Jakarta, INDONEWS.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyesuaikan pengerahan armada udara dari Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan ke Jawa Timur berdasarkan kebutuhan operasi dan kondisi di lapangan.
Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan dukungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan.
Siaran pers Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menyebutkan bahwa di Kalimantan Barat, satu pesawat patroli/Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) milik BNPB telah digeser ke Jawa Timur karena belum terdapat potensi pertumbuhan awan yang memadai untuk pelaksanaan OMC di Kabupaten Ketapang.
“Setelah reposisi, Kalimantan Barat masih didukung tujuh (7) pesawat water bombing (WB), terdiri atas tiga (3) pesawat dari TNI dan empat (4) pesawat dari BNPB. Adapun armada pesawat patroli/OMC yang masih disiagakan berjumalah dua (2) unit,” ujar Berton SP Panjaitan, Ph.D., Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB melalui siaran pers di Jakarta, Minggu (25/10/2026).
Sementara itu, dari Kalimantan Selatan, satu helikopter water bombing direposisi ke Jawa Timur. Dengan demikian, dukungan armada udara di Kalimantan Selatan saat ini terdiri atas sembilan (9) pesawat OMC dan patroli, serta enam (6) helikopter WB.
Kondisi jarak pandang (visibility) yang belum memungkinkan penerbangan helikopter untuk misi pemadaman menjadi pertimbangan dalam penyesuaian tersebut. Untuk mendukung upaya penanganan di wilayah ini, operasi lebih diutamakan melalui OMC menggunakan bahan semai dry ice dan natrium klorida (NaCl) guna mendukung pembentukan hujan sesuai kondisi atmosfer.
BNPB terus berkoordinasi dengan TNI, BPBD, pemerintah daerah, dan unsur terkait untuk memantau perkembangan karhutla serta mengevaluasi kebutuhan dukungan udara di setiap wilayah. Penempatan armada akan disesuaikan secara dinamis berdasarkan kondisi cuaca, kebutuhan operasi, dan aspek keselamatan penerbangan.
Reposisi ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan sumber daya yang tersedia agar dukungan udara dapat diarahkan sesuai prioritas penanganan, tanpa mengurangi komitmen BNPB dalam mendukung penanganan karhutla di Kalimantan. *