga 20 Oktober 2026. Selain soal kecepatan respons, publik menyoroti kepentingan oligarki yang dinilai ikut bermain dalam kerusakan ekologis tersebut, seperti dilaporkan Tempo.

Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi, menyebut platform X sebagai kanal dengan porsi sentimen negatif tertinggi, yakni 67,0 persen. Menurut dia, angka itu didorong kemarahan warganet atas lambatnya penanganan karhutla serta dugaan keterlibatan korporasi.

"Media online didominasi sentimen positif 48,5 persen, sedangkan media sosial didominasi sentimen negatif 7,6 persen. Isu ekonomi, MBG, karhutla, dan kebebasan sipil menjadi pendorong utama dinamika opini publik,” kata Founder DroneEmprit, Ismail Fahmi, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 22 Oktober 2026.

Pola serupa muncul di platform lain. Sentimen negatif di Threads tercatat 50,2 persen, disusul Instagram 41,2 persen, Facebook 39,2 persen, dan TikTok 26,3 persen.

Drone Emprit memetakan tiga pemicu utama kemarahan warganet: kebakaran yang tak kunjung padam, kabut asap yang mengganggu kesehatan, serta ketidakpuasan terhadap penanggulangan bencana di daerah.

Pemetaan jejaring percakapan juga menunjukkan perbincangan yang terbelah. Di satu sisi, klaster publik dan aktivis gencar mengecam lambatnya penanganan. Di sisi lain, klaster pendukung pemerintah mengapresiasi kerja pemerintah dan TNI, antara lain lewat operasi modifikasi cuaca.

Temuan ini sejalan dengan analisis Drone Emprit sebelumnya untuk periode 1–25 Agustus 2026. Saat itu, dari 113 ribu percakapan, sentimen positif tercatat 41 persen dan negatif 38,5 persen. Berita daring cenderung memuji tinjauan lapangan Presiden dan operasi tim gabungan, sedangkan kritik keras lebih banyak muncul di X dan Threads.

Dalam laporan Agustus itu, Drone Emprit juga mencatat Prabowo menegaskan akan mencabut izin korporasi pembakar lahan saat meninjau lokasi kebakaran.


Artikel Lainnya