Jakarta, INDONEWS.ID - Perayaan ulang tahun ke-74 Wiwiet Tatung berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Dalam acara syukuran yang digelar untuk memperingati hari kelahirannya pada 22 Oktober, Wiwiet mengajak keluarga besar, sahabat, dan komunitas perempuan untuk memaknai pertambahan usia dengan rasa syukur, semangat hidup, serta menjaga silaturahmi.
Ketua Umum Perkumpulan Wanita Palembang Sumatera Selatan (PWPSS) Hj. Anisja Djuita Supriyanto biasa disapa Wiwiet Tatung menyampaikan rasa bahagianya atas kehadiran para sahabat dan tamu undangan dari berbagai daerah. Mereka datang dari sejumlah wilayah, termasuk Sumatera Selatan, Jambi, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi.
Bagi Wiwiet, berkumpul bersama orang-orang terdekat dalam keadaan sehat merupakan anugerah yang patut disyukuri. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam perayaan hari istimewanya.
Memasuki usia 74 tahun, Wiwiet memiliki pandangan tersendiri tentang arti kebahagiaan. Menurut dia, kebahagiaan ketika masih muda sering kali dicari dengan menambah berbagai hal, mulai dari koleksi tas, sepatu, hingga pakaian.
Namun, seiring bertambahnya usia, kebahagiaan justru dapat ditemukan dengan mengurangi hal-hal yang membebani diri.
“Sekarang, bahagia itu dengan mengurangi. Mengurangi marah, mengurangi mengeluh, dan mengurangi timbangan,” ujarnya disambut tawa para tamu.
Dengan gaya bicara yang jenaka, Wiwiet juga mengakui bahwa menjaga berat badan menjadi salah satu tantangan tersendiri. Ia bercerita, baru dua hari pulang dari Palembang, berat badannya bertambah dua kilogram karena tidak bisa menahan godaan menyantap pempek, makanan khas daerah asalnya.
Candaan tersebut membuat suasana perayaan semakin cair. Bagi Wiwiet, bertambahnya usia bukan alasan untuk kehilangan semangat, apalagi berhenti menikmati kehidupan.
Ia mengibaratkan usia seperti anggur yang semakin matang semakin bernilai. Menurutnya, setiap tahap kehidupan memiliki keistimewaan tersendiri. Karena itu, ia mengajak para perempuan untuk tetap bersemangat, merawat diri, dan menjaga kepercayaan diri, berapa pun usia mereka.
Di balik gaya bicaranya yang penuh humor, Wiwiet juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga hubungan sosial. Ia mengungkapkan bahwa ketika berkonsultasi dengan dokter, dirinya diingatkan untuk memperhatikan berbagai indikator kesehatan. Namun, ia berseloroh bahwa ada satu hal yang paling ingin dijaganya, yakni silaturahmi dengan teman, sahabat, dan saudara.
“Kalau silaturahmi terjaga, hati bahagia", tuturnya.
Menurut Wiwiet, kebersamaan dan hubungan baik dengan orang-orang di sekitar menjadi salah satu sumber kebahagiaan dalam menjalani masa lanjut usia. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola makan agar tidak berlebihan, mengendalikan emosi, serta memperkuat iman dan takwa.
Selain kesehatan dan hubungan sosial, Wiwiet menekankan bahwa perempuan tetap bisa tampil cantik, anggun, dan elegan pada usia berapa pun. Baginya, bertambahnya umur tidak berarti seseorang harus kehilangan semangat untuk merawat diri dan menjalani aktivitas dengan penuh percaya diri.
Perayaan ulang tahun ke-74 Wiwiet Tatung pun menjadi lebih dari sekadar seremoni pertambahan usia. Momen tersebut menjadi ajang mempererat persahabatan sekaligus berbagi pesan sederhana tentang arti kebahagiaan.
Di usia yang semakin matang, Wiwiet memilih menjalani hidup dengan lebih banyak bersyukur, mengurangi keluhan, menjaga kesehatan, dan merawat silaturahmi. Sebuah filosofi yang ia bagikan kepada para sahabatnya: semakin bertambah usia, semestinya semakin bijaksana menikmati kehidupan.
Sementara Anwar Fuadi selaku orang terdekat Wiwiet mengungkapkan, di usia 74 Wiwiet terlihat lebih muda, dan juga makin cantik.
Di hari ulangtahun Wiwiet, Anwar pun sudah menyiapkan hadiah spesial. "Ada kado istimewa untuknya, tapi ini kan istimewa cuma dia yang nanti tahu", tandasnya.
Tak lama kemudian, Anwar pun memberi senyuman paling manis untuk Wiwiet. Sementara yang berulangtahun tersipu malu mendapat hadiah tak terduga dari orang terdekatnya.