Jakarta, INDONEWS.ID - Ajang Puteri Anak Indonesia 2026 sukses diselenggarakan dengan menghadirkan 37 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Memasuki tahun penyelenggaraan ke-9, kompetisi ini tidak hanya menjadi panggung pencarian talenta anak, tetapi juga wadah pembentukan karakter, kecerdasan, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Founder Puteri Anak Indonesia, Derry Dahlan, mengatakan ajang tersebut pertama kali diselenggarakan pada 2018. Selama sembilan tahun, pihaknya konsisten menghadirkan ruang positif bagi anak-anak Indonesia untuk mengembangkan potensi dan kepercayaan diri.
"Sembilan tahun kami konsisten, bukan hanya mencari juara, tetapi membangun karakter anak Indonesia yang cerdas, berbakat, berbudaya, dan berhati mulia. Alhamdulillah, setiap tahun antusiasmenya terus meningkat," ujar Derry Dahlan.
Puteri Anak Indonesia 2026 diikuti 37 kontestan berusia 10-13 tahun dari berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Papua. Seluruh peserta merupakan puteri terpilih yang telah melewati proses kurasi daerah dan audisi daring tingkat nasional.
Mereka hadir membawa keunikan budaya, bakat, serta cerita dari daerah masing-masing untuk diperkenalkan di panggung nasional.
Rangkaian kegiatan berlangsung pada 27 Oktober hingga 1 November 2026 di Yello Hotel Harmoni, Jakarta. Agenda tersebut meliputi karantina, pembekalan, dan pemotretan peserta. Sementara malam Grand Final sukses digelar pada 31 Oktober 2026 di Gedung Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta.
Dalam menentukan pemenang, Derry Dahlan menjelaskan bahwa penyelenggara menerapkan lima kriteria penilaian utama, yakni Intelligence & Public Speaking, Talent & Creativity, Attitude & Personality, Beauty & Catwalk, serta Social Project & Character.
Penilaian tersebut mencakup kecerdasan, wawasan, kemampuan berbicara di depan umum, kreativitas, bakat, kedisiplinan, sopan santun, hingga visi dan misi peserta sebagai Puteri Anak Indonesia.
Menurut Derry Dahlan, penilaian tidak hanya dilakukan berdasarkan penampilan di atas panggung, tetapi juga memperhatikan karakter dan perilaku peserta selama mengikuti rangkaian karantina.
"Kami tidak menilai anak hanya dari cantiknya saja. Kami mencari sosok Puteri Anak yang lengkap. Jadi, yang dinobatkan sebagai pemenang adalah anak yang tidak hanya cantik di panggung, tetapi juga berkarakter baik di belakang panggung," jelasnya.
Derry Dahlan Bangga dengan Perjalanan Sembilan Tahun
Keberhasilan penyelenggaraan Puteri Anak Indonesia 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi Derry Dahlan. Ia mengaku terharu melihat perjalanan ajang tersebut yang telah berlangsung selama sembilan tahun dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.
"Sebagai Founder, perasaan saya sangat haru dan bangga. Sembilan tahun bukan waktu yang sebentar. Banyak tantangan, tetapi melihat anak-anak Indonesia begitu hebat dan orang tua yang begitu mendukung, semua lelah terbayar," ungkapnya.
Ia menilai keberhasilan acara tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak Indonesia membutuhkan panggung positif untuk mengembangkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, serta tetap menikmati masa kanak-kanak.
Derry Dahlan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim, dewan juri, sponsor, media, dan para orang tua yang telah mendukung perjalanan Puteri Anak Indonesia sejak pertama kali diselenggarakan pada 2018.
Daftar Pemenang Puteri Anak Indonesia 2026
Pada malam Grand Final, sejumlah peserta berhasil meraih gelar utama dan kategori khusus Puteri Anak Indonesia 2026.
Berikut daftar pemenangnya:
1. Puteri Anak Indonesia 2026: Shakira Al Khaira (Lampung).
2. Puteri Anak Indonesia Pariwisata 2026: Davina Mariska Putri Purwanta (Jambi).
3. Puteri Anak Indonesia Lingkungan 2026: Callysta Queenycia (Sumatera Selatan).
4. Puteri Anak Indonesia Budaya 2026: Bunga Alana Kayra Bellvania (DI Yogyakarta).
5. Puteri Anak Indonesia Pendidikan 2026: Aqilah Indah Rhiana Ardhianti (DKI Jakarta).
Derry Dahlan berpesan kepada seluruh pemenang agar menjadikan gelar yang diperoleh sebagai amanah dan tanggung jawab, bukan sekadar penghargaan.
Ia berharap para pemenang tetap menjadi anak-anak yang rendah hati, rajin belajar, menyayangi keluarga, serta mampu menjalankan program kerja yang telah mereka susun.
Selain itu, mereka diharapkan menjadi teladan di lingkungan sekolah dan masyarakat, menjaga nama baik almamater, serta memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan pesan positif dan inspiratif.
"Mahkota ini adalah amanah, bukan hanya hadiah. Tetaplah menjadi anak-anak, menjadi juara yang rendah hati, rajin belajar, dan sayang keluarga. Gunakan media sosial untuk hal positif dan menginspirasi teman-teman sebaya," pesannya.
Derry Dahlan menegaskan bahwa gelar Puteri Anak Indonesia bukan sekadar pencapaian dalam sebuah kompetisi, melainkan awal perjalanan untuk memberikan inspirasi dan kontribusi positif bagi generasi muda Indonesia.