Home › Metropolitan

Pelantikan Pengurus Daerah Pemuda PUI Se-Jakarta: Siapkan Kepemimpinan Generasi Muda Menuju Jakarta 20 Besar Kota Global

Oleh : very - Rabu, 28/10/2026 16:54 WIB


Pelantikan Pengurus Daerah Pemuda Persatuan Ummat Islam (PUI) se-Jakarta. (Foto: Ist)
Pelantikan Pengurus Daerah Pemuda Persatuan Ummat Islam (PUI) se-Jakarta. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Pelantikan Pengurus Daerah Pemuda Persatuan Ummat Islam (PUI) se-Jakarta menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus peneguhan peran strategis generasi muda dalam membangun Jakarta sebagai kota global yang inklusif, berdaya saing, dan berkeadaban.

Mengusung tema “Revitalisasi Nilai Intisab PUI: Mengukuhkan Kepemimpinan Pemuda PUI Menuju Jakarta Kota Global 2045” yang diselenggarakan di Balai Kota pada hari Senin (26/10/2026), kegiatan ini menegaskan bahwa masa depan Jakarta tidak hanya ditentukan oleh kemajuan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan, karakter, dan kontribusi sosial generasi mudanya.

Ketua Umum PW Pemuda PUI Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Adam, menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, melainkan awal dari amanah dan tanggung jawab yang lebih besar kepada umat, agama, dan bangsa.

“Jangan cari nama dan jabatan, tetapi carilah keberkahan dan kebaikan dalam perjuangan kita,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh kader menjadikan nilai Intisab, semangat ukhuwah, dan Islah Tsamaniyah sebagai landasan gerakan yang mampu menjawab tantangan zaman.

Menurut Adam, cita-cita Jakarta menembus 20 besar kota global sebagaimana ditargetkan dalam RPJMD menuntut keterlibatan aktif generasi muda. Pemuda PUI perlu hadir bukan hanya sebagai penonton perubahan, melainkan sebagai penggerak inovasi sosial, penguat solidaritas, dan mitra strategis pembangunan kota.

Sebagai wujud konkret gerakan sosial tersebut, pelantikan ini juga menandai peluncuran Gerakan Sedekah Sampah Plastik. Inisiatif ini mengubah sampah plastik menjadi sumber daya yang lebih bermanfaat melalui pengumpulan dan pemanfaatan kembali.

“Kami menyebutnya Gastik. Gerakan Sedekah Sampah Plastik. Ia mengelola sampah yang bernilai rendah menjadi bernilai guna untuk keperluan masyarakat. Seperti contoh di Cimahi yang telah menghasilkan petasol 150 liter/hari. Semoga kepengurusan ini mampu menghadirkan gagasan baru, progresif dan kebermanfaatan bagi masyarakat,” ujar Adam.

Program tersebut telah menyiapkan tempat penampungan serta menjalin kerja sama dengan PUI Kota Cimahi. Ke depan, kolaborasi akan diperluas bersama Sekolah/Madrasah Aliyah antara lain MA Al-Islamiyah PUI di Pancoran Jakarta Selatan dan sekolah PUI lainnya di Jakarta.

Dari perspektif kebangsaan, Ahmad Jazuli yang mewakili Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menekankan pentingnya membangun generasi muda untuk masa depan Jakarta.

Ia mengingatkan bahwa pemuda harus menjadi agen persatuan sekaligus pengguna ruang digital yang bijaksana. Menjelang lima abad Jakarta pada 2027, ia berharap Pemuda PUI mengambil peran aktif dalam merawat harmoni dan kebersamaan di tengah kemajemukan masyarakat.

"Generasi muda adalah generasi masa depan yang harus lebih baik dengan kasih sayang, keilmuan, dan karakter penuh semangat kebangsaan dan keagamaan," katanya.

Sedangkan Dr. Kana Kurniawan, Sekretaris Jenderal DPP PUI, mengingatkan bahwa tanggung jawab kader tidak berhenti setelah pelantikan. Pemuda harus mampu memetakan tantangan dan peluang masa depan Jakarta, kemudian mengambil bagian dalam merumuskan arah perubahan.

“Pemuda harus menjadi pencerah bagi masyarakat, Kader-kader PUI harus bisa memandu masa depan Jakarta yang lebih baik” tegasnya.

 


Dialog Kepemudaan: dari Cita-Cita Menuju Aksi

Dialog kepemudaan yang menjadi bagian dari kegiatan ini memperluas pembahasan dari konsolidasi organisasi menuju strategi pengembangan kapasitas dan kepemimpinan generasi muda.

Diky Soemarno selaku Staf Khusus Gubernur menegaskan dialog kepemudaan yang menjadi bagian dari kegiatan ini memperluas pembahasan dari konsolidasi organisasi menuju strategi pengembangan kapasitas dan kepemimpinan generasi muda.

Diky menegaskan bahwa masa depan bukan sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan hasil dari keberanian merancang dan memperjuangkannya.

Pendidikan, keterampilan, pengalaman, serta kerja keras merupakan modal utama agar pemuda mampu menghadapi perubahan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemuda, masyarakat, organisasi, dan pemerintah untuk menjaga serta memajukan Jakarta.

"Masa depan tidak datang sendiri, tapi kita ciptakan. Pemuda merupakan kekuatan penting bagi masa depan Jakarta. Saya berharap Pemuda PUI menjadi motor bagi anak-anak muda," ujarnya.

Lebih lanjut ia mengajak berkolaborasi untuk kemajuan Jakarta. "Kolaborasi antara pemuda, masyarakat, organisasi, dan pemerintah penting untuk kemajuan. Menjaga Jakarta merupakan tanggung jawab bersama," tuturnya.

Adapun Irfan Ahmad Fauzi, Wakil Ketua Umum DPP PUI, mengajak generasi muda membangun keberanian untuk bercita-cita besar dan konsisten memperjuangkan cita-cita tersebut.

“Setiap anak muda memiliki kesempatan yang sama. Yang membedakan adalah kemauan untuk berjuang dan melangkah,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa masa depan generasi muda tidak dapat dibangun melalui usaha individual semata, tetapi membutuhkan pendidikan yang berkualitas, dukungan sosial, dan kesempatan nyata untuk berkembang.

"Masa depan generasi muda perlu diperjuangkan bersama melalui pendidikan, dukungan, dan kesempatan yang nyata," pungkas Irfan.

 

Dorong Jiwa Entrepreneurship

Pelantikan dan dialog kepemudaan ini menegaskan relevansi nilai Intisab sebagai landasan moral gerakan Pemuda PUI: menghubungkan keyakinan dengan pengabdian, ilmu dengan tindakan, serta kepemimpinan dengan tanggung jawab sosial.

Nilai-nilai tersebut perlu diwujudkan melalui program yang terukur, kolaborasi lintas sektor, dan keberanian menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat.

Dalam kesempatan terpisah, Moh. Nurhusen Ketua Pemuda PUI Jakarta Barat yang baru saja dilantik menegaskan aspek penting membangun entrepreneurship di kalangan generasi muda muslim untuk menghidupkan Intisab dan menyongsong Jakarta Kota Global 2045.

“Jiwa entrepreneurship menjadi komponen penting untuk membangun kepemimpinan dan inonvasi di kalangan generasi muda muslim untuk Jakarta kota global,” ujarnya.

Menuju Jakarta Kota Global 2045, tantangan generasi muda bukan sekadar menjadi bagian dari kota yang modern, melainkan turut memastikan bahwa kemajuan berjalan seiring dengan keadilan sosial, kelestarian lingkungan, persatuan, dan martabat manusia.

Pemuda PUI diharapkan tidak berhenti pada pelantikan sebagai penanda awal kepengurusan, tetapi melangkah menjadi gerakan yang menghadirkan manfaat. Pemuda PUI dipanggil untuk mengambil bagian dalam merawat persatuan di tengah perbedaan, menumbuhkan harapan di tengah tantangan, dan mengubah nilai menjadi aksi nyata dalam menyambut visi Jakarta kota global dan momentum bersejarah 5 abad kota Jakarta. *

Artikel Lainnya