Home › Olah Raga

Borneo FC Kalahkan PSS Sleman 2-1 di Maguwoharjo, Pelatih PSS Sleman Sesalkan Kartu Merah

Oleh : donatus nador - Selasa, 27/10/2026 21:40 WIB


Borneo FC Kalahkan PSS Sleman 2-1 di Maguwoharjo, Pelatih PSS Sleman Sesalkan Kartu Merah

Yogyakarta, INDONEWS.ID-Borneo FC Samarinda mengalahkan PSS Sleman dengan skor 2-1 dalam laga pekan ketujuh Super League 2026/2027 di Stadion Internasional Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (27/10).

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, kedua tim tampil agresif dan saling melancarkan serangan untuk membuka keunggulan. Pada menit ke-13, tendangan keras pemain Borneo FC Juan Villa melebar tipis dari gawang PSS Sleman yang dijaga Pedro Caracoci.

PSS Sleman mendapat peluang pada menit ke-29 melalui sepak pojok yang dilepaskan Rico Simanjuntak, tetapi sundulan rekannya belum berhasil menjebol gawang Borneo FC.

Borneo FC akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-38 melalui Dandy Sonriza yang menyambut tendangan sudut dengan tendangan first time hingga mengubah kedudukan menjadi 1-0.

Situasi PSS Sleman semakin sulit setelah Stefan Ashkovski mendapat kartu merah pada menit ke-43 karena melakukan pelanggaran terhadap pemain Borneo FC di area pertahanan, sehingga tuan rumah harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Memasuki babak kedua, Borneo FC menggandakan keunggulan pada menit ke-76 melalui Hugo Samir yang memanfaatkan serangan balik cepat dan melepaskan tendangan keras ke sudut gawang PSS Sleman.

PSS Sleman kemudian memperkecil ketertinggalan melalui Matheus Fornazari yang menyambut umpan lambung Tocantins dengan sundulan hingga menjebol gawang Borneo FC.

Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan Borneo FC Samarinda.  Pelatih Borneo FC Mauro Jeronimo mengatakan pertandingan melawan PSS Sleman berlangsung menarik dan timnya sebenarnya berpeluang menutup babak pertama dengan keunggulan lebih besar.

"Kita banyak peluang yang kita tidak selesaikan," kata Mauro dalam konferensi pers usai pertandingan. Meski demikian, ia bersyukur timnya mampu meraih tiga poin yang menjadi modal penting untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

"Ini pertandingan yang penting juga buat kita. Terutama saya bersyukur karena kita bisa mendapatkan tiga poin di sini," ujarnya.

Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra menyesalkan kartu merah yang diterima salah satu pemainnya saat menghadapi Borneo FC Samarinda pada pekan ketujuh Super League 2026/2027 di Stadion Internasional Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa.

"Kartu merah itu adalah hal yang (berpengaruh) besar dalam pertandingan," kata Huistra dalam konferensi pers usai pertandingan.

Kartu merah tersebut diterima Stefan Ashkovski pada menit ke-43 setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain Borneo FC di area pertahanan, sehingga PSS Sleman harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Menurut Huistra, kehilangan satu pemain akibat kartu merah sangat memengaruhi permainan dan strategi tim. "Kami harus bertahan lebih baik, dan setelah kartu merah, saya pikir keseluruhan dinamika dalam game berubah," ujarnya.

Meski menghadapi situasi sulit, Huistra menilai para pemainnya tetap berjuang dan tidak menyerah hingga mampu memperkecil ketertinggalan melalui satu gol.

"Para pemain tidak menyerah. Bahkan saat tertinggal 1-0 dan bermain dengan 10 orang, kami mencoba untuk melawan, kami mencoba mengambil risiko, kami menciptakan beberapa peluang, dan pada akhirnya kalah 1-2. Sedikit kurang beruntung," katanya.

Huistra memahami kekalahan tersebut mengecewakan suporter, pemain, dan staf tim, tetapi ia menilai permainan kedua tim relatif berimbang.

"Saya mengerti suporter, mereka sangat kecewa, para pemain juga kecewa, staf juga kecewa. Kalau Anda lihat ke game, ya saya pikir kedua tim kurang lebih setimbang," ujarnya.

Sementara itu, pemain PSS Sleman Riko Simanjuntak mewakili rekan-rekannya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh suporter atas kekalahan dari Borneo FC.

"Saya mewakili pemain, tentunya memohon maaf kepada semua suporter yang telah hadir, yang enggak hadir juga, atas hasil ini. Tentunya hasil malam ini bukanlah hasil yang kami inginkan," katanya.

Riko mengatakan seluruh pemain berkomitmen untuk berusaha mengamankan tiga poin dalam setiap laga kandang, tetapi target tersebut belum dapat diwujudkan saat menghadapi Borneo FC.

"Semua bisa melihat Borneo juga punya kualitas, dan kita tadi dari awal sudah memberikan perlawanan dan kita beberapa menciptakan peluang juga, dan Borneo juga demikian," ujarnya.

Ia menambahkan, kartu merah tersebut membuat pelatih melakukan perubahan strategi yang berisiko bagi PSS Sleman, tetapi para pemain tetap berusaha menjalankan instruksi di lapangan.

"Saat ada kartu merah pasti ada yang perubahan, dan pelatih juga di locker room membuat perubahan yang tadi juga sudah ngomong itu berisiko, ternyata luar biasa juga, teman-teman berjuang," katanya.

Artikel Lainnya