Jakarta, INDONEWS.ID - Presiden Paraguay Santiago Pena mengundurkan diri pada Kamis (5/11/2026) setelah keruntuhan Bank Ueno memicu unjuk rasa di ibu kota Asuncion. Sekitar 3 juta nasabah, di negara berpenduduk 6,5 juta jiwa, sempat kehilangan akses ke rekening mereka.
Pena menyampaikan keputusan itu lewat video di media sosial X.
"Saya juga ingin meminta maaf kepada rakyat jika saya pernah mengecewakan mereka," kata Pena, seperti dikutip dari Associated Press.
Bank sentral Paraguay menyatakan Ueno tidak memenuhi syarat solvabilitas minimum dan mengambil alih bank digital yang berdiri pada 2021 itu. Regulator sebelumnya memeriksa dugaan penyaluran kredit berlebihan kepada perusahaan yang terkait pemegang saham pengendalinya, Grupo Vazquez.
Liputan6.com mencatat sekitar US$850 juta dana publik tersimpan di Ueno, termasuk milik lembaga negara dan badan terkait dana pensiun.
Pena mengaku pernah memegang saham Grupo Vazquez hingga Maret 2025. Oposisi menuduhnya terlibat konflik kepentingan, sedangkan Pena membantah melakukan kesalahan.
Kejaksaan menyebut Pena termasuk pihak yang diselidiki, tetapi belum memanggilnya. Pekan ini jaksa juga menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap delapan eksekutif Ueno.
Sesuai konstitusi, Kongres harus menerima atau menolak pengunduran diri itu sebelum Wakil Presiden Pedro Alliana menggantikannya.*
(Rikard Djegadut)